TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat mengalami lima kali erupsi, Kamis (25/6/2026), sejak pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Berdasarkan hasil pengamatan Pos Pantau Gunung Semeru, erupsi menghasilkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian bervariasi antara 300 meter sampai 1,2 kilometer di atas puncak gunung.
Meski aktivitas erupsi masih tergolong relatif kecil dan belum menimbulkan dampak signifikan terhadap masyarakat, petugas tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan karena status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Liswanto, menjelaskan kondisi cuaca di kawasan gunung saat pengamatan berlangsung terpantau cerah hingga berawan, dengan arah angin bertiup lemah ke selatan dan barat daya.
"Asap kawah tidak teramati. Tingkat aktivitas Semeru masih Level III (Siaga)," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Baca juga: Update Kondisi Penambang Tertimpa Material Gunung Semeru, Kini Dinyatakan Meninggal Dunia
Seiring masih tingginya aktivitas vulkanik, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Liswanto menegaskan, potensi bahaya juga masih mengancam wilayah di luar radius tersebut.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," katanya.
Baca juga: Penambang Pasir Luka Bakar 80 Persen Tertimpa Material Panas Erupsi Semeru
Selain itu, masyarakat maupun wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru. Kawasan tersebut dinilai rawan terhadap lontaran material vulkanik berupa batu pijar.
Petugas juga mengingatkan warga untuk terus mewaspadai potensi awan panas guguran, aliran lava, serta banjir lahar yang dapat terjadi di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," bebernya.