Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues
TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Harga gabah kopi Gayo di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh dalam sebulan terakhir ini terus bertahan dilevel Rp 51.000 per bambu, Kamis (25/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunGayo.com, dalam sebulan terakhir harga gabah kopi terus bertahan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat para petani kopi di kabupaten Gayo Lues.
Seorang petani kopi di Blangjerango, Gayo Lues, Syaiful mengatakan harga kopi belum ada tanda-tanda kenaikan dan masih bertahan diangka Rp 51.000 per bambu.
Ia mengatakan saat ini di Kabupaten Gayo Lues belum memasuki masa panen raya.
"Para petani kopi belum memasuki musim panen raya, diperkirakan musim panen raya sekitar bulan September mendatang," sebutnya.
Secara terpisah petani kopi lainnya di Blangkejeren, Gayo Lues, Rusli mengatakan dalam beberapa bulan terakhir ini juga hasil panen para petani kopi itu menurun.
Namun tidak menyurutkan semangat para petani meski harga kopi masih stagnan.
"Para petani di Gayo Lues juga terus menggalakkan tanaman kopi. Salah satunya melalui program inisiatif pemerintah daerah yakni lewat program gerakan restorasi ekosistem kerakyatan (gretek)," sebutnya.
Sementara pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di wilayah Aceh, termasuk juga di bagian tengah Provinsi Aceh, harga kopi dijual mulai dari Rp 29.000 hingga Rp 30.000 per bambu pada Rabu (4/2/2026).
Dilansir dari Kompas.com, Kamis (25/6/2026) harga jual cherry kopi arabika di Kabupaten Bener Meriah, Aceh pada awal Februari itu menunjukkan tren positif dalam sepekan terakhir.
Kenaikan ini menjadi angin segar bagi para petani yang baru saja berjuang bangkit pascabencana hidrometeorologi akhir tahun lalu.
Petani saat itu menjual hasil panen mereka dengan harga mulai dari Rp 29.000 hingga Rp 30.000 per bambu.
Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibanding pekan lalu yang masih berada di kisaran Rp 28.000 per bambu.
"Alhamdulillah, udah di angka Rp 30.000 per bambu, ini harga tertinggi sepanjang sejarah, mudah-mudahan bisa membantu ekonomi petani pascabencana," ucap salah seorang petani kopi, Ruhdi. (*)
Baca juga: Masa Panen Raya Berakhir, Harga Kopi Arabika di Aceh Tengah Justru Merosot
Baca juga: Harga Kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah Terpantau Stabil Hari ini 15 Mei 2026
Baca juga: Harga Kopi Gayo di Bener Meriah Bertahan di Level Tinggi, Petani Berharap Stabil hingga Akhir Panen