HUT Ke-18 Sigi, Kadis Perpustakaan Imron Noor Dorong Budaya Literasi Jadi Kebiasaan Masyarakat
Fadhila Amalia June 25, 2026 01:29 PM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Memasuki usia ke-18 tahun, Kabupaten Sigi terus menunjukkan kemajuan di berbagai sektor pembangunan.

Namun di balik pembangunan fisik yang terus berkembang.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi menilai bahwa kemajuan sejati lahir dari masyarakat yang memiliki budaya literasi, berpikir kritis, dan berpengetahuan.

Baca juga: Pemprov Sulteng dan BNPB Siapkan 50 Huntara bagi Penyintas Gempa di Nokilalaki Sigi

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sigi, Imron Noor, berharap momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Sigi menjadi pengingat pentingnya membangun sumber daya manusia melalui peningkatan budaya baca dan literasi masyarakat.

“Di usia ke-18 tahun ini, kami berharap budaya literasi tidak lagi menjadi program musiman, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat Kabupaten Sigi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Imron, pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan arah kemajuan daerah di masa depan.

Karena itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sigi terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mampu mendekatkan buku dan pengetahuan kepada masyarakat.

Salah satu target ingin diwujudkan adalah program Satu Desa Satu Taman Baca Aktif, di mana setiap desa memiliki taman baca atau pojok baca yang hidup, memiliki pengelola aktif, serta mendapatkan tambahan koleksi buku secara berkala.

“Kami ingin setiap desa memiliki ruang literasi yang benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Tidak hanya tersedia, tetapi aktif dan menjadi tempat belajar bagi anak-anak maupun masyarakat umum,” katanya.

Selain itu, pihaknya menargetkan peningkatan minat baca masyarakat secara signifikan melalui peningkatan jumlah kunjungan perpustakaan dan peminjaman buku hingga minimal 20 persen setiap tahun. 

Menurutnya, kunci utama meningkatkan minat baca adalah menghadirkan bahan bacaan yang dekat dengan kebutuhan dan kehidupan masyarakat Sigi.

Baca juga: Wagub Sulteng: Ayah dan Ibu Harus Bersama Mendidik Anak demi Generasi Tangguh

Tidak hanya itu, mengingat Kabupaten Sigi merupakan daerah yang memiliki potensi risiko bencana, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga berkomitmen mengembangkan konsep Perpustakaan Tanggap Bencana. 

Program tersebut diharapkan mampu menjadikan perpustakaan sebagai pusat informasi, edukasi mitigasi bencana, sekaligus ruang pemulihan bagi masyarakat terdampak.

“Kami ingin perpustakaan menjadi lebih dari sekadar tempat membaca. Ke depan perpustakaan juga dapat menjadi pusat informasi kebencanaan, menyediakan bahan bacaan mitigasi, ruang aman bagi anak-anak, hingga fasilitas pendukung saat terjadi bencana,” jelasnya.

Untuk mewujudkan berbagai target tersebut, Imron menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, komunitas literasi, BUMDes, hingga pelaku usaha lokal. Menurutnya, gerakan literasi tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan seluruh pihak.

“Kami ingin menggandeng sekolah, komunitas, BUMDes, bahkan warung kopi untuk menjadi titik-titik baca di tengah masyarakat. Menumbuhkan budaya membaca adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pada momentum HUT ke-18 Kabupaten Sigi, Imron mengajak masyarakat menjadikan buku sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari. 

Ia percaya Kabupaten Sigi yang telah berusia 18 tahun memiliki modal yang cukup untuk membangun generasi yang cerdas dan berdaya saing melalui literasi.

“Kami percaya 18 tahun Sigi sudah cukup dewasa untuk menjadikan buku sebagai sahabat. Mari rayakan HUT Kabupaten Sigi dengan janji kecil, satu warga, satu buku, satu hari,” katanya.

Baca juga: Peringatan HLUN ke-30 dan Harganas ke-33, BKKBN Sulteng Dorong Nilai Penguatan Keluarga

Ia pun menutup dengan pesan yang menjadi semangat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi, ‘Dari arsip kita belajar, dari literasi kita berkarya.’

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Sigi. Semoga semakin maju, berdaya saing, dan tetap Pakaroso,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.