BOLASPORT.COM - Tim CFMOTO Gaviota Aspar tiba menjelang Moto3 Belanda 2026, 26-28 Juni di Sirkuit Assen sebagai pemimpin tak terbantahkan baik di klasemen pembalap maupun tim.
Maximo Quiles dan rekan setimnya, Marco Morelli, hanya memiliki sedikit waktu istirahat sejak MotoGP Ceko 2026.
Berkat podium di Brno, murid Marc Marquez ini mempertebal keunggulannya di klasemen keseluruhan ke rekor baru menjadi 65 poin.
Pemimpin kejuaraan ini semakin menjauh dari para rivalnya dan ingin mempertahankan momentum ini untuk memasuki jeda musim panas dengan keuntungan sebesar mungkin.
Quiles memimpin kejuaraan secara keseluruhan, sementara Alvaro Carpe tetap berada di posisi kedua, tertinggal 65 poin.
Ia diikuti oleh rekan setimnya Brian Uriarte, yang naik ke posisi ketiga setelah podiumnya di Brno.
Pembalap pendatang baru Moto3 ini memimpin kelompok pembalap yang hanya terpaut sepuluh poin, termasuk David Almansa di posisi keempat, Marco Morelli di posisi kelima, dan Veda Pratama di posisi keenam.
Tim Aspar masih mempertahankan keunggulan 59 poin di klasemen tim. Finis di posisi ketiga oleh Quiles juga menandai podium ke-100 Tim Aspar pada ajang Moto3, dan hampir menjadi kemenangan ke-50 tim di kelas ringan.
Dengan hasil ini di Brno, pembalap asal Murcia ini sekarang menjadi pembalap Tim Aspar kedua dengan finis tiga besar terbanyak di Moto3, dengan 17 kali, satu kali lebih banyak dari Sergio García, yang mencapai prestasi ini 16 kali antara tahun 2021 dan 2022.
Di depan mereka, David Alonso masih menonjol, setelah mengumpulkan total 23 podium selama kariernya yang cemerlang di kategori ringan.
Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team ini telah meraih delapan podium dalam sembilan balapan yang telah digelar sejauh ini, lima di antaranya kemenangan.
Performa pembalap Spanyol ini pada 2026 sangat luar biasa dan kali ini ia akan memiliki motivasi tambahan untuk berjuang meraih kemenangan ke-50 di Assen.
Pada Moto3 Belanda 2025, Quiles hanya mampu finis di posisi ke-15 di sisetelah terjatuh saat berjuang untuk meraih kemenangan.
Tetapi, pengalaman yang diperoleh sejak saat itu dan kedewasaan yang ditunjukkan pembalap muda ini dalam balapan-balapan terakhir merupakan jaminan kuat bahwa ia akan sekali lagi menjadi salah satu pembalap favorit juara pada Moto3 Belanda 2026.
"Misi kami adalah untuk terus bekerja dengan kecepatan dan kemampuan kami sendiri. Pendekatan ini berjalan dengan baik bagi kami," kata Quiles dalam siaran resmi Aspar Team.
"Kami akan mengambil beberapa hari istirahat untuk tiba di Belanda dengan motivasi yang lebih tinggi."
"Tahun lalu saya terlalu bersemangat di Assen dan membuat beberapa kesalahan, tetapi dengan apa yang telah saya pelajari sejak saat itu, saya akan berangkat dengan pola pikir yang tepat.”
Hal ini menjadi peluang pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia, meraih hasil positif pada Moto3 Belanda 2026.
Rekan setimnya, Marco Morelli, belum pernah berkompetisi di sirkuit ini di Moto3, meskipun ia tahu bagaimana rasanya menang di Assen: ia mencapai prestasi ini di balapan kedua Rookies Cup 2024.
Pembalap Argentina ini, yang melakukan comeback spektakuler dari posisi ke-25 untuk finis ketujuh di Brno, melihat balapannya terhambat oleh kesalahan di lap pertama yang mencegahnya untuk bertarung di depan.
Sekarang, Morelli ingin mengambil langkah terakhir untuk menjadi lebih konsisten dan mempertahankan posisinya di puncak klasemen.
"Saya sangat menantikan G{ Belanda. Saya pernah balapan di sirkuit ini sebelumnya, ketika saya berkompetisi di Rookies Cup dan saya sangat menyukainya," aku Morelli.
"Kami hampir tidak memiliki waktu istirahat antara balapan Brno dan Grand Prix ini, tidak ada waktu untuk berpikir, jadi saya datang dengan semangat untuk terus bekerja dan meningkatkan area yang masih perlu kami perbaiki.”