Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung menyalurkan sebanyak 3.031 paket bantuan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas dalam momentum 10 Muharram 1448 Hijriah yang dimaknai sebagai hari lebaran yatim dan penyandang disabilitas.
Baca juga: Kemenag Ungkap Faktor Madrasah Negeri di Bandar Lampung Banjir Peminat
Kegiatan yang menjadi bagian dari program kepedulian sosial nasional tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar secara luring.
Di Lampung kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, H. Zulkarnain di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kamis (25/6/2026).
Acara ini turut melibatkan mitra lembaga zakat, ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas, serta jajaran Kemenag se-Lampung.
Zulkarnain mengatakan, peringatan 10 Muharram di Indonesia selama ini dikenal sebagai tradisi Idul Yatama atau hari raya anak yatim.
“Pada hari ini bersama Menteri Agama kita serentak se-Indonesia menyantuni anak yatim dan disabilitas. Di Provinsi Lampung kita menyalurkan sebanyak 3.031 paket bantuan,” kata Zulkarnain.
Dari total penerima tersebut, sebanyak 401 orang menerima bantuan secara simbolis dalam kegiatan yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung.
Bantuan yang diberikan berupa uang tunai, perlengkapan sekolah seperti tas dan alat tulis, hingga paket sembako yang disalurkan melalui Kemenag kabupaten dan kota.
Menurut Zulkarnain, setiap anak yatim menerima bantuan uang tunai sebesar Rp150 ribu di luar perlengkapan sekolah yang diberikan.
Ia menyebut program tersebut terlaksana melalui kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), lembaga amil zakat, serta dukungan zakat, infak, dan sedekah dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Lampung.
“Ini manfaat dari zakat, infak, dan sedekah seluruh ASN. Kita membantu mereka agar bisa merasakan kebahagiaan di momentum 10 Muharram ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zulkarnain menegaskan kegiatan santunan tidak hanya dilakukan saat Muharram.
Menurutnya, Kanwil Kemenag Lampung secara rutin menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Tidak hanya anak yatim, tetapi juga fakir miskin, marbot masjid, bahkan ada program bedah rumah dan bantuan lainnya yang bersumber dari kepedulian ASN Kemenag,” katanya.
Ia berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan.
“Dengan kebersamaan dan semangat zakat, infak, serta sedekah, kita bisa membantu umat dan memperkuat solidaritas sosial,” tandasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)