Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus mendorong pembangunan kolam retensi di Kota Bula tuk atasi masalah banjir.
Kolam retensi pun jadi salah satu prioritas yang diusulkan bersamaan dengan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Bula.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) SBT, Ramli Sibualamo, mengatakan kolam retensi memiliki peran penting dalam pengendalian genangan dan banjir di wilayah perkotaan.
Menurutnya, selain membutuhkan pasokan air bersih saat musim kemarau, masyarakat juga membutuhkan perlindungan dari ancaman banjir saat curah hujan tinggi.
"Selain air yang kita butuh, air itu juga bikin susah masyarakat ketika hujan. Makanya kita butuh kolam retensi," kata Ramli.
Baca juga: Kemarau Diprediksi Hingga Oktober, Pemkab SBT Siapkan Distribusi Air Bersih untuk Warga Kota Bula
Baca juga: Vonis Banding Kasus PT. Tanimbar Energi, Majelis Hakim Beratkan Hukuman 3 Terdakwa
Ia menjelaskan desain pembangunan kolam retensi sebenarnya telah disiapkan oleh balai sejak beberapa tahun lalu.
Salah satu kewajiban pemerintah daerah adalah menyediakan lahan serta dokumen lingkungan sebagai syarat utama pelaksanaan proyek.
Kata dia, proses pembebasan lahan mulai dilakukan pada akhir tahun 2025 dan dilanjutkan pada tahun anggaran 2026.
"Lahan itu milik masyarakat. Kita lakukan pembebasan pada tahun 2025 akhir, dilanjutkan 2026 pada anggarannya," jelasnya.
Ia menyebut saat ini proses penyediaan lahan dan penyusunan dokumen lingkungan telah selesai dilakukan.
Dengan rampungnya dua persyaratan tersebut, pemerintah daerah berharap proyek dapat segera memperoleh perhatian dari pemerintah pusat.
"Sudah selesai sekaligus dengan dokumen lingkungannya," tambahnya.
Pihaknya optimistis peluang pembangunan kolam retensi akan semakin besar karena kewajiban yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah telah dipenuhi.
"Kalau itu sudah selesai, pastikan di Balai sana kita dapat perhatian," tutupnya.(*)