Cita Loka Fest 2026 Hadirkan Bima Arya hingga Pramono Anung Bahas Masa Depan Daerah
Rahmadi June 24, 2026 11:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, JAKARTA - Tribun Network bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan Cita Loka Fest 2026 di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Forum nasional bertajuk “Menguatkan Akar untuk Indonesia Asri” ini mempertemukan deretan tokoh penting, pimpinan kementerian, kepala daerah, hingga perwakilan lembaga internasional terkemuka untuk memetakan solusi pembangunan daerah.

Kehadiran para pakar dan pemangku kebijakan lintas sektor ini bertujuan untuk memetakan solusi, berbagi inovasi, serta memperkuat tata kelola daerah yang inklusif, partisipatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat lokal. 

Rangkaian forum dialog ini dibagi ke dalam dua sesi besar yang masing-masing mengupas sudut pandang mendalam mengenai ekosistem pembangunan dan digitalisasi daerah. 

Pada sesi awal, panggung Cita Loka Fest 2026 akan menghadirkan Keynote Speech dari dua figur penting di sektor pemerintahan daerah. Pemaparan pertama diisi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, dengan tema “Menguatkan Akar untuk Indonesia Asri” yang menekankan pentingnya optimalisasi potensi lokal demi fondasi Indonesia yang tangguh. 

Sesi ini juga diisi oleh Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Bursah Zarnubi, lewat topik “Ketika Otonomi Memahami Daerah” yang mengupas otonomi sebagai peluang wilayah menjadi penggerak utama pembangunan secara mandiri. 

Baca juga: Update Jalur Lembah Anai: Tutup Total, Alat Berat Berjibaku Bersihkan Longsor hingga Malam

Melengkapi sesi tersebut, diskusi Panel Talks bertajuk “Membangun Daerah Berdaya Melalui Ekosistem Lokal” akan mempertemukan Restuardy Daud, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah dan Siprianus Bate Soro, Head of Human Development and Responsive Governance Unit United Nations Development Programme (UNDP). 

Diskusi tingkat tinggi ini bakal mengeksplorasi strategi kolaborasi lintas sektor dan inklusi untuk mengubah potensi lokal menjadi ekosistem ekonomi produktif yang berkelanjutan. 

Akselerasi Teknologi dan Pelayanan Publik: Menuju Tata Kelola yang Responsif

Memasuki sesi berikutnya, fokus pembicaraan bergeser pada akselerasi teknologi dan pelayanan publik yang inklusif. Sesi ini menghadirkan Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Raden Wijaya Kusumawardhana, dengan topik “Digitalisasi yang Relevan untuk Setiap Daerah” yang menggarisbawahi transformasi digital yang adaptif bagi masyarakat. 

Panggung diskusi kian menarik dengan kehadiran Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melalui tema “Smart City: Kota yang Mendengar”. Dalam sesi ini, Pramono Anung akan membagikan kesuksesan konkret sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM) Jakarta yang berhasil menyelesaikan hingga 96,8 persen aduan warga, sebagai bukti nyata teknologi dalam memfasilitasi partisipasi publik. 

Sebagai penutup, sesi Panel Talks bertajuk “Tata Kelola yang Terkoneksi dengan Masyarakat” akan dipandu oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Teguh Setyabudi, bersama Narwawi Pramudiartha, Population & Development Programme Specialist, UNFPA. Panel ini akan mengkaji pemanfaatan data publik dan digitalisasi untuk membangun tata kelola pemerintah daerah yang transparan serta tepercaya. 

Baca juga: Revitalisasi Pasar Raya Padang: Pedagang Belum Pindah, Dinas Perdagangan Lotting Lapak Besok

Cita Loka Fest 2026 akan menjadi momen bertemu dan berkolaborasi antar stakeholders untuk bersama mewujudkan cita-cita pembangunan daerah yang berkelanjutan. Saatnya menjadi saksi ragam inovasi dan praktik terbaik dari daerah di Cita Loka Fest 2026. 

Tribun Network bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri menggelar Cita Loka Fest di Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan ini mempertemukan antara stakeholder yang terkait dengan inovasi dalam pemberdayaan berbasis daerah. 

Dalam sambutannya, CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, mengatakan selama ini Kemendagri telah memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang berhasil menjalankan program-program yang berdampak. 

"Menurut saya fokus penghargaannya itu adalah program yang berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat, seperti pengangguran, inflasi, mengurangi kemiskinan, stunting, dan creative financing," kata Dahlan.

Menurutnya, Tribun Network ingin mengadopsi semangat serupa, namun dengan pendekatan yang berbeda. 

Baca juga: Semen Padang FC Resmi Rekrut Nurdiansyah, Eks Bek Madura United Perkuat Lini Pertahanan

Selama ini Kemendagri menggunakan data kuantitatif dari Badan Pusat Statistik (BPS), sementara Tribun Network mencoba memadukan data kualitatif yang dihimpun dari ekosistem medianya.

Dahlan menjelaskan, Tribun Network memiliki lebih dari 350 wartawan yang tersebar di seluruh Indonesia, jaringan kantor di 42 kota, serta menghasilkan sekitar 42 juta tayangan video setiap hari.

Melalui jaringan tersebut, Tribun berupaya mengolah berbagai informasi dan interaksi pembaca sebagai data yang bermakna untuk memahami persepsi publik terhadap kinerja pemerintah daerah.

Data tersebut, kata Dahlan, kemudian divalidasi melalui survei daring dan analisis percakapan di media sosial untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat.

Baca juga: Siasat IRT Sijunjung Sembunyikan Sabu di Piston Karburator, Digerebek Polisi Tengah Malam

Dia mengatakan tujuan utama pendekatan tersebut adalah menemukan kepala daerah yang memiliki kinerja baik tetapi belum memperoleh eksposur media yang memadai.

"Bagaimana menemukan orang, pejabat, pemerintah daerah berprestasi tetapi kurang liputannya. Jangan sampai terjadi distorsi, ada pejabat atau daerah yang liputannya sangat masif tapi sebenarnya programnya enggak ada," katanya.

Selain itu, Dahlan menekankan pentingnya memahami Indonesia dari perspektif lokal yang beragam. 

Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda sehingga perlu dilihat dari sudut pandang masing-masing wilayah.

Ia mencontohkan Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia, sehingga memiliki perspektif pembangunan yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia.

"Jadi dengan perspektif yang begitu luas, bagaimana kita membuat Indonesia menjadi colorful dan pekerjaan kita adalah bagaimana menemukan praktik-praktik terbaik di setiap daerah," ujarnya.

Baca juga: Kuota Menyusut Drastis Jadi 30 Orang, Dinsos Kirim Siswa Sekolah Rakyat di Padang ke Dharmasraya

Dahlan berharap praktik-praktik terbaik yang ditemukan di berbagai daerah dapat diberi panggung dan menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya.

"Setelah menemukan praktik terbaik, bagaimana kita beri panggung dan bagaimana ini menjadi penggerak, menjadi contoh bagi daerah-daerah yang lainnya. Itu cita-citanya," katanya.

Pada sesi pembukaan, acara dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. 

Hadir pula Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, S.E., M.M, CEO Tribun Network Dahlan Dahi, dan sejumlah bupati dan wali kota.

Acara ini akan diisi pula oleh panel talks dan presentasi program/regional showcase oleh penerima penghargaan terbaik.

Baca juga: PLN Pastikan Listrik Andal Selama Perayaan 100 Tahun Jam Gadang

Apa Itu Cita Loka Fest 2026?

Tribun Network menggelar perhelatan Cita Loka Fest 2026, Rabu (24/6/2026) di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta. 

Mengusung semangat “Menguatkan Akar untuk Indonesia Asri”, forum nasional ini hadir sebagai wadah kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, swasta, komunitas, hingga UMKM untuk mendorong pembangunan daerah yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. 

Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat integrasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke dalam perencanaan daerah melalui RPJMD, serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam penyusunan kebijakan publik. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Cita Loka Fest 2026 bergerak di atas tiga program utama, yaitu Apresiasi, yang merupakan pemberian penghargaan bagi pemerintah daerah, UMKM, komunitas, dan tokoh penggerak keberlanjutan yang berdampak nyata. 

Kemudian Temu Lokal, sebagai panel diskusi tingkat tinggi dan Regional Showcase untuk mempresentasikan program unggulan daerah, serta Eksibisi Bhakti Lokal, sebuah ruang pameran yang menampilkan ragam praktik terbaik keberlanjutan dari seluruh Indonesia. 

Baca juga: Kuota Menyusut Drastis Jadi 30 Orang, Dinsos Kirim Siswa Sekolah Rakyat di Padang ke Dharmasraya

Sinergi Lintas Sektor, Upayakan Ruang Dialog dan Kolaborasi Daerah

Sebagai salah satu agenda utama di Sesi 1, Cita Loka Fest 2026 menghadirkan forum dialog strategis yang mengupas tuntas gagasan keberlanjutan dari sudut pandang para pemangku kepentingan utama.

Arah dialog kemudian diperkuat melalui sesi Keynote Speech lintas sektor. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto akan memaparkan materi kunci bertema “Menguatkan Akar untuk Indonesia Asri”. 

Sudut pandang otonomi kemudian dilengkapi oleh Bursah Zarnubi selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) melalui topik “Ketika Otonomi Memahami Daerah”, yang menyoroti pentingnya peran daerah sebagai aktor utama pembangunan nasional. 

Tak hanya itu, panggung diskusi juga diperdalam lewat sesi Panel Talks bertajuk “Membangun Daerah Berdaya Melalui Ekosistem”. 

Sesi interaktif ini mempertemukan Restuardy Daud, Direktur Jenderal Bina Bangunan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Siprianus Bate Soro Head of Human Development and Responsive Governance Unit UNDP untuk mengeksplorasi strategi pemda dalam mengidentifikasi, memelihara, serta melejitkan potensi lokal melalui pendekatan ekosistem yang terintegrasi. 

Melalui perpaduan ruang dialog dan apresiasi ini, Cita Loka Fest 2026 diharapkan mampu menjadi katalisator bagi akselerasi pembangunan daerah yang inklusif, partisipatif, dan merata di seluruh penjuru tanah air. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.