Setelah tak lagi beroperasi, eks Hotel Sultan kini memasuki fase baru yang penuh ketidakpastian. Nasib bangunannya masih menunggu keputusan pemerintah, termasuk soal kemungkinan pembongkaran.
Kuasa hukum Menteri Sekretaris Negara dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), Kharis Sucipto, mengatakan belum ada keputusan terkait pemanfaatan gedung setelah pengosongan. Saat ini, Kementerian Sekretariat Negara dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno fokus mengosongkan kawasan terlebih dulu.
"Belum diputuskan," kata Kharis di Jl. Gatot Subroto, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026), dilansir detikProperti.
Di samping itu, barang-barang yang tersisa di kawasan tersebut merupakan milik PT Indobuildco. Semua barang bergerak akan disimpan di gudang selama enam bulan untuk diambil kembali oleh pemiliknya.
Setelah kawasan Blok 15 GBK itu kosong, Kemensetneg dan PPKGBK akan melapor kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka juga akan melaporkan ke pengadilan kalau ada barang yang tidak diambil PT Indobuildco hingga batas waktu yang ditentukan.
"Kita fokus pengosongan dulu sampai kita lapor ke pengadilan nanti bahwa sudah selesai pengosongan," kata dia.
Kharis menyebutkan barang-barang yang ditinggalkan di antaranya kasur, meja, sofa, dan kursi. Proses pengemasan dan pemindahan masih berlangsung sebagai rangkaian dari eksekusi.
Sebelumnya diberitakan detikNews, Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan Danantara akan mengambil alih pengelolaan kawasan tersebut lewat Injourney. Hal itu dilakukan usai urusan di Kemensetneg selesai.
"Ya, kan kalau kita kan punya Injourney, kita punya yang namanya Meru, ya kan? Ya nanti kalau ini semua oleh... sudah selesai semua di Mensekneg, ya tentunya pengelolaannya kita akan pakai bisa Injourney, Meru, dan kan Meru juga sangat-sangat baik ya. Mungkin itu rencananya," ujar Rosan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6).
Soal nasib bangunan, ia mengungkap ada potensi bangunan itu bakal dirobohkan. Kawasan hotel itu pun akan dijadikan kawasan baru.
"Ya pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Eventually iya (bakal dirobohkan)," kata Rosan.
Selain itu, Rosan buka suara mengenai kawasan bekas Hotel Sultan bakal dijadikan sport tourism. Ia menyebut seluruh aspek di GBK akan dikembangkan sesuai standar dunia.
"Ini mungkin saya masih terlalu early ya untuk menyampaikan ini tapi tentu semuanya ada karena memang itu adalah sport jadi memang akan GBK ya tetep ada GBK-nya, tetapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta," ujarnya.





