Bawa Bukti Tandingan, Sarwendah Bongkar Urusan Nafkah dari Awal Nikah dengan Ruben Onsu di KPAI
Hironimus Rama June 25, 2026 09:35 PM

Laporan Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Konflik rumah tangga antara Sarwendah dan Ruben Onsu masih terus bergulir.

Tak ingin terus dipojokkan netizen, Sarwendah mengambil langkah tegas dengan menyambangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/6/2026).

Usai melakukan pertemuan tertutup dengan pimpinan KPAI, mantan personel Cherrybelle tersebut memilih bungkam.

Baca juga: Usai Bawa Anak Temui Ruben Onsu di Bandara, Sarwendah Sambangi Komnas Perempuan: Ada Apa?

Wanita yang akrab disapa Wenda ini langsung bergegas masuk ke dalam mobilnya tanpa memberikan sepatah kata pun kepada awak media yang menanti.

Terkait kedatangan tersebut, Kuasa Hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, akhirnya buka suara.

Ia menyebut kehadiran kliennya adalah untuk menyerahkan sejumlah bukti tandingan guna mematahkan narasi liar yang selama ini beredar di ruang publik—khususnya terkait tudingan bahwa Wenda menghalangi Ruben bertemu anak-anak mereka.

Sebagai respons atas bukti percakapan (chat) pembatasan akses anak yang diserahkan oleh kuasa hukum Ruben (Minola Sebayang), pihak Wenda tak ragu untuk membalas dengan menyerahkan bukti chat versi mereka kepada KPAI.

"Ya, Bang Minola menyampaikan apa, ya kita ikutilah. Bang Minola menyampaikan chat, kita sampaikan chat juga," tegas Chris Sam Siwu.

Lebih mengejutkan lagi, kedatangan Sarwendah ke KPAI ternyata tidak sekadar membahas soal akses pertemuan. Chris membeberkan bahwa Wenda turut melaporkan seluruh dinamika rumah tangganya bersama Ruben, mencakup masalah pengasuhan anak hingga urusan nafkah.

Aduan tersebut bahkan ditarik mundur jauh ke belakang, mengklaim peristiwa yang terjadi sejak awal masa pernikahan mereka hingga akhirnya berujung pada perceraian.

Laporan resmi ini sendiri telah dikirimkan Wenda melalui surat pengaduan tertulis pada tanggal 21 dan 22 Juni 2026 lalu.

"Yang kami laporkan terkait dengan pengasuhan dan nafkah, ya. Apa materinya? Semua yang klien kami rasakan dari awal pernikahan sampai dengan saat ini," ucap Chris. 

Chris menegaskan bahwa langkah yang diambil oleh ibu berusia 36 tahun ini sama sekali bukan demi keuntungan pribadi, melainkan murni demi memperjuangkan masa depan anak-anaknya di tengah badai perpisahan.

"Ini dilakukan supaya Sarwendah memiliki rasa aman, nyaman, dan hak-hak anak menjadi prioritas utama yang harus diselamatkan dari konflik ini," pungkas Chris Sam Siwu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.