Mahfud MD Sedih Mahasiswa UBK Terima Suap Rp 20 Juta terkait Demo, Bandingkan dengan Buzzer
Nathanael MoerRahardian June 25, 2026 09:56 PM

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengaku sedih jika ada mahasiswa yang mau dibayar terkait demo.

Hal itu disampaikan Mahfud merespons pengakuan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang menerima Rp 20 juta.

Ditemui di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (25/6/2026), Mahfud sebenarnya tidak kaget dengan fenomena mahasiswa dibayar.

Menurutnya, sejak dulu sudah ada kelompok kecil mahasiswa yang keluar dari arus utama perjuangan.

"Zaman saya mahasiswa dulu banyak intel-intel tuh mahasiswa, merangkap intel, merangkap jadi aktivis," kata Mahfud, dikutip dari Kompas.com pada Kamis (25/6/2026).

Mahfud lantas membandingkannya dengan buzzer pada zaman sekarang.

Terkait dugaan suap mahasiswa UBK, ia mengatakan hal itu sangat mudah ketahuan karena termasuk arus kecil.

Mahfud pun berpesan kepada mahasiswa agar jangan mau dipecah belah dan fokus saja pada perjuangan.

"Ya, sangat menyedihkan kalau sampai mahasiswa mau dibayar untuk itu," sambungnya.

Sementara itu, pihak kampus membenarkan bahwa Ketua BEM Fakultas Hukum UBK Muhammad Abdimaludin menerima Rp 20 juta.

Uang tersebut diberikan oleh oknum senior Fakultas Hukum UBK yang bersumber dari oknum polisi.

Mahasiswa diminta untuk tidak demo di depan istana dan mengalihkannya ke gedung DPR.

Artinya, uang tersebut diterima sebelum mahasiswa melakukan demo.

Namun, pada kenyataannya mereka tetap menggelar aksi di depan istana hingga akhirnya bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.