TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gelombang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak lagi sekadar menjadi isu teknologi. Di Bosowa Corporindo, AI mulai diposisikan sebagai fondasi baru dalam cara perusahaan mengambil keputusan, meningkatkan produktivitas, dan membangun budaya kerja berbasis data.
Komitmen itu ditegaskan melalui Bosowa Leadership Forum bertajuk AI, Performance & ERP (Latto): Driving Productivity Across Business yang mempertemukan jajaran direksi dan pimpinan seluruh unit usaha Bosowa di Makassar, Selasa (23/6/2026).
Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sistem informasi terpadu yang menghubungkan seluruh aktivitas perusahaan dalam satu platform. ERP semacam sistem saraf, yang mengumpulkan dan menghubungkan seluruh informasi.
AI adalah otaknya, yang menganalisis informasi tersebut, menemukan pola, memberi rekomendasi, bahkan memprediksi kondisi masa depan.
Karena itu, banyak perusahaan kini menggabungkan ERP dengan AI. ERP menyediakan data yang rapi, sedangkan AI mengubah data tersebut menjadi insight untuk pengambilan keputusan yang lebih cerdas.
Melalui Bosowa Leadership Forum, bukan sekadar penggunaan teknologi baru, tetapi transformasi dari perusahaan yang "data collecting" menjadi "data driven", bahkan menuju "AI driven organization". Di sinilah AI bukan lagi sekadar aplikasi, melainkan bagian dari budaya kepemimpinan dan tata kelola perusahaan.
Bosowa Leadershif Forum tersebut tidak hanya membahas implementasi AI maupun penguatan sistem Enterprise Resource Planning (ERP).
Lebih jauh, Bosowa sedang menyiapkan kesamaan cara pandang seluruh pemimpin perusahaan agar transformasi digital berjalan serempak, bukan parsial.
Forum yang dihadiri para direksi serta head dari seluruh unit usaha Bosowa Corporindo ini menjadi ruang penyamaan visi dalam memperkuat produktivitas, pengambilan keputusan berbasis data, serta kesiapan perusahaan menghadapi dinamika bisnis yang semakin kompetitif.
Rangkaian kegiatan diawali opening speech CEO Bosowa Corporindo, dilanjutkan sambutan Komisaris Utama Bosowa Corporindo, Erwin Aksa, peluncuran Bosowa+, pemaparan perkembangan Enterprise Resource Planning (ERP), penyampaian roadmap lintas unit bisnis, hingga sesi diskusi mengenai penguatan produktivitas perusahaan.
Peserta juga mengikuti sesi demonstrasi serta praktik pemanfaatan AI sebagai solusi digital yang relevan dengan kebutuhan operasional di masing-masing unit usaha.
CEO Bosowa Corporindo, Subhan Aksa, menegaskan bahwa tujuan utama forum ini adalah melahirkan keputusan-keputusan nyata yang mampu meningkatkan daya saing perusahaan melalui pola kerja yang lebih efektif, terukur, dan berbasis data.
Menurutnya, transformasi digital baru memiliki makna ketika setiap pemimpin mampu menerjemahkan teknologi menjadi perubahan dalam proses bisnis sehari-hari.
Pesan senada disampaikan Komisaris Utama Bosowa, Erwin Aksa. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi tidak ditentukan oleh kecanggihan sistem, melainkan oleh kesediaan manusia untuk berubah.
Baginya, ERP maupun AI hanyalah instrumen. Nilai sesungguhnya terletak pada komitmen organisasi untuk membangun disiplin, meningkatkan efisiensi, dan menjadikan data sebagai dasar dalam setiap pengambilan keputusan.
Perspektif itu menunjukkan bahwa tantangan terbesar transformasi digital bukan berada pada perangkat lunak, melainkan pada perubahan budaya organisasi.
Dalam forum tersebut, Bosowa juga meluncurkan Bosowa+, memaparkan perkembangan implementasi ERP, menyusun roadmap lintas unit bisnis, hingga menghadirkan demonstrasi pemanfaatan AI yang dapat langsung diaplikasikan dalam aktivitas operasional perusahaan.
Seluruh rangkaian itu menjadi bagian dari upaya membangun sistem kerja yang semakin terintegrasi, memperkuat kolaborasi antarunit usaha, sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan di seluruh lini bisnis.
Di tengah kompetisi yang semakin ditentukan oleh kecepatan membaca data dan kemampuan beradaptasi, langkah Bosowa menunjukkan bahwa transformasi digital bukan lagi proyek teknologi semata. Ia telah menjadi strategi kepemimpinan.
Pada akhirnya, perusahaan yang mampu bertahan di era AI bukanlah yang memiliki teknologi paling mahal, melainkan yang paling cepat mengubah cara berpikir, cara bekerja, dan cara mengambil keputusan. Itulah transformasi yang sedang mulai dibangun Bosowa.(*)