Akal-akalan Taufik Hidayat Kelabui Penjaga Kos Sembunyikan dan Siksa Pacar di Kamar Kontrakan
Rusaidah June 25, 2026 02:35 PM

 

POSBELITUNG.CO – Akal-akalan Taufik Hidayat mengelabui penjaga kos di Bandung, Jawa Barat terungkap.

Taufik, tersangka penganiayaan kekasih di Bandung kini ditangkap aparat Kepolisian. 

Ia baru menghuni kosan di Jalan Raya Cinunuk, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat sejak Maret 2026.

Mulyati, istri penjaga kosan Mulyati mengungkapkan akal-akalan Taufik Hidayat menyembunyikan kekasihnya bahkan menyekap korban di dalam kamar kontrakan tersebut. 

Mulyati, mengungkapkan bahwa sejak awal menempati kamar di lantai dasar pada 9 Maret 2026, gelagat pelaku sudah sangat mencurigakan. 

Saat mencari kamar kosong, Taufik menyembunyikan korban YTR di gang masuk yang berjarak sekitar 10 meter.

Ketika itu YTR masih bisa berjalan meski tertatih seperti orang sakit. 

Wajah YTR ketika itu ditutup oleh helm dan jaket berwarna abu-abu.

"Saat mau mengisi kontrakan, saya melihat YTR ada. Kondisinya bisa berjalan tetapi seperti orang yang sakit, jalannya pelan-pelan. YTR juga wajahnya tak terlihat, tertutup pakai helm dan jaket warna abu dengan wajah tertutup juga," beber Mulyati seperti dimuat TribunJabar.

Baca juga: Sederet Kontroversi Taufik Hidayat Penyekap Pacar 3 Tahun di Bandung 

Selama tinggal di sana, kamar mereka selalu dikunci rapat dari luar oleh pelaku meski hanya pergi sebentar untuk membeli makanan. 

Korban Disebut Buta Sejak Kecil 

Kepada pengelola, pria yang mengaku asal Nagreg itu berdalih menyembunyikan korban karena menderita kebutaan sejak kecil dan hendak dioperasi dengan biaya Rp10 juta menggunakan BPJS.

Pelaku juga sempat meminjam jilbab milik Mulyati untuk menyamarkan luka luar biasa di wajah korban saat dievakuasi menggunakan taksi daring menuju rumah sakit pada 9 Juni 2026.

Mulyati juga mengaku kerap mendengar dentuman keras seperti pukulan atau tendangan ke dinding dari arah kamar tengah tersebut, namun pelaku selalu mengelak tiap kali dikonfirmasi.

Karakter asli pelaku yang tempramental juga sering memicu ketegangan di lingkungan hunian yang biasanya sepi dan didominasi oleh para pekerja itu.

Bahkan pelaku juga kerap pulang dalam keadaan mabuk dan mengamuk minta dibukakan gerbang. 

"Pernah suatu waktu teriak om buka pintu om, saya mau keluar (motor di dalam gerbang). Suami saya mau tidur pun kaget. Apalagi tempramen tinggi itu saat pelaku mabuk tapi tak dilayani dengan keras oleh suami khawatir justru berkelahi," tukas Mulyati.

Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Terungkap 

Kasus penyekapan itu baru terungkap setelah korban dibawa ke rumah sakit. 

Pelaku sendiri yang membawa korban ke rumah sakit dengan menyebut korban terluka karena terjatuh.

Baca juga: Sosok Taufik Hidayat, Pekerjaan dan Alasan Gunting Bibir Pacar yang Disekapnya 3 Tahun di Bandung 

Namun pihak rumah sakit curiga dengan kondisi korban yang mengalami luka tak wajar apabila disebut terjatuh. 

Pelaku pun kabur saat hendak dimintai keterangan lebih lanjut oleh rumah sakit. 

Sebelumnya seorang wanita disekap kekasihnya di kosan di kawasan Bandung, Jawa Barat hingga babak belur dan buta. 

Wanita inisial YTR itu ditemukan babak belur di sebuah Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung usai diantarkan seorang pria yang diduga kekasihnya. 

Usut punya usut, YTR merupakan wanita yang dinyatakan hilang selama tiga tahun oleh keluarganya. 

Keluarga YTR awalnya mengira korban bekerja di Jakarta hingga akhirnya hilang kontak. 

Namun korban ternyata disekap oleh kasihnya bernama Taufik Hidayat di sebuah kosan selama tiga tahun lamanya.

Pertemuan korban dan pelaku bermula pada 2023 saat di acara konser musik.

Saat itu, korban YTR yang bekerja di kawasan Pasteur, Kota Bandung, menonton sebuah konser musik dan bertemu Taufik Hidayat.

Korban juga sempat memperkenalkan Taufik Hidayat kepada keluarganya di Rancaekek Kabupaten Bandung.

Namun kemudian korban menghilang. Keluarga sempat menghubungi korban melalui sambungan telepon namun korban seperti sengaja menghindar dari keluarga.

Bahkan keluarga sempat dibentak saat memviralkan korban yang sempat dikira keluarga menghilang.

Hingga akhirnya keluarga mendapatkan kabar korban ditemukan di UGD RSHS Bandung.

Baca juga: Sosok Kartini Muljadi Disorot Usai Cucunya Richard Muljadi yang Buron Ditangkap Kejagung

Saat di rumah sakit, korban dalam keadaan mengenaskan di mana wajahnya babak belur hingga matanya buta. 

Keluarga pun langsung melaporkan kekasih korban Taufik Hidayat ke pihak Kepolisian. 

Pihak Kepolisian sempat mengendus keberadaan pelaku namun Taufik Hidayat berhasil kabur saat hendak ditangkap Polisi. 

Polisi sendiri kesulitan menangkap pelaku karena Taufik Hidayat kerap berpindah-pindah.

Terlacak Lewat Transaksi Misterius

Meskipun pelaku berusaha bersembunyi di rumah kerabat, ruang geraknya rupanya sudah dipersempit secara digital oleh tim siber dan reserse Polda Jabar.

Jejak pelarian Taufik mulai menemui titik terang setelah ia terdeteksi melakukan beberapa aktivitas finansial atau transaksi di wilayah Majalaya pada Selasa pagi.

"Tadi pagi kami sudah berada di Majalaya dan mengikuti apa yang dilakukannya. Tadi pagi yang bersangkutan melakukan beberapa transaksi yang menjadi petunjuk bagi kami," jelas Kapolda.

Petunjuk berharga tersebut langsung direspons cepat oleh tim lapangan dengan menyisir dan mengepung seputar wilayah perumahan di Ciparay hingga pelaku berhasil diciduk tanpa perlawanan pada sore menjelang malam hari.

Dijebloskan ke Sel Khusus

Taufik Hidayat langsung dijebloskan ke sel khusus dengan pengawasan super ketat di Mapolda Jawa Barat. 

 Di dalam ruangan tahanan tersebut, Taufik Hidayat dipastikan akan mendekam seorang diri tanpa ada tahanan lain yang menemani.

Tak hanya diisolasi secara fisik, kepolisian juga memasang perangkat kamera pengawas (Closed Circuit Television/CCTV) yang mengarah langsung ke dalam kamar tahanan pelaku untuk memantau setiap gerak-geriknya selama 24 jam penuh.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkap alasan menahan Taufik di sel khusus.

Menurutnya, tingkat kekejaman yang dilakukan Taufik terhadap kekasihnya selama hampir tiga tahun terhitung sejak 2023 di wilayah Cileunyi sudah berada di luar batas kemanusiaan dan dinilai sangat tidak wajar.

Siksaan berulang yang mengakibatkan korban mengalami luka fisik berat hingga menderita kebutaan permanen membuat polisi memperlakukan tersangka dengan standar pengamanan tinggi.

 "Apa yang dilakukan pelaku ini sangat tidak wajar dan di luar kebiasaan perilaku seseorang terhadap kekasihnya alias ini terlalu sadis," tegas Irjen Pol Rudi Setiawan saat memimpin konferensi pers di Mapolda Jabar.

Baca juga: Sosok Glory Harimas Sihombing, Jual SPPG Rp100 Juta per Lokasi, Kini Tersangka Baru Kasus MBG

"Taufik Hidayat akan ditahan di sel khusus dengan dipasang kamera CCTV. Nanti dia akan berada sendiri di sel itu dengan tetap dalam pengawasan," tambahnya.

Kejiwaan Diperiksa

Sebelum dijebloskan ke dalam sel isolasi tersebut, tim kedokteran kepolisian telah melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap Taufik.

Polisi juga melakukan tes urine untuk mendeteksi adanya keterlibatan zat terlarang di dalam tubuh pria yang berprofesi sebagai debt collector ini.

"Kami juga tadi lakukan tes narkoba ke Taufik Hidayat dan hasilnya negatif. Pelaku hanya mengakui habis minum intisari," jelas Kapolda.

(TribunJabar.id/Wartakotalive.com/Kompas.com/TribunJabar.id/TribunBogor.com/Tribunnews.com/Bangkapos.com/Posbelitung.co)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.