Carlos Queiroz memberikan penjelasan mengenai insiden panasnya dengan Jude Bellingham dalam hasil imbang 0-0 antara Ghana dan Inggris di Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan tersebut, Bellingham terlihat ditarik menjauh dari pelatih Ghana ketika suasana memanas menjelang turun minum, meskipun Thomas Tuchel kemudian membantah bahwa tim lawan berhasil memancing emosi para pemain Inggris.
Adu argumen sengit terjadi saat jeda babak pertama setelah Bellingham melakukan pelanggaran terhadap Jerome Opoku di depan bangku cadangan Ghana sesaat sebelum peluit istirahat berbunyi. Reaksi keras dari Queiroz pun muncul, dan mantan pelatih Real Madrid itu sempat terlibat pertukaran kata dengan Bellingham sebelum akhirnya dilerai oleh para pemain cadangan Ghana. Sementara itu, Morgan Rogers turut menarik rekan setimnya di Inggris menjauh dari keributan tersebut.
Saat dimintai penjelasan mengenai kejadian itu, Queiroz berkata: “Dia bereaksi dengan cara yang buruk dan mengucapkan beberapa kata yang tidak pantas, itulah awal mula masalahnya. Niat saya sebenarnya hanya ingin menenangkannya karena tekel seperti itu bisa berujung pada kartu kuning kedua, bahkan kartu merah, sebab dia mengangkat kaki ke arah pemain saya.”
Ketika ditanya lebih lanjut tentang apa yang sebenarnya dikatakan Bellingham kepadanya, pelatih berusia 73 tahun itu menambahkan: “Tidak ada yang istimewa. Itu hanya momen emosional, ketika dia mengatakan satu kata yang seharusnya tidak ada dalam kamus kehidupan. Hal itu bisa menimbulkan sedikit percikan, tetapi kami segera bersikap profesional. Sepak bola adalah permainan untuk orang-orang pemberani – bukan untuk mereka yang menari dengan tuksedo.”
Pelatih Inggris Thomas Tuchel membela sikap Bellingham ketika dimintai komentarnya soal insiden di pinggir lapangan tersebut dan menegaskan bahwa hal itu tidak memengaruhi suasana tim. “Tidak ada yang berhasil memancing emosi kami,” ujar Tuchel. “Saya rasa itu hal yang wajar. Itu hanyalah pertukaran emosi, dan Jude berdiri membela dirinya serta tim kami. Tidak ada masalah dengan itu. Kami tetap tenang saat jeda babak pertama. Kami tahu emosi adalah bagian dari permainan, tapi kami tidak ingin teralihkan oleh hal-hal yang tidak membantu kami. Itu sudah jelas, jadi kami tenang di ruang ganti.”
Pada babak kedua, Bellingham digantikan oleh Rogers saat Inggris berusaha mencari gol kemenangan, namun pertahanan Ghana tampil solid dan kedua tim harus puas berbagi poin. Tim Tiga Singa masih memimpin Grup L dengan empat poin, unggul selisih gol atas Ghana, sementara Kroasia berada di posisi ketiga setelah menang 1-0 atas Panama. Inggris harus menghindari kekalahan dari Panama pada laga terakhir fase grup untuk memastikan tempat di babak 32 besar.