Pamit ke Pujon Malang, Pejabat Bangkalan yang Tewas di Juanda Sempat Titip Pesan Terakhir ke Anak
Sarah Elnyora Rumaropen June 25, 2026 05:00 PM

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Ahmad Faisol/M Taufik

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Kematian Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan yang jasadnya ditemukan membusuk di dalam mobil dinas di parkiran Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur menyisakan misteri besar bagi pihak keluarga.

Sebelum ditemukan tewas pada Rabu (24/6/2026), pejabat asal Bangkalan ini sempat pamit kepada anak lelakinya untuk pergi menyelesaikan urusan di kawasan Pujon, Malang.

Korban bahkan sempat menitipkan pesan terakhir agar sang anak tinggal sementara waktu bersama neneknya selama ia pergi ke luar kota.

 

Jasad Ditemukan di Parkiran Bandara

Ruly Yunis Setiawati (50) adalah warga Jalan Flamboyan 18 Perumda Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Jasad ibu satu orang anak itu ditemukan sudah membusuk di dalam Toyota Innova berplat merah dengan nopol M 1090 GP yang sedang terparkir di kawasan Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Rabu pukul 11.30 WIB. 

Saat ditemukan, sejumlah perhiasan emas di tubuh korban telah hilang.

Baca juga: Wajah Sopir Diduga Bawa Jasad Pejabat Bangkalan ke Juanda Terekam Jelas di Pujon Malang

Almarhumah Ruly merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jabatan sekretaris di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan.

Dalam rutinitas kerja, Ruly sebenarnya hanya membutuhkan waktu 5 menit dari rumahnya untuk menuju kantor dinas PRKP di komplek perkantoran Pemda Bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta.

Berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh tim forensik, diduga saat ditemukan itu korban sudah meninggal dunia sekira dua sampai tiga hari.

Kondisi tersebut membuat tubuhnya sudah membengkak alias mengalami pembusukan hingga mengeluarkan bau tidak sedap.

Pamit ke Pujon Malang dan Pesan Terakhir

Sebelum ditemukan meninggal dunia secara tragis di Sidoarjo, korban sempat berkomunikasi dengan keluarganya.

Ruly diketahui meninggalkan rumah sejak satu pekan sebelumnya.

"Kamis (18/6/2026) jam 10 pagi keluar rumah, tidak pamit, keluar saja dan dianggap kerja seperti biasanya. Malamnya baru ngomong ke anaknya kalau ada urusan di Malang, bahkan sempat share loc (red-membagikan lokasi) di sebuah toko buah di Pujon," beber kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, Kamis (25/6/2026).

Baca juga: 2 Kemungkinan di Balik Tewasnya Pejabat Bangkalan di Juanda: Jasad Direbahkan, Perhiasan Hilang

Kepada anak lelaki semata wayangnya yang saat ini sudah menapaki semester IV pendidikan tinggi, almarhumah Ruly sempat menitipkan pesan.

Selama ini, mereka hanya tinggal berdua di Perumahan Lavender.

Risang menyebut, Ruly berpesan agar sang anak untuk sementara waktu tinggal bersama neneknya.

"Almarhumah bilang akan kembali dari Malang pada Sabtu. Kemudian yang video call sama adiknya pada malam Sabtu, membahas urusan pakain untuk keperluan wisuda adiknya," beber Risang.

Hilangnya Perhiasan dan Temuan Luka Robek

Kejanggalan besar mencuat karena almarhumah dikenal kerap mengenakan perhiasan dalam kesehariannya.

Risang memaparkan kondisi tersebut usai menghadiri prosesi pemakaman pada Kamis pagi.

"Semua kenal almarhumah sebagai sosok yang baik, senang memakai perhiasan emas, a preng-krempeng (penuh perhiasan) di jemari, kedua telingan, hingga di lengan. Cuci piring di rumah tetap pakai perhiasan, semua tahu alhamarhumah begitu," ungkap Risang.

Namun, ketika jasadnya ditemukan di dalam kendaraan mobil dinas atau menjelang dilakukan tindakan autopsi, Risang menyebutkan perhiasan anting di telinga kiri korban sudah tidak ada dan hanya menyisakan perhiasan anting di telinga sisi kanan.

"Keterangan dari rumah sakit berdasarkan hasil pemeriksaan luar, ada luka robek di telinga kiri akibat benturan benda tumpul. Perhiasan kalung dan gelang juga tidak ada, cincin yang tersisa hanya di jari manis jemari tangan kiri," papar Risang.

Baca juga: Fakta Jasad Perempuan dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda, Bupati Bangkalan : Itu Mobil Dinas Kami

Tindakan autopsi sendiri telah dilakukan secara menyeluruh sebagaimana permintaan dari pihak keluarga untuk menguak penyebab kematian almarhumah pada Rabu (24/6/2026).

Kegiatan autopsi yang digelar di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo tersebut berlangsung selama sekitar tujuh jam sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

"Orang meninggal dunia itu kan ada dua sebab, pendarahan di otak dan kinerja jantung terhenti. Satu jam yang lalu kami sudah konfirmasi ke pihak penyidik bahwa hasil autopsi belum keluar," jelas Risang.

Isu Kehamilan Terbantah Hasil Visum

Tim Forensik RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan bekas luka di tubuh Ruly Yunis Setiawati.

Hasil visum terhadap perempuan 50 tahun itu menemukan adanya luka robek pada telinga kiri yang diduga akibat benturan atau kekerasan benda tumpul.

Selain itu, visum yang dilakukan tim forensik di Porong, Sidoarjo tersebut juga menemukan adanya pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata korban.

Sementara itu, terkait kondisi perut korban yang tampak membesar, tim medis menegaskan hal tersebut murni terjadi karena faktor biologis pasca-kematian.

Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad dalam Mobil Pelat Merah di Bandara Juanda, Identitasnya dari Bangkalan

Dari hasil pemeriksaan, memang seluruh organ tubuh korban sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan.

“Perut yang membesar itu bukan karena kehamilan. Tapi akibat proses pembusukan pada jenazah,” kata Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, Kamis (25/6/2026).

AKBP Ni Made Wiatini menambahkan, tim forensik cuma bertugas untuk memeriksa jenazah korban.

Sedangkan pihak yang berwenang untuk menyimpulkan apakah kematian korban ini akibat pembunuhan atau karena penyebab lain adalah penyidik kepolisian.

Hasil pemeriksaan lokasi kejadian, keterangan sejumlah saksi, dan hasil visum itu pun saat ini sedang didalami oleh penyidik untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Sekarang ini, tim forensik juga masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan terhadap sampel organ dan sejumlah bagian tubuh yang telah diambil untuk kepentingan laboratorium.

Hasil laboratorium tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab pasti kematian perempuan di dalam mobil Innova tersebut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.