Tribunlampung.co.id, Sidoarjo - Tabir misteri di balik penemuan jenazah Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), mulai terkuak.
Baca juga: Karyawati Bank Ditemukan Tewas di Kontrakan, Jenazah Langsung Dievakuasi ke RS Pratama
Korban yang ditemukan membusuk di dalam mobil dinas Toyota Innova hitam di area Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, dipastikan sengaja dibuang oleh seorang pria misterius.
Fakta mengerikan ini terbongkar melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di loket masuk parkir Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026) sekira pukul 16.00 WIB.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima, mengungkapkan bahwa dalam rekaman tersebut terlihat jelas mobil berpelat dinas M 1090 GP itu dikemudikan oleh orang lain, bukan Ruly.
"Ternyata ada (sopir) yang membawa masuk, ada orang lain dari kursi pengemudi yang mengambil tiket. Jok depan kiri direbahkan, di situ tempat duduk jenazah dalam posisi kaki menekuk," ungkap Risang membeberkan bukti rekaman CCTV, dilansir Surya.co.id.
Guna menutupi kejahatannya, pria misterius di kursi kemudi tersebut sengaja mengenakan masker wajah saat bertransaksi di loket bandara.
Meski demikian, pelarian sang sopir tampaknya tidak akan lama. Risang menyebut jejak digital pelaku sempat terekam tanpa masker di area lain sebelum memasuki bandara.
"Wajah sopirnya pakai masker pada CCTV loket parkir masuk bandara, tetapi wajahnya jelas (terlihat) di CCTV saat berada di Malang," tegasnya.
Berdasarkan posisi jok kiri depan yang sengaja direbahkan, pihak keluarga menduga kuat bahwa Ruly sebenarnya sudah dalam kondisi meninggal dunia saat dibawa masuk ke area bandara.
Pelaku disinyalir sengaja memilih Bandara Juanda sebagai lokasi pembuangan demi menyamarkan jejak pembunuhan sekaligus menelantarkan korban bersama mobil dinasnya.
Rentetan peristiwa kelam ini bermula ketika pejabat eselon III tersebut berpamitan meninggalkan rumah pada Kamis (18/6/2026) sekira pukul 10.00 WIB.
Pada malam harinya, Ruly sebenarnya masih sempat melakukan panggilan video (video call) dan membagikan titik lokasinya (share loc) yang berada di kawasan Pujon, Malang, kepada pihak keluarga.
Komunikasi terakhir terjadi pada Sabtu pagi dengan sang suami, sebelum akhirnya ponsel Ruly mendadak mati total dan kehilangan kontak pada siang harinya.
Kepanikan mulai menjalar setelah keluarga mengetahui Ruly tidak pernah lagi masuk kantor sejak Kamis, padahal pada Rabu (17/6/2026) malam, ia masih menghadiri acara pisah sambut Dandim di Pendapa Agung Bangkalan.
Setelah tiga hari pencarian mandiri menemui jalan buntu, pihak keluarga dikejutkan oleh kabar viral di media sosial pada Rabu (24/6/2026) sekira pukul 11.30 WIB mengenai penemuan mobil dinas korban di jalur menuju Terminal 1 Bandara Juanda.
Tragisnya, Ruly ditemukan berada di dalam kabin dalam kondisi berpakaian kuning, berjilbab, dan tubuhnya sudah mengalami pembusukan lanjut.
Penemuan itu pertama kali diendus oleh warga dan para pengemudi taksi bandara yang menaruh curiga pada bau busuk menyengat dan adanya cairan aneh yang menetes dari sela-sela pintu mobil dinas tersebut.
Proses evakuasi yang melibatkan tim Basarnas Surabaya pun berjalan dramatis dan membutuhkan waktu 30 menit karena ruang kabin yang sempit dan dipenuhi ceceran darah.
Kini, jenazah Ruly telah tiba di rumah duka di Perumda Kota Bangkalan pada Kamis (25/6/2026) dini hari usai menjalani proses autopsi maraton selama tujuh jam di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo.
Pihak Satreskrim Polresta Sidoarjo bersama Polsek Sedati pun bergerak cepat mengamankan barang bukti berupa tas dan ponsel korban guna memburu sosok pria bermasker yang menjadi dalang utama di balik kematian tragis sang Sekretaris Dinas.