Piala Dunia FIFA 2026: Setelah 52 Tahun, Haiti Akhirnya Cetak Gol Lagi di Panggung Terbesar Sepak Bola
Aurora Nightingale June 25, 2026 02:58 PM

Haiti mungkin telah tersingkir dari Piala Dunia FIFA tanpa meraih kemenangan, namun negara asal Karibia itu tetap memiliki alasan besar untuk merayakan pencapaian bersejarah setelah mencetak gol pertama mereka di ajang Piala Dunia dalam 52 tahun terakhir.

Kampanye Piala Dunia Haiti berakhir dengan kekalahan 4-2 dari Maroko pada Rabu, menandai kekalahan ketiga berturut-turut mereka di turnamen ini.

Momen yang telah lama ditunggu

Setelah kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974, Haiti sebenarnya sudah dipastikan tersingkir setelah menelan kekalahan dari Skotlandia dan Brasil. Namun saat menghadapi Maroko, mereka menampilkan salah satu performa terbaiknya di turnamen ini dan bahkan sempat dua kali unggul atas semifinalis Piala Dunia 2022 tersebut.

Gol pembuka terjadi pada menit ke-10 ketika Lenny Joseph membantu memaksa bola masuk ke gawang setelah menerima umpan rendah dari Jean-Kevin Duverne. FIFA kemudian mencatatnya sebagai gol bunuh diri dari penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou, namun serangan Haiti itu tetap memicu selebrasi meriah di antara para pendukung mereka.

Haiti mengejutkan Maroko dua kali

Maroko berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum, tetapi Haiti segera merespons. Wilson Isidor kembali membawa Haiti unggul dengan penyelesaian yang apik, memberikan harapan kepada para pendukung akan terjadinya kejutan besar.

Namun kualitas Maroko akhirnya terlihat jelas ketika mereka mencetak tiga gol tambahan tanpa balas untuk memastikan kemenangan 4-2 dan melaju ke babak gugur.

Pendukung tetap merayakan meski kalah

Pertandingan yang digelar di Atlanta itu dihadiri lebih dari 68.000 penonton, dengan suporter Haiti menciptakan atmosfer penuh semangat sepanjang malam.

Penggemar setia Emmanuel Joseph mengatakan bahwa gol-gol tersebut terasa seperti kemenangan tersendiri bagi negaranya.

“Kami membuat semua keramaian ini karena negara saya mencetak dua gol,” ujarnya. “Haiti akhirnya kembali ke Piala Dunia setelah 52 tahun. Untuk itu saja kami sudah bahagia.”

Banyak pendukung merasa bahwa sekadar kembali ke Piala Dunia setelah absen begitu lama sudah menjadi pencapaian yang layak dirayakan.

Pelatih bangga dengan perjuangan tim

Pelatih Haiti, Sébastien Migné, mengakui bahwa ia kecewa dengan hasil akhir, namun tetap bangga dengan cara para pemainnya bertarung melawan lawan yang lebih kuat.

“Saya kecewa untuk para penggemar Haiti, sangat kecewa,” kata Migné. “Namun kami juga berhasil menunjukkan bahwa kami memang pantas mendapatkan kualifikasi ini. Kami berada di tempat yang seharusnya.”

Pendukung seperti Francis Desir, yang datang dari Orlando bersama ayahnya untuk mendukung tim, mengatakan bahwa kembalinya Haiti ke Piala Dunia telah menyatukan para penggemar yang selama bertahun-tahun mendukung negara lain.

“Kami sudah terlalu lama absen dari Piala Dunia. Selama ini ada penggemar Argentina, penggemar Brasil. Sekarang kami punya penggemar Haiti sendiri,” ujar Desir.

Menatap masa depan

Walau perjalanan Haiti di Piala Dunia kali ini telah usai, tim berharap bahwa keikutsertaan ini menjadi awal dari babak baru, bukan sekadar kembalinya sesaat.

“Sekarang,” kata Migné, “kami perlu melakukan perbaikan dan tidak menunggu 52 tahun lagi.”

Bagi sebuah negara yang telah menunggu lebih dari setengah abad untuk kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia, dua gol melawan Maroko menjadi momen tak terlupakan sekaligus memberikan harapan akan masa depan yang lebih cerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.