Gunung Semeru di Lumajang Erupsi Lima Kali dan Status Tetap Level III Siaga
Cak Sur June 25, 2026 02:32 PM

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan erupsi sebanyak lima kali pada Kamis (25/6/2026).

Peristiwa tersebut tercatat terjadi sejak pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Berdasarkan pengamatan visual dari Pos Pantau Gunung Semeru, letusan-letusan tersebut memuntahkan asap dengan warna putih kelabu.

Ketinggian kolom asap dilaporkan bervariasi antara 300 meter hingga 1,2 kilometer di atas puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Status Tetap Level III (Siaga)

Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Liswanto, menyatakan bahwa kondisi cuaca di sekitar gunung saat ini cenderung cerah dan berawan dengan arah angin lemah ke selatan dan barat daya.

Meskipun terjadi serangkaian erupsi, ia menegaskan bahwa status aktivitas gunung tetap berada di Level III atau Siaga.

"Asap kawah tidak teramati. Tingkat aktivitas Semeru masih level III (Siaga)," ujar Liswanto melalui keterangan tertulis resmi.

Peringatan Bahaya bagi Masyarakat

Sebagai langkah mitigasi bencana, pihak otoritas mengeluarkan serangkaian larangan aktivitas bagi warga di sekitar lereng gunung.

Berikut adalah poin penting zona bahaya yang ditetapkan:

  • Radius 5 Kilometer: Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak karena adanya ancaman lontaran batu pijar.
  • Sektor Besuk Kobokan: Warga tidak diperbolehkan beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
  • Zona Ancaman Lahar: Masyarakat diminta menjauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan untuk menghindari perluasan awan panas dan aliran lahar.

Liswanto juga menekankan kewaspadaan ekstra terhadap potensi guguran lava dan aliran lahar yang berhulu di puncak gunung.

Ancaman itu terutama berlaku di sepanjang aliran lembah, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan sungai kecil lainnya yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan.

Seluruh masyarakat juga diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta mematuhi arahan dari otoritas setempat guna menghindari risiko bahaya dari aktivitas Gunung Semeru yang masih fluktuatif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.