Jakarta Raih Anugerah Tata Kelola yang Mendengar, Pramono: Suara Warga Tak Boleh Diabaikan
Satrio Sarwo Trengginas June 24, 2026 09:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta meraih Anugerah Daerah Terbaik dalam Membangun Tata Kelola yang Mendengar pada Cita Loka Festival 2026 di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya Pemprov DKI Jakarta menjadikan aspirasi warga sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menerima langsung penghargaan itu menegaskan, membangun Jakarta tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur fisik semata.

“Bagi saya, Jakarta ini kalau mau baik, maju, nyaman, aman, maka yang paling utama adalah bagaimana selain membangun infrastrukturnya adalah mendengar apa yang menjadi keinginan warganya. Jadi, membangun itu bukan kemudian semata-mata membangun fisiknya,” ucapnya, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, mendengarkan suara warga merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang nyaman dan layak huni.

Hampir 300 Ribu Aduan Warga Berhasil Dituntaskan

Pramono bilang, komitmen mendengar aspirasi masyarakat itu tercermin melalui Sistem Cepat Respons Masyarakat (CRM).

Sepanjang Januari 2025 hingga Mei 2026, Pemprov DKI Jakarta berhasil menuntaskan 299.410 dari total 305.658 laporan warga atau setara 98 persen.

Laporan tersebut disampaikan oleh 71.112 warga melalui berbagai kanal pengaduan.

Aduan yang masuk mencakup beragam persoalan, mulai dari layanan publik, fasilitas kota, ketertiban umum, hingga kondisi lingkungan.

Pramono mengaku rutin memantau berbagai masukan warga, termasuk yang disampaikan melalui media sosial.

Berbagai laporan itu kemudian menjadi bahan evaluasi dan langkah antisipasi pemerintah terhadap persoalan di lapangan, seperti pencurian fasilitas jembatan penyeberangan orang (JPO), pemotongan kabel, kebakaran, hingga gangguan layanan publik lainnya.

“Saya bersyukur bahwa saya selalu bisa merespons dengan cepat karena mendengar itulah menjadi kata kunci utama untuk membangun Jakarta ini. Jadi, itu yang kami lakukan,” ujarnya.

Libatkan Warga dalam Membangun Jakarta

Pemprov DKI Jakarta juga menerapkan pendekatan collaborative city making atau pembangunan kota yang melibatkan warga, komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah sebagai mitra.

Melalui pendekatan tersebut, kebijakan yang diambil diharapkan tidak hanya lahir dari perspektif pemerintah, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Selain memperkuat respons terhadap pengaduan warga, Pemprov DKI Jakarta juga melanjutkan berbagai program pembangunan yang belum tuntas pada periode sebelumnya serta menghadirkan sejumlah inovasi baru.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi Jakarta menuju kota global yang aman, nyaman, inklusif, dan responsif.

Dalam kesempatan itu, Pramono turut mengapresiasi Tribun Network yang menghadirkan Cita Loka Festival sebagai ruang dialog antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut dia, kolaborasi menjadi kunci agar pembangunan daerah berjalan lebih terbuka dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Berita terkait

  • Baca juga: Gubernur Pramono Mau Panggil Aplikator Ojol Agar Driver Tak Parkir di Trotoar
  • Baca juga: Meski JAKIM 2026 Raup Rp255 Miliar, Gubernur Pramono Tetap Bakal Evaluasi Usai Insiden Pelari Meninggal
  • Baca juga: Disambut Pimpinan Tribun Network, Gubernur Pramono Naik Transjakarta Hadiri Cita Loka Fest 2026

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.