Pemkab Bengkulu Selatan Dorong Pekebun PSR Bermitra dengan PKS demi Tingkatkan Harga TBS
Rita Lismini June 25, 2026 07:39 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan mendorong kelompok pekebun yang telah mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk menjalin kemitraan langsung dengan pabrik kelapa sawit (PKS).

Langkah tersebut dilakukan agar hasil produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun yang telah diremajakan dapat terserap dengan baik dan memperoleh harga jual yang lebih kompetitif.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Arif Budiman, menjelaskan bahwa arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Bupati Bengkulu Selatan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit melalui pola kemitraan yang saling menguntungkan.

“Sesuai arahan Bupati, kami akan mendorong kelompok pekebun peserta PSR agar dapat bermitra langsung dengan pabrik kelapa sawit dalam hal pembelian tandan buah segar hasil produksi pekebun swadaya,” ujar Arif saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (25/6/2026).

Menurut Arif, kemitraan dengan PKS akan memberikan kepastian pasar sekaligus membuka peluang bagi petani untuk mendapatkan harga jual yang lebih baik.

“Harapan kita, buah sawit berkualitas yang dihasilkan dari kebun PSR memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan buah sawit rakyat yang belum diremajakan. Dengan begitu, pendapatan petani juga dapat meningkat,” tambah Arif.

Program PSR sendiri diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat karena menggunakan bibit unggul dan menerapkan pola budidaya yang lebih baik.

1.300 Hektare Sudah Direplanting

Selain mendorong kemitraan, Arif menjelaskan bahwa hingga saat ini sebanyak 1.300 hektare perkebunan kelapa sawit di Bengkulu Selatan telah diremajakan melalui program replanting. Pada tahun 2026 ini, pemerintah juga kembali mengusulkan program replanting untuk lahan seluas 500 hektare.

“Usulan ini kita harapkan nantinya dapat terealisasi lebih besar dari target yang ada. Sehingga dengan adanya program replanting yang berkelanjutan, produksi buah sawit di Bengkulu Selatan dapat terus meningkat dan tetap berkualitas,” ungkap Arif.

Ia menambahkan, program peremajaan sawit menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga produktivitas kebun rakyat yang sudah memasuki usia tua dan tidak lagi optimal dalam menghasilkan buah.

Dengan adanya kemitraan antara pekebun dan PKS, serta dukungan program replanting yang berkelanjutan, pemerintah berharap sektor perkebunan kelapa sawit di Bengkulu Selatan semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.