Sosok Pria Bermasker di Balik Tewasnya ASN Bangkalan Dalam Mobil Bandara Juanda, Keluarga Beber CCTV
Musahadah June 25, 2026 12:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Fakta baru terungkap dari temuan jasad Ruly Yunis Setiawati (50) di dalam mobil dinas Toyota Innova hitam yang terparkir di area Bandara Juanda. SIdoarjo, Jawa Timur pada Rabu (24/6/2026). 

Ternyata ada sosok pria yang diduga membawa jasad Ruly di Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB. 

Hal ini terungkap dari pengecekan CCTV di loket parkir Bandara Juanda, seperti diungkap kuasa hukum keluarga Ruly, Risang Bima.  

Dari CCTV itu terpantau seorang pria mengenakan masker wajah di kursi kemudi, sementara jok depan sisi kiri posisinya direbahkan.  

"Ternyata ada (sopir) yang membawa masuk, ada orang lain dari kursi pengemudi yang mengambil tiket. Jok depan kiri direbahkan, di situ tempat duduk jenasah dalam posisi kaki menekuk," jelas Risang.  

Baca juga: Yakin Ada Unsur Pidana di Tewasnya ASN Bangkalan Dalam Mobil Parkiran Juanda, Keluarga Curigai Ini

Risang menduga Ruly dibawa ke Bandara Juanda sudah dalam keadaan meninggal dunia. 

"Dugaan kami, Ibu Ruly saat dibawa masuk ke bandara sudah dalam keadaan meninggal. Jadi memang sengaja dibawa masuk dan dibuang di bandara bersama mobilnya. Wajah sopir pakai masker pada CCTV loket parkir masuk bandara, tetapi wajah (sopir) nya jelas di CCTV saat berada di Malang," ungkapnya. 

Risang lalu membeber rentetan peristiwa sebelum Ruly ditemukan tewas di Bandara Juanda. 

Dijelaskan, Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan ini meninggalkan rumah pada Kamis (18/6/2026) pagi.

Ruly sempat video call dan share lokasi dengan keluarganya, sebelum akhirnya hilang kontak pada Sabtu siang.  

"Ibu Ruly meninggalkan rumah pada Kamis pukul 10 pagi, pada malam harinya masih sempat share lokasi di Pujon (Malang) dan video call dengan keluarga. Bahkan pada kesokan pagi hari (Sabtu), masih kontak dengan suami dan sudah lost contact pada Sabtu siang," papar Risang.  

Terputusnya jaringan komunikasi almarhumah membuat keluarga resah setelah segala upaya untuk mencari keberadaan almarhum Ruly tidak membuahkan hasil dalam tiga hari terakhir.  

Kepanikan mulai menjalari nadi anggota keluarga setelah mengetahui bahwa selain ponselnya sudah tidak aktif, Ruly sudah tidak ngantor sejak Kamis (18/6/2026).

Padahal pada malam sebelumnya, Rabu (17/6/2026), almarhumah masih terlihat di Pendapa Agung Bangkalan dalam pisah sambut Dandim 0829.  

"Hari Selasa, keluarga sudah berniat melapor ke pihak kepolisian tentankeberadaan Ibu Ruly, namun diptuskan menunggu sehari lagi. Akhirnya keeskan harinya (Rabu kemarin) pukul 11.30 WIB, mobilnya ditemukan di bandara. Kondisi jenasah sudah mengalami pembusukan lanjut," terang Risang.

Terkait hal ini polisi telah menyita barang bukti lain di antaranya ponsel dan tas korban.  

Jenazah Tiba di Rumah Duka

Setelah diotopsi lengkap, jenasah Ruly tiba di rumah duka Perumda Kota Bangkalan pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Kegiatan autopsi di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoajo yang dimulai pada Sabtu (24/6/2026) pada pukul 16.00 WIB, berakhir pada pukul 23.00 WIB.  

Isak suara tangis terdengar lirih menelusup dinginnya hawa dini hari Gang Flamboyan, Perumda yang tampak lengang dan sunyi.

Mobil jenasah ambulan yang diikuti satu mobil hanya menyalakan lampu rotator dan berhenti di bawah terop duka depan rumah nomor 18 menghadap ke arah Selatan.  

Kuasa Hukum Risang Bima Wijaya yang turut mengantarkan jenasah sejak dari RS Puedik Bhayangkara Porong, Sidoarjo, mengungkapkan, pihaknya beserta keluarga almarhumah sudah diminta keterangan oleh Polres Sidoarjo atas perkara kematian Ruly. 

"Kami dan keluarga mendapatkan informasi dari media sosial sekitar pkul 11.30 WIB, ada mobil dinas yangg biasa dipakai krban ditemukan di bandara (Juanda)  dalam keadaan banyak darah berceceran. Kami menghubungi Polres Sidoarjo, Polsek Sedati uuntu mengkonfirmasi hal itu, ternyata di sana sudah ada tim inafis di TKP," ungkap Risang.  

Detik-detik Temuan Jasad Ruly

OLAH TKP - Petugas saat mengamankan TKP dengan memasang garis polisi di TKP parkiran Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Rabu (24/6/2026).Mobil Innova plat merah milik Pemkab Bangkalan itu diketahui sudah parkir selama 4 hari.
OLAH TKP - Petugas saat mengamankan TKP dengan memasang garis polisi di TKP parkiran Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Rabu (24/6/2026).Mobil Innova plat merah milik Pemkab Bangkalan itu diketahui sudah parkir selama 4 hari. (Surya.co.id)

Ruly meninggal dunia di dalam  mobil dinas Toyota Innova warna hitam dengan nopol M 1090 GP.

Dia ditemukan pada Rabu sekira pukul 11.30 WIB oleh warga yang melintas di dekat mobil yang sedang terparkir di jalur menuju terminal 1 Bandara Juanda di Sidoarjo tersebut. 

Kecurigaan warga bermula dari bau tidak sedap yang tercium di sana.

Sejumlah driver taksi yang berada di sekitar lokasi juga curiga setelah melihat adanya cairan tidak normal keluar dari kendaraan berpelat merah itu.

Ketika didekati dan dilihat melalui kaca jendela, mereka mendapati seorang perempuan berada di dalam mobil dalam kondisi tidak bergerak.

Perempuan itu terlihat mengenakan pakaian berwarna kuning dan berjilbab.

Kondisi korban saat ditemukan sudah meninggal dunia dengan tubuh tampak membengkak dan bagian perut terlihat membesar.

Tak lama berselang, petugas kepolisian pun tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah serta mengamankan area sekitar. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab kematian korban.

“Memang benar ada penemuan jenazah di dalam mobil. Korban sudah dievakuasi, dan dibawa ke rumah sakit,” kata Kapolsek Sedati Iptu Masyita Dian Sugianto.

Di sisi lain, proses evakuasi terhadap korban yang berada di dalam mobil itu berlangsung cukup sulit karena posisi korban berada di dalam kabin mobil yang sempit. Petugas harus membuka akses secara hati-hati agar tidak mengubah kondisi di lokasi kejadian maupun barang bukti.

Evakuasi yang juga melibatkan tim Basarnas Surabaya itu butuh waktu sekira 30 menit sebelum jenazah berhasil dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Petugas masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Mohon waktu. Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga sudah mengamankan lokasi, serta berusaha mengumpulkan sejumlah keterangan terkait peristiwa ini,” kata Humas Polresta Sidoajro AKP Tri Novi Handono.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.