Emak-Emak di Polman Ramai Berburu Peralatan Dapur, Harap Keberkahan di 10 Muharram 1448 H
Nurhadi Hasbi June 25, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Para ibu rumah tangga atau emak-emak di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), berburu peralatan dapur menyambut 10 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada Kamis (25/6/2026).

Pantauan wartawan, warga ramai mendatangi toko grosir yang berada di Jalan Trans Sulawesi, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali.

Emak-emak tampak berbelanja berbagai peralatan dapur seperti gayung, sutil, piring, sendok, hingga panci dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

Baca juga: Puasa Asyura 2026, Jadwal, Keutamaan, dan Anjuran Rasulullah SAW di Bulan Muharram

Baca juga: Tradisi Belanja Perabot saat Tahun Baru Islam di Pasangkayu, Pedagang Tunggu 10 Muharram

Mereka harus mengantre di loket pembayaran sambil menenteng barang belanjaan.

Selain itu, mereka juga tampak berdesakan memilih perabot rumah tangga di setiap etalase toko yang tersedia.

Tradisi Turun-Temurun Sambut Hari Asyura

Kebiasaan berburu perabot rumah tangga ini sudah menjadi tradisi di kalangan emak-emak sejak lama dan bertahan hingga saat ini.

Seorang warga bernama Irmayani mengatakan tradisi tersebut telah dilaksanakan secara turun-temurun.

"Itu kalau 10 Muharram, kita harus beli peralatan dapur, bisa pisau, timba, wajan juga," kata Irmayani kepada wartawan.

Dia menyampaikan tradisi 10 Muharram tersebut diajarkan oleh orang tuanya dan masih terus dilaksanakan hingga sekarang.

Ia mengaku tradisi itu telah berlangsung di keluarganya sejak zaman nenek moyang.

Meski sudah memiliki peralatan dapur di rumah, Irmayani tetap berbelanja saat 10 Muharram atau Hari Asyura.

Warga Kelurahan Manding itu menyebut ada doa dan harapan yang dipanjatkan saat membeli peralatan dapur.

"Harapannya berdoa agar rezeki, kebutuhan keluarga, dan kebutuhan dapur selalu berkecukupan," ungkapnya.

Sementara itu, pemilik toko grosir, Haerul, mengatakan lonjakan pembeli dari kalangan ibu rumah tangga mulai terjadi sejak pagi.

Mereka datang berbondong-bondong membeli perlengkapan dapur dan harus mengantre di kasir.

"Mulai sejak pagi tadi sudah ramai berdatangan. Ini sudah menjadi tradisi sejak lama dan sampai saat ini masih bertahan," terang Haerul.

Ia mengatakan warga percaya berbelanja pada 10 Muharram dapat membawa rezeki dan keberkahan dalam rumah tangga.

Haerul mengaku memperoleh omzet penjualan yang meningkat dibanding hari biasa.

Dia memprediksi warga akan terus datang berbelanja hingga malam hari dan masih ramai pada esok hari.

"Meningkat sekitar 50 persen dari hari biasanya. Ada puluhan ibu-ibu yang datang membeli, kemungkinan sampai malam," ungkapnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.