BANGKAPOS.COM, BANDUNG - Taufik Hidayat (30), tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29), perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, ditempatkan di sel khusus di Mapolda Jawa Barat.
Polisi menilai tindakan yang diduga dilakukan tersangka terhadap korban tergolong sangat sadis dan berada di luar batas kewajaran.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, Taufik akan menjalani masa penahanan seorang diri dengan pengawasan ketat melalui kamera CCTV selama 24 jam.
“Apa yang dilakukan pelaku ini sangat tidak wajar dan di luar kebiasaan perilaku seseorang terhadap kekasihnya. Ini terlalu sadis,” kata Rudi saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Rabu (24/6/2026).
Menurut Rudi, keputusan menempatkan tersangka di sel khusus diambil sebagai bagian dari pengamanan selama proses hukum berlangsung.
Polisi juga ingin memastikan seluruh aktivitas dan kondisi tersangka dapat terus dipantau.
“Taufik Hidayat akan ditahan di sel khusus dengan dipasang kamera CCTV. Nanti dia akan berada sendiri di sel itu dengan tetap dalam pengawasan,” kata Rudi Setiawan.
Sebelum ditahan, penyidik telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine terhadap tersangka.
Hasil pemeriksaan menunjukkan Taufik negatif menggunakan narkotika.
“Kami juga tadi lakukan tes narkoba ke Taufik Hidayat dan hasilnya negatif. Pelaku hanya mengakui habis minum intisari,” kata Rudi Setiawan.
Selain itu, Polda Jawa Barat berencana melibatkan ahli kejiwaan untuk memeriksa kondisi psikologis tersangka.
Pemeriksaan tersebut dilakukan guna melengkapi proses penyidikan dan pendalaman perkara sebelum berkas dilimpahkan ke tahap berikutnya.
Kasus ini menyita perhatian publik setelah YTR ditemukan dalam kondisi luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan dalam waktu lama saat tinggal bersama tersangka di sebuah kontrakan di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Sebelum ditangkap, Taufik sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jabar. Ia akhirnya menyerahkan diri setelah dibujuk mantan atasannya.
Kasus tersebut semakin menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka sayembara pribadi senilai Rp250 juta bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi akurat mengenai keberadaan tersangka.
Kini, penyidik masih mendalami kronologi serta seluruh rangkaian dugaan kekerasan yang dialami korban.
Polisi memastikan proses hukum akan terus berjalan, termasuk melalui pemeriksaan ahli kejiwaan untuk mengungkap kondisi psikologis tersangka dalam kasus yang mengundang perhatian luas masyarakat tersebut.
Sosok Dadang Ahyar Ismail (53) jadi sorotan setelah mengeklaim dirinyalah yang membujuk Taufik Hidayat (30) tersangka penyekapan dan penganiayaan pacarnya, YTR (29) menyerahkan diri ke polisi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar).
Pengakuan Dadang yang kemudian tersebar luas itu berbeda dengan keterangan kepolisian di Polda Jabar.
Pihak Polda Jabar menyatakan bahwa Taufik Hidayat ditangkap polisi di rumah kerabatnya di Perumahan Griya Pesona, Majalaya, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Lantas siapa sosok Dadang Ahyar Ismail, dan apa kaitan serta apa saja pengakuannya terkait kasus yang dihadapi Taufik Hidayat?
Dadang Ahyar Ismail adalah mantan atasan Taufik Hidayat saat masih bekerja sebagai penagih utang atau debt collector beberapa tahun lalu.
Pria kelahiran 1973 atau kini berumur 53 tahun itu, tinggal di Komplek Griya Pesona, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
"Dia memang kerja bareng saya itu 2023 sampai 2024. Pertama 2023 di Baleendah, lalu pindah 2024 di Pacet. Tapi 2025, dia kerja di tempat lain. Saya tidak tahu," kata Dadang, dikutip dari TribunJabar.id, Kamis (25/6/2026).
Selama jadi anak buahnya, lanjut Dadang, Taufik Hidayat tidak bersikap aneh.
Pelaku karakternya sama dengan pekerja lainnya dan tidak terlihat mencolok.
"Saat kerja dengan saya, sama saja dengan pegawai yang lain. Biasa saja tidak ada hal yang janggal."
"Dia bekerja dengan tugasnya masing-masing sesuai tugas yang diberikan. Lalu karakter sehari-harinya juga biasa saja, normal," urai Dadang.
Dadang dalam kesempatannya, juga mengungkap hubungan Taufik Hidayat dengan YTR.
Ia membenarkan keduanya merupakan pasangan kekasih.
Bahkan, korban diketahui jatuh cinta kepada pelaku sehingga ingin selalu bersama.
"Bahkan saking ingin bersama dengan Taufik Hidayat, perempuan itu sampai pasang tato. Katanya di tangan dan bahkan di dada," ungkap Dadang.
Dadang menyebut tempat dibekuknya Taufik Hidayat adalah miliknya.
Lokasi itulah yang menjadi tempat proses pembujukan, sebelum Taufik akhirnya menyerahkan diri kepada aparat kepolisian.
Kata Dadang, Taufik sempat menghubungi dirinya.
"Sebelum menyerahkan diri itu. TH (Taufik Hidayat) itu sebenarnya sempat menelepon saya beberapa hari lalu. Dia bilang, dia viral se-Indonesia. Terus harus gimana, dia bilang ke saya minta bantuan perlindungan ke saya," kata Dadang.
Mendengar hal tersebut, Dadang kemudian mencoba memberikan masukan kepada Taufik terkait kondisi yang sedang dihadapinya.
Dari percakapan tersebut, dirinya meminta Taufik untuk segera menyerahkan dirinya agar tidak terjadi lagi hal yang lebih parah.
"Saya bilang ke TH, pertama, kamu misalkan mau terus lari sampai kapan, pasti capek. Kedua, karena sudah ramai, kamu bisa ditangkap warga dan bisa dihakimi sampai mati. Ketiga, semisalnya ketangkap polisi, kayak di TV bisa ditembak," kata Dadang.
"Di situ saya bilang kamu milih yang mana. Lalu saya bilang, lebih baik kamu menyerahkan diri saja. Di situ dia mikir lama, sampai akhirnya TH bilang, 'Ya sudah, saya ngikut Bapak aja mau menyerahkan diri'. Ya sudah disitu saya telfon polisi," ucapnya.
Meskipun begitu, Taufik sempat tidak kunjung menyerahkan diri pascapercakapan tersebut, hingga pada akhirnya tepat pada Selasa (23/6/2026) pagi, pelaku penyekapan dan penganiayaan tersebut tiba-tiba ada di rumah Dadang.
"Pagi-pagi, saya mau berangkat kerja dia sudah di sini. Saya bingung karena saya mau berangkat kerja, dan belum nelfon polisi. Akhirnya saya bilang ke TH, 'kamu terserah mau kemana. Tapi yang jelas hari ini kamu harus nyerahin diri'," ujarnya.
Barulah pada sore harinya, Dadang mengatakan, pihak kepolisian sudah datang ke rumahnya. Lalu, beberapa saat setelah itu, TH datang ke rumahnya dan langsung menyerahkan diri kepada pihak kepolisian di Komplek Griya Pesona.
"Jadi perjanjiannya itu saya sama TH, dia menyerahkan diri, tapi saya ikut mendampingi. Akhirnya pada saat itu, saya ikut dari belakang saat TH dibawa. Dia kooperatif. Dia menyerahkan diri dan saya juga ikut mendampingi," katanya.
Pengakuan Dadang tersebut bertolak belakang dengan keterangan kepolisian.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan menegaskan lagi bahwa Taufik Hidayat ditangkap Tim Resmob Polda Jabar di Perumahan Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Selasa (23/6/2026) pukul 18.30 WIB.
Penegasan Kabid Humas ini diungkap setelah muncul narasi Taufik Hidayat menyerahkan diri ke aparat.
"Bukan menyerahkan diri, tapi kami tangkap di sekitar Bandung Raya (Ciparay)," ujarnya, Rabu (24/6/2026), di Mapolda Jabar.
Sebelumnya, kasus tersebut bermula dari YTR, wanita asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, disekap dan dianiaya selama tiga tahun oleh sang pacar, Taufik Hidayat.
YTR terakhir kali tinggal bersama TH dalam sebuah kontrakan di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Korban diantarkan dalam kondisi mengenaskan ke IGD RSHS Bandung.
Disinggung terkait ada pernyataan dari seorang warga bernama Dadang Ahyar, kata Hendra, dia menjadi saksi kunci.
"Itu salah satu saksi dan akan kami lakukan pemeriksaan. Ini secara visual sudah dilakukan pemeriksaan tapi akan ada tindaklanjut lagi," katanya.
Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan sempat menyampaikan sebelum Taufik Hidayat tertangkap di Perumahan Griya Pesona, ternyata Taufik sempat kabur ke Tangerang dan Cimahi.
"Dia (Taufik) sempat pergi ke Tangerang. Pelaku itu merasa bahwa Tangerang tempat yang aman. Tapi, di sana dia bingung dan merasa tak aman hingga kembali lagi ke Jabar.
Kami sempat menanyakan ke Taufik ini dan dia mengaku merasa takut, curiga sama semua orang, dan tak tahu mau ke mana hingga akhirnya sampailah di Majalaya dan tertangkap," katanya
Taufik Hidayat juga mengakui atas perbuatannya terhadap YTR dan mengaku menyesal.
"Dia tadi sempat menyatakan bahwa dia menyesal karena ini dilakukan di bawah kesadarannya akibat konsumsi alkohol. Setiap hari dia minum miras dan selalu berdebat dengan kekasihnya dan terjadi penganiayaan," ucapnya.
(Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama, Adi Ramadhan Pratama)