Polisi dan Mantan Atasan Taufik Hidayat Saling Sanggah Soal Penangkapan Pelaku Penyekapan di Bandung
jonisetiawan June 25, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Penangkapan Taufik Hidayat, pria yang menjadi buronan dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya berinisial YTR (29), memunculkan perdebatan di tengah publik.

Di saat masyarakat masih mengikuti perkembangan kasus yang menyita perhatian nasional tersebut, muncul dua versi berbeda mengenai bagaimana proses berakhirnya pelarian Taufik.

Di satu sisi, kepolisian menegaskan bahwa Taufik berhasil ditangkap melalui operasi yang dilakukan aparat.

Namun di sisi lain, mantan atasannya mengungkapkan cerita berbeda yang menyebut bahwa pelaku sebenarnya telah dibujuk untuk menyerahkan diri setelah berhari-hari hidup dalam ketakutan.

Perbedaan narasi itu kemudian menjadi sorotan, terlebih karena kasus yang menjerat Taufik telah memicu kemarahan publik setelah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan diduga mengalami penyekapan serta penganiayaan dalam waktu yang lama.

Baca juga: Mantan Bos Taufik Hidayat Minta Dedi Mulyadi Serahkan Hadiah Sayembara Rp 250 Juta ke Korban

Polisi Bantah Taufik Menyerahkan Diri

Polda Jawa Barat memastikan bahwa Taufik Hidayat tidak menyerahkan diri secara sukarela sebagaimana narasi yang berkembang di masyarakat.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa pelaku ditangkap langsung oleh Tim Resmob Polda Jabar pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di wilayah Ciparay, Kabupaten Bandung.

“Bukan menyerahkan diri, tapi kami tangkap di sekitar Bandung Raya (Ciparay),” ujar Hendra di Mapolda Jabar, Rabu (24/6/2026).

Menurut Hendra, informasi yang disampaikan sejumlah pihak tetap akan menjadi bagian dari pendalaman penyidikan. Polisi juga mengapresiasi berbagai keterangan yang diberikan masyarakat, termasuk dari Dadang Ahyar Ismail yang kini berstatus sebagai saksi.

“Itu (Dadang) salah satu saksi dan akan kami lakukan pemeriksaan. Secara visual sudah dilakukan pemeriksaan, tapi dipastikan akan ada tindak lanjut lagi untuk mendalami keterangan tersebut,” pungkas Hendra.

WANITA DISEKAP PACAR - Taufik Hidayat sempat kabur tapi balik lagi karena paranoid, keberadaan terendus lewat transaksi misterius, ditempatkan di sel khusus
WANITA DISEKAP PACAR - Taufik Hidayat sempat kabur tapi balik lagi karena paranoid, keberadaan terendus lewat transaksi misterius, ditempatkan di sel khusus (Instagram/via TribunBogor)

Pelarian Penuh Ketakutan dan Rasa Curiga

Sebelum akhirnya diamankan, Taufik diketahui sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, mengungkapkan bahwa pelaku sempat meninggalkan Bandung dan menuju beberapa daerah lain. Salah satu lokasi yang sempat disinggahinya adalah Tangerang.

“Dia sempat pergi ke Tangerang karena merasa di sana aman. Tapi di sana dia justru bingung, merasa tidak aman, hingga akhirnya kembali lagi ke Jawa Barat,” kata Rudi.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku hidup dalam ketakutan selama pelariannya. Ia merasa tidak percaya kepada siapa pun dan terus dihantui kekhawatiran akan tertangkap.

“Pelaku mengaku takut, curiga sama semua orang, dan tidak tahu mau ke mana, sampai akhirnya tiba di Majalaya dan berhasil kami tangkap,” imbuhnya.

Baca juga: Interogasi Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan di Bandung, Ungkap Detik-detik Wajah YTR Hancur

Pelaku Mengaku Menyesal

Di hadapan penyidik, Taufik disebut telah mengakui seluruh perbuatannya. Ia juga menyampaikan penyesalan atas tindakan yang diduga dilakukannya terhadap korban.

Namun demikian, pelaku berdalih bahwa berbagai tindakan kekerasan tersebut dilakukan saat dirinya berada di bawah pengaruh minuman keras.

“Dia mengaku menyesal dan berdalih melakukan itu di luar kesadaran karena konsumsi miras setiap hari. Akibatnya, setiap kali berdebat dengan kekasihnya, selalu berujung pada penganiayaan,” tutur Rudi.

Pengakuan itu kini menjadi bagian dari proses penyidikan yang masih terus berlangsung.

Versi Dadang: Pelaku Dibujuk Agar Menyerahkan Diri

Di tengah pernyataan resmi kepolisian, muncul keterangan berbeda dari Dadang Ahyar Ismail (53), mantan atasan Taufik yang rumahnya menjadi lokasi penangkapan.

Dadang mengaku bahwa dirinya terlibat dalam proses komunikasi dengan Taufik beberapa hari sebelum pelaku diamankan polisi. Menurutnya, Taufik menghubunginya dalam kondisi panik setelah mengetahui kasus yang menyeret namanya menjadi perbincangan nasional.

Saat itu, kata Dadang, pelaku meminta perlindungan dan kebingungan menentukan langkah yang harus diambil.

“Saya beri dia pilihan. Kalau lari terus pasti capek, kalau ketangkap warga bisa dihakimi sampai mati, dan kalau ketangkap polisi taruhannya bisa ditembak. Saya bilang, lebih baik menyerahkan diri,” ujar Dadang, Rabu (24/6/2026).

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Taufik akhirnya disebut bersedia mengikuti saran tersebut.

Baca juga: Telepon Sambil Panik ke Mantan Atasan, Taufik Hidayat Takut Tiba-tiba Viral, Minta Perlindungan

Polisi Datang ke Rumah Dadang

Menurut Dadang, pada Selasa pagi Taufik tiba-tiba datang ke rumahnya yang berada di Perumahan Griya Pesona, Ciparay.

Kemudian pada sore harinya, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak berwenang, polisi datang ke lokasi untuk membawa pelaku.

Dadang mengklaim bahwa proses itu berlangsung kooperatif karena sebelumnya telah ada kesepakatan bahwa dirinya akan ikut mendampingi Taufik saat dibawa oleh aparat.

“Perjanjian saya dengan Taufik, dia menyerahkan diri tapi saya ikut mendampingi. Akhirnya saat dibawa, saya ikut dari belakang. Dia kooperatif,” klaim Dadang.

Kasus yang Mengguncang Publik

Kasus ini menjadi perhatian luas setelah YTR, perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan selama bertahun-tahun oleh Taufik Hidayat di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Kondisi korban yang mengalami luka berat memicu gelombang kemarahan publik dan mendorong aparat untuk mempercepat proses pencarian terhadap pelaku.

Setelah pelarian yang berlangsung beberapa waktu, Taufik akhirnya berhasil diamankan dan kini harus menghadapi proses hukum atas berbagai dugaan tindak pidana yang disangkakan kepadanya.

***

(TribunTrends/TribunSumsel)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.