GOAL
·25 Juni 2026
GOAL
·25 Juni 2026
Tim nasional Maroko bangkit setelah dua kali tertinggal untuk mengalahkan Haiti dengan skor 4-2 di Atlanta dan memastikan posisi kedua di Grup C. Gol bunuh diri pada menit ke-10 dan tembakan spektakuler Wilson Isidor pada menit ke-43 sempat membawa Haiti unggul dua kali, namun gol penyeimbang dari Achraf Hakimi pada menit ke-39 dan penyelesaian Ismael Saibari di masa tambahan waktu babak pertama membuat skor imbang saat turun minum.
Pemain pengganti Soufiane Rahimi dan Gessime Yassine kemudian mencetak gol masing-masing pada menit ke-78 dan ke-89 untuk melengkapi kebangkitan dramatis melawan tim Haiti yang sudah dipastikan tersingkir dan memainkan laga perpisahan untuk Johny Placide. GOAL mengulas para pemain terbaik dan yang kurang beruntung dalam laga Maroko melawan Haiti ini.
Rahimi tampil sebagai pahlawan kemenangan berkat kontribusinya yang menentukan, sekaligus membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Masuk pada menit ke-70 saat skor masih imbang 2-2, ia hanya membutuhkan delapan menit untuk mencetak gol yang membuat Maroko unggul untuk pertama kalinya dalam laga tersebut.
Golnya pada menit ke-78 dari dalam kotak penalti setelah kemelut di depan gawang mematahkan perlawanan Haiti yang sebelumnya dua kali unggul. Tak berhenti di situ, Rahimi juga menunjukkan kegigihannya di sisi lapangan sebelum dengan tidak egois memberikan umpan matang kepada Gessime Yassine untuk mencetak gol keempat Maroko pada menit ke-89.
Sebuah gol dan satu assist dalam waktu lebih dari 20 menit berhasil mengubah jalannya pertandingan yang sebelumnya sulit dikuasai Maroko. Kontribusinya yang krusial memastikan kebangkitan Maroko sekaligus mengantarkan tim tersebut lolos dari Grup C dengan tiket ke babak gugur di tangan.
Kapten Maroko, Achraf Hakimi, menampilkan performa luar biasa di dua sisi permainan yang menjaga timnya tetap hidup saat mereka dua kali tertinggal. Gol penyeimbangnya pada menit ke-39 merupakan penyelesaian kaki kiri yang tenang setelah Johny Placide menepis peluang sebelumnya, menandai gol pertamanya di Piala Dunia.
Hakimi kemudian memberikan assist untuk gol penting Saibari pada menit 45+1’ melalui umpan tarik akurat dari garis akhir. Sebelumnya, tendangan silang Hakimi pada menit ke-13 memaksa Placide melakukan penyelamatan, dan pada menit ke-30 ia hampir mencetak gol ketika berhadapan satu lawan satu tetapi kembali digagalkan kiper Haiti tersebut.
Serangan tanpa henti dari posisi bek kanan membuat pertahanan Haiti kewalahan dan menjadi pondasi kebangkitan Maroko di babak pertama. Tanpa gol dan assist dari Hakimi, Maroko kemungkinan akan tertinggal di babak pertama alih-alih menyamakan kedudukan 2-2.
Díaz menjadi pemain Maroko yang tampil paling lemah dalam laga ini, di mana efektivitas penyelesaian menjadi masalah sebelum para pemain pengganti masuk. Tembakannya pada menit ke-48 melenceng jauh di atas mistar dari posisi yang menjanjikan, menyia-nyiakan peluang emas untuk membawa timnya unggul.
Beberapa umpan buruknya juga mengganggu aliran serangan Maroko dan memberi peluang serangan balik berbahaya bagi Haiti. Kesulitannya dalam area final membuat Maroko kehilangan daya cipta yang diharapkan dari posisinya, meskipun mereka mendominasi penguasaan bola sepanjang ia berada di lapangan.
Díaz akhirnya ditarik keluar pada menit ke-70 sebagai bagian dari pergantian tiga pemain menyerang yang dilakukan Maroko. Pergantian tersebut terbukti menjadi titik balik, dengan Rahimi dan Yassine bekerja sama mencetak dua gol penentu kemenangan yang menyoroti apa yang sebelumnya kurang dari permainan Maroko.
Kevin C. Cox/Getty Images Sport via Getty Images