Gempa Kembar Hari Ini Langka, 1000 Tahun Sekali Terjadi
Desy Selviany June 25, 2026 09:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Gempa kembar yang terjadi pada Kamis (25/6/2026) adalah fenomena langka yang terjadi pada lapisan bumi. 

Hal itu diungkapkan Ahli Meteorologi Senior Tim Badai FOX 35, Noah Bergren usai tiga gempa besar terjadi pada hari Kamis di berbagai belahan bumi berbeda.

Diketahui pada Kamis 25 Juni 2026 waktu Indonesia terjadi gempa kembar yang terjadi di Venezuela, Jepang, dan Amerika Serikat.

California, Amerika Serikat diguncang gempa 5,6 magnitudo, kemudian disusul Venezuela diguncang gempa kembar yakni 7,2 magnitudo dan 7,5 magnitudo yang hanya berbeda beberapa detik. 

Hanya selang 30 menit, gempa terjadi di belahan dunia lain di Jepang dengan kekuatan 6,9 magnitudo. 

Ketiga gempa besar itu meski berada di zona waktu berbeda, namun terjadi kurang dari 24 jam atau di hari yang sama. 

Pengamat Meteorologi asal Amerika Serikat (AS) Noah Bergren menyebut bahwa fenomena hari ini sangat langka karena gempabumi terjadi di waktu yang sangat berdekatan namun lokasi yang berjauhan. 

Bahkan di Venezuela gempa kembar terjadi hanya selang beberapa detik saja. Lalu sekira 30 menit kemudian terjadi gempa di Jepang. 

Menurutnya probabilitas fenomena ini hanya bisa terjadi 1000 hingga 1.200 tahun sekali. 

“Aktivitas gempa bumi yang cukup langka malam ini di Bumi. Kedua kejadian ini terjadi dalam waktu 2 jam satu sama lain. 1 dari 1.000 hingga 1.200 tahun,”

“Gempa bumi “ganda” di Venezuela (dua gempa dengan magnitudo serupa di tempat yang sama persis). Gempa bumi 6,9+ yang benar-benar terpisah di tempat lain (Jepang),” tulis Bergren. 

Baca juga: Kenapa 3 Gempa Besar Terjadi di Hari yang Sama Pada 25 Juni 2026?

Bergren tidak menampik bahwa gempabumi memang selalu terjadi setiap saatnya.

Namun yang kali ini termasuk fenomena langka karena gempa besar di Venezuela terjadi di jarak begitu dekat dengan selang waktu hanya beberapa detik. 

Kemudian selang 30 menit terjadi gempa di belahan dunia lain yakni di Jepang.

“Dan ini perkiraan untuk tingkat kelangkaannya. Gempa “Doublet” memang terjadi, tapi jarak yang begitu dekat antar gempa adalah bagian yang sangat langka. Dan secara kebetulan, gempa ~7.0 lainnya terjadi kurang dari 30 menit kemudian di sisi lain dunia,” tulisnya.

Bergren pun mengungkapkan sejarah gempa kembar yang terjadi di bumi. Namun gempa kembar itu umumnya hanya terjadi di dua tempat berdekatan di waktu yang juga berdekatan.

Misalnya saja pada 27 Februari 1997 Pakistan diguncang gempa kembar dengan kekuatan 7,0 dan 6,8 magnitudo dan hanya terpisah 19 detik.

Kemudian pada 4 Maret 2021 terjadi gempa kembar di Kepulauan Kermadec, Selandia Baru dengan kekuatan masing-masing 7,3 magnitudo, 7,4 magnitudo, dan 8,1 magnitudo.

Kemudian 11 Maret 2011 gempa kembar terjadi di Tohoku, Jepang dengan kekuatan masing-masing 9,1 magnitudo, 7,9 magnitudo, dan 7,7 magnitudo.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.