Kenali Aljabar, Nama Orang atau Formula Matematika, Ya?
Joko Widiyarso June 25, 2026 05:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Aljabar merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang menggunakan huruf untuk mewakili nilai dalam proses pemecahan suatu masalah matematika.

Aljabar biasa digunakan untuk mencari suatu hal yang belum ada nilainya.  

Banyak orang menganggap aljabar sebagai materi matematika yang sulit karena melibatkan banyak huruf dan rumus.

Padahal, konsep ini memungkinkan kita untuk membuat model matematika dari situasi nyata di kehidupan sehari-hari.

Tanpa disadari, konsep aljabar banyak digunakan di kehidupan sehari-hari.

Misalnya, ketika hendak menghitung sisa uang setelah berbelanja, memperkirakan waktu perjalanan, atau memperkirakan jumlah barang yang akan dibeli.

Kita menggunakan cara berpikir dengan konsep aljabar ketika menghitung sesuatu yang belum ada nilainya.

Oleh karena itu, mempelajari aljabar tidak hanya membantu dalam pelajaran matematika di sekolah, tetapi juga melatih kemampuan berpikir logis dan memecahkan masalah.

20262506 - Bentuk aljabar
Bentuk dasar aljabar.

 

Sejarah Aljabar

Aljabar sudah ditemukan sejak ribuan tahun yang lalu.

Ribuan tahun yang lalu, bangsa Mesir dan Babilonia Kuno mulai menggunakan cara-cara sederhana untuk menyelesaikan masalah terkait angka yang belum diketahui.

Namun, perkembangan aljabar yang lebih teratur dimulai sejak abad ke-9 oleh seorang ilmuwan dari Persia bernama Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi.

Ia menulis sebuah buku yang membahas tentang cara menyelesaikan berbagai jenis persamaan matematika.

Kata "aljabar" berasal dari bahasa Arab, yaitu al-jabr (الجبر).

Al-jabr (الجبر) berarti "menyatukan kembali" atau "melengkapi".

Dari karya Al-Khwarizmi, ilmu aljabar kemudian berkembang ke berbagai negara dan menjadi salah satu dasar penting dalam matematika modern.

Berkat perannya yang besar, Al-Khwarizmi dijuluki sebagai "Bapak Aljabar".

Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi atau Bapak Aljabar. (Sumber: Wikimedia Commons)

 

Unsur-unsur Dasar Aljabar

Contoh: 5x + 10 = 50

Aljabar tersusun atas beberapa unsur, yaitu:

  • Variabel, merupakan huruf atau simbol lain yang mewakili nilai.
    Pada contoh di atas, “x” merupakan variabel.
  • Koefisien, merupakan angka yang berada tepat di depan variabel, berfungsi sebagai pengali.
    Pada contoh di atas, “5” merupakan koefisien.
  • Konstanta, merupakan bilangan yang nilainya tetap (tidak terikat dengan variabel).
    Pada contoh di atas, “10” dan “50” merupakan konstanta.

 

Contoh Permasalahan dengan Konsep Aljabar

Mawar dan Melati memiliki permen dengan total 25 buah.

Mawar memiliki 18 permen.

Lalu, berapakah total permen milik Melati?

Untuk mencari total permen milik Melati, kita akan menggunakan konsep aljabar.

Total permen milik Melati yang belum diketahui nilainya disimbolkan dengan huruf x.

Maka, persamaannya menjadi:

18 + x = 25

x = 25-18

x = 7

Dengan menggunakan konsep aljabar, diketahui bahwa total permen milik Melati adalah 7 buah permen.

 

Pada akhirnya, aljabar bukan hanya sekadar kumpulan rumus dan simbol yang harus dihafal.

Aljabar merupakan bahasa matematika yang membantu manusia memecahkan berbagai permasalahan di kehidupan sehari-hari. 

Dengan memahami konsep, sejarah, dan formula dasarnya, seseorang akan lebih mudah mengembangkan kemampuan berpikir analitis. 

Tak hanya itu, setelah memahami konsep aljabar, seseorang diharapkan dapat menerapkan matematika dalam berbagai bidang ilmu serta aktivitas sehari-hari.

 

(MG Hasna Aulia Syafitri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.