Dua Momen Bersejarah di Sambas Siap Digelar, Hari Jadi Kota Sambas dan HUT Perpindahan Ibu Kota
Madrosid June 25, 2026 10:27 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas mulai mematangkan persiapan menjelang peringatan dua momentum bersejarah, yakni Hari Jadi Kota Sambas ke-395 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Perpindahan Ibu Kota Kabupaten Sambas ke-27 pada tahun 2026.

Persiapan tersebut diawali dengan rapat koordinasi yang digelar oleh Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sambas di Aula Sayap Kiri Kantor Bupati Sambas, Rabu 24 Juni 2026.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sambas, Fery Madagaskar, didampingi Asisten I, II, dan III Setda Sambas. Pertemuan tersebut juga dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sambas serta perwakilan Kesultanan Sambas.

Disiapkan Sejak Dini

Dalam rapat tersebut, sejumlah persiapan teknis mulai dibahas, termasuk penyusunan rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 15 Juli 2026.

Baca juga: Krisis Solar Petani Jadi Perhatian, Pemkab Sambas Siapkan Solusi Konkret

Pemkab Sambas ingin memastikan seluruh agenda dapat terlaksana dengan baik sehingga masyarakat tidak hanya merasakan kemeriahan perayaan, tetapi juga memahami nilai sejarah yang terkandung dalam dua momentum penting tersebut.

Berbagai aspek teknis mulai dipetakan, mulai dari kepanitiaan, identitas kegiatan, hingga pembagian tugas kepada masing-masing perangkat daerah yang terlibat.

Persiapan Segera Dituntaskan

Sekda Sambas Fery Madagaskar menegaskan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menyukseskan agenda tahunan tersebut.

"Saya menginstruksikan agar langkah-langkah awal seperti penerbitan SK Panitia, pembuatan logo dan tagline resmi, serta penyusunan rundown kegiatan segera diselesaikan," ucap Sekda Fery Madagaskar.

Ia juga meminta setiap OPD yang ditunjuk sebagai penanggung jawab kegiatan agar segera melakukan persiapan secara maksimal sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Menurutnya, koordinasi yang baik sejak tahap awal akan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan.

Selain itu, Fery Madagaskar berharap seluruh agenda peringatan Hari Jadi Kota Sambas ke-395 dan HUT Perpindahan Ibu Kota Kabupaten Sambas ke-27 dapat berjalan lancar, meriah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, Pemkab Sambas menargetkan peringatan dua momen bersejarah tersebut dapat menjadi ajang memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah dan perjalanan Kabupaten Sambas.

Arti Lambang Pemerintah Kabupaten Sambas

Bintang Bersudut Lima Warna Emas adalah Dasar Falsafah Negara Pancasila, dimaksud bahwa Kabupaten Sambas merupakan bagian dari Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Kelopak Bunga Kapas berjumlah 17 buah, berarti tanggal 17.

Bunga Kapas berjumlah 8 buah, berarti bulan 8 (bulan Agustus).

Buah Padi berjumlah 45 buah, berarti tahun 1945.

Tangkai Padi dan Tangkai Kapas diikat menjadi satu oleh pita bersudut empat, mengandung arti Catur Karsa, yakni:

Kesungguhan

Kejujuran

Kegotongroyongan

Kekeluargaan

Catur Karsa ini dimaksudkan terlaksananya kesejahteraan yang merata, persatuan, dan kesatuan rakyat Kabupaten Sambas.

Mandau dan Tombak menggambarkan Pusaka dan Kebudayaan Rakyat Kabupaten Sambas.

Padi dan Kapas melambangkan cukup pangan dan cukup sandang.

Tulisan “Sambas” menunjukkan Kabupaten Sambas adalah salah satu wilayah kabupaten dalam Provinsi Kalimantan Barat yang merupakan satu Daerah Otonom.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.