TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMAN 1 Tarakan Kalimantan Utara hari ini, Kamis (25/6/2026) memasuki hari terakhir.
Hingga siang hari, SMAN 1 Tarakan masih membuka pendaftaran SPMB jalur domisili sampai pukul 12.00 WITA, sedamgkan tiga jalur lainnya yakni prestasi, afirmasi dan mutasi telah ditutup lebih dulu pada 20 Juni 2026.
Kepala SMAN 1 Tarakan, Jasmine, mengatakan seluruh proses pelaksanaan SPMB berjalan sesuai petunjuk teknis (Juknis) yang ditetapkan Pemprov Kaltara.
"Mulai dari pelaksanaan tanggal 17, ada tiga jalur yang kita buka ketika itu, yaitu prestasi, afirmasi dan mutasi sampai tanggal 20. Nah kemarin 21 dini hari itu kita juga sudah buka jalur domisili. Sampai insya Allah hari ini tanggal 25 tepat pukul 12.00 kita tutup," ungkap Jasmine.
Jasmine menegaskan pihaknya menjalankan seluruh tahapan penerimaan siswa baru secara tegak lurus mengacu pada aturan yang telah ditetapkan.
Baca juga: SPMB di SMKN 1 Tarakan Jalur Reguler Masih Berlangsung hingga 25 Juni 2026, Terima 396 Siswa Baru
"Nah kita tetap mengacu kepada Juknis yang ada. Jadi kita tegak lurus dengan Juknis yang sudah dikeluarkan sebagai SK oleh Pak Gubernur Kalimantan Utara terkait dengan itu," ujarnya.
Jasmine menjelaskan kuota penerimaan peserta didik baru di SMAN 1 Tarakan tahun ini sebanyak 432 siswa dengan pembagian kuota berdasarkan empat jalur penerimaan.
"Yang pembagiannya memang sudah ada prosentasenya. Yaitu untuk prestasi kita 35 persen, afirmasi kita 30 persen, mutasi itu 5 persen dan domisili ini 30 persen," jelasnya.
Khusus jalur domisili, kuota awal yang disediakan sebanyak 130 siswa atau 30 persen dari total daya tampung. Namun jumlah tersebut bertambah setelah kuota jalur mutasi tidak terpenuhi.
"Kalau untuk domisili ini yang tadinya dari 432 jumlahnya prosentasenya itu 30 persen, itu kan 130. Tapi kita tambah 5 orang karena di jalur mutasi itu tidak memenuhi kuota," katanya.
Menurut Jasmine, kuota mutasi yang seharusnya berjumlah 21 siswa hanya terisi 16 peserta yang memenuhi persyaratan. Sesuai ketentuan dalam Juknis, sisa kuota tersebut kemudian dialihkan ke jalur domisili.
Baca juga: SPMB SMAN 1 Tarakan Buka 17 Juni untuk Tiga Jalur, Terima 432 Siswa Baru, Siapkan 12 Rombel
"Seharusnya kan kita terima 21, tapi tidak memenuhi kuota, dia cuma 16. Nah sesuai dengan Juknis itu dipindahkan ke jalur domisili. Nah kita pindahkan dari 130 menjadi 135," ujarnya.
Hingga menjelang penutupan pendaftaran, nilai terendah yang masih bertahan pada jalur domisili berada di angka 87,45.
"Untuk poin terendah terakhir itu 87,45. Di bawah itu sudah masuk garis kuning," katanya.
Jasmine menegaskan meski proses pendaftaran segera ditutup, pihak sekolah tetap bersiaga untuk melakukan verifikasi data pendaftar yang masuk hingga batas waktu yang ditentukan.
"Jam 12.00 Wita sudah ditutup. Nah prinsip SPMB yang ada di SMA Negeri 1 Tarakan, kita objektif, kita transparan, terbuka dan juga tidak diskriminasi sesuai dengan empat jalur itu. Kalau memang kuotanya dan bisa masuk sesuai dengan persyaratan, kita terima dengan baik untuk memenuhi kuota 432 itu," tegasnya.
Ia memastikan seluruh proses seleksi dilakukan sesuai aturan tanpa intervensi pihak manapun.
"Alhamdulillah kita tidak pernah bermain, apalagi kongkalikong dan sebagainya. Kita melaksanakan sesuai dengan Juknis, terukur dan adil kita laksanakan," ujarnya.
Menurut Jasmine, tadi pagi hanya jalur domisili yang masih dibuka. Ia menambahkan kuota domisili yang kini berjumlah 135 siswa bukan karena menjadi jalur terbesar, melainkan akibat penambahan kuota dari jalur mutasi yang tidak terisi penuh.
"Kalau kuotanya sebenarnya kemarin itu prosentasenya prestasi kita 35 persen. Kalau ini kan cuma tambah lima murid saja karena kuota mutasi tadi tidak terpenuhi. Jadi yang lima itu tidak ke mana-mana tapi dialihkan ke domisili," jelasnya.
Selain domisili, Jasmine mengungkapkan terdapat sejumlah peserta yang tidak lolos seleksi pada jalur afirmasi maupun prestasi. Namun peserta tersebut masih memiliki kesempatan memperbaiki data dan memilih sekolah lain sesuai mekanisme yang berlaku.
"Kalau dia terlempar, nanti ada perbaikan data. Terkait dengan itu mereka bisa memilih ke sekolah lain," ujarnya.
Dari sisi pelaksanaan, Jasmine memastikan tidak ada kendala berarti selama proses SPMB berlangsung.
"Kalau untuk jaringan kita normal, stabil. Apalagi kita juga sudah komunikasi ke pihak-pihak terkait termasuk listrik," tukasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah