Hingga Pendaftaran Ditutup, Ratusan Kuota Afirmasi SPMB SMA di Kota Banjarmasin Belum Terisi
Ratino Taufik June 25, 2026 07:46 AM

 

 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hari terakhir Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK pada Rabu (24/6) diwarnai aksi cabut berkas oleh sejumlah calon murid di SMA Negeri 1 Banjarmasin. Langkah ini dilakukan setelah menilai peluang mereka untuk diterima makin kecil.

Kepala SMAN 1 Banjarmasin, Fery Setyawan mengatakan, pencabutan berkas terjadi hingga hari terakhir pelaksanaan SPMB. “Yang banyak hari ini justru cabut berkas. Mereka merasa tidak diterima di sini, sehingga mencabut berkas dan mendaftar ke tempat lain,” ujarnya.

Menurut Fery, pencabutan berkas merupakan hal yang diperbolehkan dalam mekanisme SPMB. Calon murid yang sebelumnya mendaftar melalui jalur tertentu masih dapat berpindah ke jalur lain atau ke sekolah lain selama masa pendaftaran masih berlangsung.

“Ada yang mendaftar di jalur domisili, ternyata tidak diterima. Kemudian dia masih punya prestasi, lalu cabut berkas dan mendaftar lagi melalui jalur prestasi. Ada juga yang memilih ke sekolah lain,” jelasnya.

Di tengah pergerakan pendaftar tersebut, SMAN 1 Banjarmasin masih memiliki kuota yang belum terisi pada jalur afirmasi.

Fery menjelaskan kuota afirmasi yang tidak terisi nantinya akan disesuaikan kembali sesuai ketentuan yang berlaku dalam sistem penerimaan murid baru. “Kalau di kami masih ada afirmasi. Nanti akan diurutkan lagi sesuai mekanisme yang ada,” katanya.

Baca juga: Pria di Tabalong Diduga Bakar Rumah Istri, Polisi Amankan Botol Berisi Pertalite dan Parang

Diketahui, afirmasi merupakan mekanisme penerimaan sekolah yang diperuntukkan khusus bagi calon peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas.

Ia menambahkan, hingga beberapa jam setelah penutupan pendaftaran, pihak sekolah belum dapat menyampaikan data rinci terkait jumlah pendaftar, pencabutan berkas maupun sisa kuota pada masing-masing jalur karena proses rekapitulasi masih berlangsung.

SMAN 1 Banjarmasin tahun ini membuka kuota 360 siswa baru yang dibagi ke dalam 10 rombongan belajar. Dari total itu, sebanyak 126 siswa tersedia untuk jalur domisili, 108 siswa jalur afirmasi, masing-masing 54 siswa untuk jalur prestasi akademik dan nonakademik, serta 18 siswa baru dari jalur mutasi.

Dari pantauan di web kalsel.spmb.id pukul 21.32 Wita, banyak sekolah SMA di Banjarmasin yang mengalami nasib serupa. Di SMAN 5 Banjarmasin, dari kuota 119 orang, hanya ada 80 pendaftar. Kemudian di SMAN 7 Banjarmasin, dari kuota 129 orang, hanya ada 59 pendaftar. Kemudian di SMAN 6 Banjarmasin, dari kuota 65 siswa, ada 54 pendaftar dengan penyandang disabilitas 1 orang.

Hanya empat sekolah, yaitu; SMAN 4 Banjarmasin, SMAN 8, SMAN 9 dan SMAN 10 yang jatah kursi afirmasinya sudah terpenuhi.

Dari angka yang ada bila dikalkulasi artinya ada ratusan kursi afirmasi yang masih belum terisi pada SPMB kali ini di Banjarmasin.

Sementara di SMAN 2 Martapura, sekolah masih menunggu proses verifikasi data pendaftar sehingga belum dapat memastikan jumlah calon siswa yang tidak lolos seleksi.

Kepsek SMAN 2 Martapura, Busri menyampaikan, hingga kemarin belum kelihatan jumlah siswa yang tertolak. “Untuk yang tertolak kami juga menunggu arahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel. Kami bisa diinformasikan berapa jumlah yang tertolak, karena masih diverifikasi operator masing-masing sekolah hingga pukul 22.00 Wita,” katanya.

Ini berbeda dengan di SPMB SMK yang hampir tidak ada kendala. Sebab di SMK tidak ada jalur domisili, tapi melalui pendaftaan online sesuai minat siswa kejuruan.

Kepala SMKN 1 Simpangempat Banjar, Suwandi Hidayat, bersyukur SPMB lancar. “Alhamdulillah lancar, besok pengumuman kita Terima 6 rombel, saat ini belum ada cabut berkat mungkin setelah pengumuman besok baru ada ketahuan,” kata dia.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kalsel, Fachrul Rizal, mengatakan, secara keseluruhan terdapat 128 SMK di Kalsel yang terdiri dari sekolah negeri dan swasta.

Fachrul menguraikan, untuk SMK negeri, proses SPMB dilakukan online semua. “Namun memang ada yang tidak online, karena ada program keahlian khusus dan sekolah baru yang dapat menjadi alternatif bagi calon peserta didik,” urainya.

Kini calon siswa tinggal menunggu pengumuman pada Senin (29/6) mendatang, yang dilanjutkan daftar ulang sesuai jadwal masing-masing sekolah.

(banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki/nurholis huda)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.