Sawah-sawah di Sumedang Jadi Medan Perburuan Hama Tikus, Perebutkan Piala Kapolres 
Dedy Herdiana June 24, 2026 10:04 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Kabut pagi belum sepenuhnya terangkat ketika ribuan orang mulai memenuhi hamparan sawah di berbagai penjuru Kabupaten Sumedang, Sabtu (20/6/2026).

Mereka datang berkelompok menyusuri pematang. Di tangan mereka tergenggam jaring, tongkat bambu, cangkul, karung hingga alat pengasap. Dari kejauhan, pemandangan itu menyerupai operasi besar-besaran di tengah hamparan tanaman padi.

Namun yang mereka buru bukan pelaku kejahatan ataupun hewan liar berukuran besar. Target mereka jauh lebih kecil, tetapi dampak yang diakibatkan hewan itu mampu membuat petani kehilangan hasil panen dalam satu musim tanam. Ya, mereka berburu tikus sawah.

Sesekali teriakan terdengar memecah suasana ketika seekor tikus berhasil keluar dari persembunyian. Para petani yang telah bersiaga di sekitar lubang langsung bergerak cepat. Sebagian petani menutup jalur pelarian dengan jaring, sementara yang lain mengejar hewan pengerat itu di sela-sela pematang.

Baca juga: Dihadiri Chris John, Prabu Combat Series 2026 Kukuhkan Sumedang sebagai Kota Event Bela Diri

Di sejumlah titik, kepulan asap tampak keluar dari lubang-lubang tikus yang tersebar di sekitar areal persawahan. Petani memasukkan asap ke mulut sarang untuk memaksa tikus keluar dari persembunyian. Begitu terlihat bergerak, puluhan pasang mata langsung mengawasinya.

Suasana itulah yang mewarnai "Lomba Pembasmian Tikus Piala Kapolres Sumedang 2026" yang digelar serentak di 26 kecamatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menekan populasi hama yang selama beberapa bulan terakhir meresahkan petani.

Di Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika ikut memantau langsung jalannya kegiatan, Sabtu itu. 

Menurutnya, gerakan massal tersebut berangkat dari banyaknya keluhan petani yang ditemui saat dirinya berkunjung ke sejumlah wilayah pertanian.

"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu petani mengurangi populasi hama tikus yang selama ini mengganggu hasil panen," ujar Sandityo.

Bagi petani, tikus bukan sekadar hama biasa. Hewan pengerat itu kerap menjadi penyebab gagal panen. Dalam waktu singkat, ribuan batang padi bisa rusak akibat serangan yang berlangsung pada malam hari.

Yang membuat petani semakin khawatir, kerusakan sering kali baru disadari ketika tanaman mulai rebah, batang padi terpotong, atau bulir padi habis dimakan.

Kapolres mengungkapkan, kondisi tersebut telah terjadi di sejumlah sentra pertanian Sumedang. Bahkan di beberapa wilayah, kerusakan lahan akibat serangan tikus mencapai sekitar 50 persen.

"Kami melihat langsung kondisi di lapangan. Ada daerah yang sekitar 50 persen lahannya terdampak serangan tikus. Akibatnya hasil panen petani turun drastis, bahkan ada yang biasanya menghasilkan tiga ton kini hanya sekitar satu ton," katanya.

Penurunan hasil panen itu berdampak langsung pada pendapatan petani. Tidak sedikit biaya produksi yang sulit kembali akibat berkurangnya hasil yang dipanen.

Sejumlah daerah penghasil padi seperti Kecamatan Situraja, Tanjungkerta, dan Darmaraja menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus. Ketiga kecamatan tersebut selama ini menjadi penopang produksi pangan Kabupaten Sumedang.

Karena itu, Polres Sumedang memilih pendekatan berbeda dengan mengemas gerakan pengendalian hama dalam bentuk perlombaan. Selain menekan populasi tikus, cara tersebut dinilai mampu menggerakkan partisipasi masyarakat secara lebih luas.

Sepanjang kegiatan berlangsung, para petani tampak antusias berburu tikus dari satu titik ke titik lainnya. Karung-karung hasil tangkapan perlahan terisi, sementara asap masih terus mengepul dari sejumlah sarang yang menjadi target berikutnya.

Bagi mereka, perlombaan ini bukan sekadar mencari pemenang. Lebih dari itu, ini adalah upaya mempertahankan harapan agar musim tanam berikutnya dapat berlangsung lebih baik. Meski demikian, tim petani yang menangkap tikus paling banyak, diganjar penghargaan dari Kapolres Sumedang. 

"Harapannya, ketika memasuki musim tanam kedua nanti, para petani sudah lebih tenang karena populasi tikus berhasil ditekan," kata Sandityo. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.