WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Konflik pasca-perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini memasuki babak baru yang kian memanas.
Mantan personel Cherrybelle tersebut secara mengejutkan mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Langkah hukum ini diambil Sarwendah sebagai reaksi tegas untuk mematahkan narasi liar yang menyudutkan dirinya di ruang publik.
Baca juga: Demi Menjaga Kekhusyukan Umrah, Ruben Onsu Tidak Sekamar Ivan Gunawan
Selama ini, pihak Ruben Onsu menuding bahwa wanita berusia 36 tahun itu sengaja membatasi dan menghalangi aksesnya untuk bertemu dengan anak-anak mereka.
Datang dengan raut wajah tegang, wanita yang akrab disapa Wenda ini memilih bungkam seribu bahasa.
Ia langsung bergegas masuk ke dalam mobilnya setelah melangsungkan pertemuan tertutup dengan jajaran pimpinan KPAI.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk memicu perselisihan baru, melainkan untuk menyerahkan sejumlah bukti tandingan yang valid, termasuk riwayat pesan digital (chat).
Bukti ini diserahkan demi meluruskan klaim sepihak yang dilontarkan kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang.
"Ya, Bang Minola menyampaikan apa, ya kita ikutilah. Bang Minola menyampaikan chat, kita sampaikan chat juga," ujar Chris Sam Siwu dengan nada lugas.
Namun, aduan Sarwendah ke KPAI ternyata jauh lebih dalam dari sekadar urusan komunikasi harian.
Chris membeberkan bahwa kliennya telah mengirimkan surat pengaduan resmi sejak tanggal 21 dan 22 Juni 2026.
Surat tersebut menguliti seluruh dinamika pahit yang dirasakan Wenda, mulai dari urusan pola asuh hingga persoalan nafkah anak.
Baca juga: Momen Haru Ruben Onsu Bertemu Anak-anak di Bandara sebelum Berangkat Umrah, Sarwendah Menolak Bicara
Mirisnya, polemik pemenuhan hak anak ini diklaim sudah membayangi kehidupan rumah tangga mereka sejak awal masa pernikahan hingga berujung pada perceraian.
"Yang kami laporkan terkait dengan pengasuhan dan nafkah, ya. Apa materinya? Semua yang klien kami rasakan dari awal pernikahan sampai dengan saat ini," ucap Chris menambahkan.
Bagi Sarwendah, memperjuangkan masalah ini ke ranah KPAI bukanlah demi keuntungan pribadi atau mencari panggung popularitas.
Langkah ekstrem ini terpaksa ditempuh demi masa depan, kesehatan mental, serta keselamatan hak anak-anaknya yang kini terjebak di tengah pusaran konflik kedua orang tuanya.
"Ini dilakukan supaya Sarwendah memiliki rasa aman, nyaman, dan hak-hak anak menjadi prioritas utama yang harus diselamatkan dari konflik ini," tegas Chris.
Kini bola panas berada di tangan KPAI.
Publik pun menanti bagaimana lembaga perlindungan anak tersebut memediasi perseteruan dua figur publik ini, demi memastikan kepentingan terbaik bagi buah hati mereka yang tak berdosa.