Polemik SMPN 5 Seluma Berlanjut, Guru Penolak Kepsek Diwarning Dikbud Imbas Mangkir saat Mediasi
Hendrik Budiman June 24, 2026 07:38 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA- Polemik penolakan kepala sekolah baru di SMP Negeri 5 Seluma masih berlanjut.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma memberikan peringatan kepada sejumlah guru yang menolak kepala sekolah dan tidak menghadiri agenda mediasi yang telah dijadwalkan sebagai upaya penyelesaian konflik di lingkungan sekolah tersebut.

Dikbud Seluma kembali melakukan mediasi terkait polemik penolakan terhadap Kepala SMP Negeri 5 Seluma, Fetri Harneli.

Namun, upaya mediasi yang digelar pada Rabu (24/6/2026) justru diwarnai minimnya kehadiran guru yang sebelumnya menandatangani surat penolakan.

Kepala Dikbud Seluma Munarwan Safu'i melalui Kepala Bidang SMP, Hairul Putra mengaku kecewa lantaran sebagian besar guru yang diundang tidak memenuhi panggilan mediasi.

Menurut Hairul, pada mediasi pertama yang digelar Selasa (23/6/2026), hanya tujuh guru yang hadir dari total 35 guru yang tercantum sebagai penandatangan surat penolakan kepala sekolah.

Kemudian pada mediasi lanjutan yang dilaksanakan Rabu (24/6/2026) Dikbud Seluma kembali mengundang 28 guru yang belum hadir. Namun hasilnya, hanya satu guru yang datang memenuhi undangan.

"Pada hari pertama mediasi kemarin, dari 35 guru yang menandatangani surat penolakan hanya tujuh yang hadir. Hari ini kami kembali mengundang 28 guru yang belum hadir, tetapi hanya satu orang yang datang," kesal Hairul Putra, Rabu (24/6/2026). 

Hairul menilai ketidakhadiran para guru tersebut menimbulkan tanda tanya besar.

Pasalnya, mediasi dilakukan untuk mengklarifikasi persoalan yang sedang terjadi di lingkungan SMPN 5 Seluma sekaligus mendengarkan langsung keterangan dari para pihak yang terlibat. 

Baca juga: Puluhan Guru di SMPN 5 Seluma Bengkulu Kompak Tolak Kepsek Baru

Hairul sangat menyayangkan sikap sebagian guru yang tidak menghadiri undangan resmi dari instansi yang menaungi mereka.

"Kami tentu mempertanyakan alasan ketidakhadiran mereka. Yang mengundang adalah Dikbud Seluma sebagai instansi yang membina dan menaungi para guru. Seharusnya undangan ini dihargai agar persoalan bisa diselesaikan secara baik dan terbuka," kata Hairul. 

Meski demikian, Dikbud Seluma belum mengambil langkah lebih jauh dan masih memberikan kesempatan kepada para guru yang belum hadir untuk memberikan klarifikasi. 

Pihaknya akan kembali melayangkan undangan mediasi kepada 27 guru yang belum memenuhi panggilan.

Mediasi lanjutan dijadwalkan berlangsung, pada Kamis (25/6/2026) di SMPN 5 Seluma.

"Kami masih memberikan kesempatan kepada 27 guru yang belum hadir untuk datang. Kami berharap mereka dapat memenuhi undangan karena tujuan kami hanya ingin mendapatkan informasi yang utuh dan objektif terkait persoalan ini," tegasnya.

Berharap seluruh pihak dapat bersikap kooperatif sehingga polemik yang terjadi di SMPN 5 Seluma dapat segera diselesaikan tanpa mengganggu proses belajar mengajar maupun pelayanan pendidikan kepada siswa.

"Kita sama-sama berusaha polemik ini dapat segera berakhir. Kami minta guru yang belum hadir, besok dapat hadir agar semua jelas untuk mengambil langka selanjutnya," sampai Hairul. 

Untuk diketahui, polemik di SMPN 5 Seluma mencuat setelah beredarnya surat penolakan terhadap Kepala SMPN 5 Seluma, Fetri Harneli, yang disebut telah ditandatangani oleh 35 guru dan dikirimkan kepada Bupati Seluma dengan tembusan ke Dikbud Seluma serta DPRD Kabupaten Seluma.

Hingga kini, Dikbud Seluma masih terus mengumpulkan keterangan dari seluruh pihak untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang sebelum mengambil langkah atau keputusan lebih lanjut terkait persoalan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.