TRIBUNJOGJA.COM - Aljabar merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang menggunakan huruf untuk mewakili nilai dalam proses pemecahan suatu masalah matematika.
Aljabar biasa digunakan untuk mencari suatu hal yang belum ada nilainya.
Banyak orang menganggap aljabar sebagai materi matematika yang sulit karena melibatkan banyak huruf dan rumus.
Padahal, konsep ini memungkinkan kita untuk membuat model matematika dari situasi nyata di kehidupan sehari-hari.
Tanpa disadari, konsep aljabar banyak digunakan di kehidupan sehari-hari.
Misalnya, ketika hendak menghitung sisa uang setelah berbelanja, memperkirakan waktu perjalanan, atau memperkirakan jumlah barang yang akan dibeli.
Kita menggunakan cara berpikir dengan konsep aljabar ketika menghitung sesuatu yang belum ada nilainya.
Oleh karena itu, mempelajari aljabar tidak hanya membantu dalam pelajaran matematika di sekolah, tetapi juga melatih kemampuan berpikir logis dan memecahkan masalah.
Aljabar sudah ditemukan sejak ribuan tahun yang lalu.
Ribuan tahun yang lalu, bangsa Mesir dan Babilonia Kuno mulai menggunakan cara-cara sederhana untuk menyelesaikan masalah terkait angka yang belum diketahui.
Namun, perkembangan aljabar yang lebih teratur dimulai sejak abad ke-9 oleh seorang ilmuwan dari Persia bernama Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi.
Ia menulis sebuah buku yang membahas tentang cara menyelesaikan berbagai jenis persamaan matematika.
Kata "aljabar" berasal dari bahasa Arab, yaitu al-jabr (الجبر).
Al-jabr (الجبر) berarti "menyatukan kembali" atau "melengkapi".
Dari karya Al-Khwarizmi, ilmu aljabar kemudian berkembang ke berbagai negara dan menjadi salah satu dasar penting dalam matematika modern.
Berkat perannya yang besar, Al-Khwarizmi dijuluki sebagai "Bapak Aljabar".
Contoh: 5x + 10 = 50
Aljabar tersusun atas beberapa unsur, yaitu:
Mawar dan Melati memiliki permen dengan total 25 buah.
Mawar memiliki 18 permen.
Lalu, berapakah total permen milik Melati?
Untuk mencari total permen milik Melati, kita akan menggunakan konsep aljabar.
Total permen milik Melati yang belum diketahui nilainya disimbolkan dengan huruf x.
Maka, persamaannya menjadi:
18 + x = 25
x = 25-18
x = 7
Dengan menggunakan konsep aljabar, diketahui bahwa total permen milik Melati adalah 7 buah permen.
Pada akhirnya, aljabar bukan hanya sekadar kumpulan rumus dan simbol yang harus dihafal.
Aljabar merupakan bahasa matematika yang membantu manusia memecahkan berbagai permasalahan di kehidupan sehari-hari.
Dengan memahami konsep, sejarah, dan formula dasarnya, seseorang akan lebih mudah mengembangkan kemampuan berpikir analitis.
Tak hanya itu, setelah memahami konsep aljabar, seseorang diharapkan dapat menerapkan matematika dalam berbagai bidang ilmu serta aktivitas sehari-hari.
(MG Hasna Aulia Syafitri)