Tim PKM Unsulbar Latih Petani Desa Ugi Baru Produksi Pupuk Eco-Enzyme dari Limbah Rumah Tangga
Nurhadi Hasbi June 25, 2026 02:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Ugi Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Minggu (7/6/2026).

Kegiatan tersebut menyasar petani di desa setempat.

Tim Pengabdian Kemitraan dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) Unsulbar melaksanakan pelatihan inovatif pengolahan limbah rumah tangga menjadi eco-enzyme.

Ketua tim, Ratna Sari, mengatakan pihaknya menggandeng Kelompok Tani Luhur dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Baca juga: Dosen Unsulbar Latih Petani Terapkan Smart Farming IoT dan Pembuatan Biofertilizer-QQ

Ia menjelaskan, kegiatan ini diinisiasi sebagai solusi untuk mengatasi persoalan lingkungan dan pertanian di tingkat desa.

Menurutnya, kebiasaan membuang atau membakar sampah organik rumah tangga masih kerap ditemukan di masyarakat.

Di sisi lain, para petani semakin terbebani tingginya harga pupuk kimia yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi unsur hara dan tingkat keasaman (pH) tanah.

Dorong Pertanian Organik dan Ramah Lingkungan

Ratna menjelaskan, teknologi eco-enzyme sangat mudah diterapkan, namun memiliki dampak ekologis dan ekonomis yang besar.

"Kami ingin menunjukkan bahwa sisa-sisa sayuran dan kulit buah dari dapur tidak seharusnya berakhir di tempat sampah. Melalui proses biofermentasi yang sederhana, limbah ini dapat diubah menjadi pupuk organik cair dan pestisida nabati yang dapat diproduksi sendiri oleh petani," ujar Ratna Sari dalam rilis yang diterima Tribun-Sulbar.com, Kamis (25/6/2026).

Ia mengatakan, sebanyak 25 petani anggota Kelompok Tani Luhur antusias mengikuti demonstrasi pembuatan eco-enzyme.

Bersama tim dosen dan mahasiswa pendamping, para peserta mempraktikkan langsung formula pencampuran bahan, yakni tiga bagian limbah organik segar, satu bagian molase (gula merah atau tetes tebu), dan 10 bagian air.

"Cairan ini kemudian akan difermentasi secara anaerobik atau tanpa udara selama kurang lebih tiga bulan," ujar Ratna.

Ketua Kelompok Tani Luhur, Muhammad Saleh Amme, mengapresiasi kehadiran akademisi Unsulbar yang memberikan edukasi terkait persoalan lingkungan dan pertanian di tingkat desa.

"Ini ilmu yang sangat berharga dan tepat sasaran bagi kami," ucapnya.

Saleh mengatakan, selama ini petani sangat bergantung pada pupuk kimia.

Menurutnya, jika eco-enzyme dapat diproduksi secara rutin, biaya tanam petani akan lebih hemat.

"Selain itu, tanah sawah kami bisa subur kembali seperti dulu," katanya.

Pelatihan pembuatan pupuk organik pagi petani Desa Ugi Baru Kabupaten Polman
PENGABDIAN - Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Ugi Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Minggu (7/6/2026). Pengabdian masyarakat menyas

Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan teknologi yang berkelanjutan, tim pengabdian Unsulbar menyerahkan bantuan berupa tiga unit starter kit fermentor anaerobik berkapasitas 20 liter kepada Kelompok Tani Luhur.

Bantuan tersebut dilengkapi sistem water trap dan langsung dimanfaatkan warga untuk memproduksi eco-enzyme batch perdana.

Tidak hanya menargetkan perbaikan kualitas lahan percontohan, program kemitraan ini juga diproyeksikan menjadi cikal bakal terbentuknya unit usaha rintisan di desa.

Ke depan, Kelompok Tani Luhur diharapkan mampu memproduksi eco-enzyme dalam kemasan siap pakai untuk dipasarkan.

Program tersebut diharapkan dapat membuka sumber pendapatan baru sekaligus menjadikan Desa Ugi Baru sebagai salah satu percontohan pertanian organik dan ramah lingkungan di Sulawesi Barat.

Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini terlaksana dengan dukungan pendanaan dari DIPA Universitas Sulawesi Barat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.