TRIBUNNEWSMAKER.COM - Aksi cepat warga menyelamatkan nyawa tiga anak menjadi sorotan dalam peristiwa kebakaran yang melanda sebuah rumah di Lorong Jambu, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (24/6/2026).
Saat api mulai membesar, teriakan dan tangisan anak-anak dari dalam rumah memancing kepanikan warga sekitar. Menyadari ada penghuni yang masih terjebak, warga langsung berupaya masuk ke dalam rumah yang dalam keadaan terkunci dari luar.
Tanpa menunggu petugas datang, sejumlah warga bahu-membahu mendobrak pintu demi menyelamatkan para korban yang terperangkap di tengah kepungan asap dan kobaran api.
Salah satu warga bernama Fikri (29) menjadi orang yang ikut terlibat langsung dalam proses evakuasi tersebut. Menurutnya, fokus utama warga saat itu adalah mengeluarkan anak-anak secepat mungkin dari dalam bangunan.
"Warga ramai bukanya didobrak pakai kaki, yang adiknya duluan dievakuasi diangkat keluar rumah. Sedangkan yang paling besar saya yang angkat posisi di kamar belakang," ujar Fikri.
Setelah dua anak berhasil dibawa keluar, Fikri masih mendengar suara tangisan dari bagian belakang rumah. Ia kemudian memberanikan diri mendekati jendela untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Dengan sebagian tubuh masuk melalui jendela, ia berhasil menjangkau seorang anak perempuan yang berada di dalam kamar belakang.
"Mereka nangis semua. Yang adik-adiknya posisi di depan. Kalau yang saya keluarkan itu yang di kamar belakang, lagi bersandar dekat jendela," katanya.
Ketiga korban yang berhasil diselamatkan masing-masing berinisial NR (11), P (7), dan G (3). Mereka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit AK Gani untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka bakar dan paparan asap.
Peristiwa tersebut terjadi di rumah yang ditempati pasangan Ardian Rusli (40) dan Siska bersama lima orang anak mereka.
Baca juga: Detik-detik Pricilia Tewas saat Kebakaran Mall di Manado, Sempat Hubungi Keluarga Terjebak di Gedung
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu warga melihat api mulai muncul dari dalam rumah sebelum akhirnya membesar.
Ironisnya, ketika insiden terjadi, tiga anak berada di dalam rumah dalam kondisi terkunci dari luar. Sementara kedua orang tua mereka sedang bekerja dan tidak berada di lokasi.
Kapolsek Gandus AKP I Made Budhi Harta Kusuma mengatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
"Menurut keterangan saksi peristiwa bermula ketika api terlihat di rumah tersebut. Diduga dari korsleting tapi ada juga yang bilang kompor, itu masih didalami. Kemungkinan besar dari korsleting, selanjutnya akan didalami lebih lanjut," ujar Made Budhi, saat dijumpai di lokasi.
Polisi menyebut rumah tersebut dihuni oleh sepasang suami istri dan lima orang anak. Namun saat kejadian, hanya tiga anak yang berada di dalam rumah dan tidak dapat keluar karena pintu terkunci.
"Orangtuanya lagi bekerja posisi rumah terkunci di luar. Mereka tidak tahu kalau ada Kebakaran, sekarang orangtua anak sedang menuju ke rumah sakit," katanya.
Hingga kini, ketiga korban masih menjalani perawatan medis akibat luka yang mereka alami dalam peristiwa tersebut. Sementara aparat terus melakukan penyelidikan guna memastikan sumber api yang memicu kebakaran. (TribunNewsmaker/TribunSumsel)