Warga Pati Bisa Kuliah Sambil Kerja di Jepang, Begini Caranya
deni setiawan June 25, 2026 03:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Disnaker Kabupaten Pati menggandeng Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Stikom Bali untuk membuka peluang emas bagi pemuda lokal yang ingin kuliah sekaligus bekerja di Jepang. 

Melalui program Tokutei Ginou (TG) mandiri, para peserta berkesempatan mengantongi ijazah sarjana sekaligus membawa pulang penghasilan hingga Rp18 juta per bulan. 

Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi solusi jitu dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Pati, terutama bagi kaum pria yang kerap kesulitan bersaing di pasar kerja lokal.

Baca juga: Kan Kugantikan Tugasmu Ayah: Kisah Sekolah Rakyat Bangkitkan Asa Anak Yatim dan Broken Home di Pati

Kepala Disnaker Kabupaten Pati, Bambang Agus Yunianto menjelaskan, jalur mandiri ini sengaja dibuka untuk menyiasati ketatnya persyaratan program magang resmi dari pemerintah.

"Program ke Jepang ada magang maupun langsung kerja. Sebenarnya sudah difasilitasi pemerintah, tapi syarat terlalu sulit, kami cari gebrakan lain dengan TG mandiri."

"Mereka bisa kuliah sambil kerja di Jepang yang difasilitasi Stikom Bali," ujar Bambang kepada Tribunjateng.com, Kamis (25/6/2026).

Menurut Bambang, banyak pemuda Pati yang memiliki motivasi tinggi untuk mencari penghasilan besar, namun terbentur oleh kondisi industri lokal yang saat ini lebih banyak menyerap tenaga kerja perempuan. 

"Di Pati karena perusahaan banyak mencari perempuan sehingga yang laki-laki larinya ke luar negeri," tambahnya. 

Program ini berjalan atas koordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Sementara itu, pihak Stikom Bali sengaja membidik generasi muda di Kabupaten Pati yang selama ini terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. 

Melalui program studi Bisnis Digital, para mahasiswa nantinya akan menyandang gelar Sarjana Bisnis setelah menyelesaikan masa studi empat tahun.

• Gara-gara Bambu Petuk, Pria di Pati Tusuk Temannya 5 Kali, Buang Jasad Korban ke Waduk

Rektor ITB Stikom Bali, Dadang Hermawan memaparkan bahwa pada semester satu dan dua, mahasiswa akan mengikuti perkuliahan secara daring. 

Baru pada semester tiga dan empat, mereka akan diberangkatkan untuk magang kerja di Jepang lewat kerja sama dengan KP2MI.

"Pulang ke Indonesia dapat ijazah, pengalaman kerja operasional, networking, paspor, dan dapat dana yang cocok," kata Dadang optimis.

Mengenai rincian pembiayaan, total biaya kuliah di ITB Stikom Bali hingga lulus adalah Rp60 juta dengan target menjaring 1.000 mahasiswa setiap tahunnya. 

Dadang menilai, biaya tersebut tidak akan memberatkan karena para mahasiswa sudah berpenghasilan mandiri saat magang di Negeri Sakura.

"Biaya kuliah di Stikom Bali Rp60 juta sampai tamat. Gaji di sana Rp18 juta, biaya hidup Rp7 juta, cicilan Rp4 juta, masih ada surplus," tandas Dadang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.