SURYA.CO.ID, SURABAYA - DPRD Jawa Timur (Jatim) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Langkah itu dilakukan melalui pengawasan ketat terhadap rekomendasi Panitia Khusus (Pansus), demi memastikan seluruh BUMD berkontribusi optimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Timur.
Ketua Komisi C DPRD Jatim, Adam Rusydi, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil rekomendasi Pansus BUMD.
Proses tersebut dilakukan guna memastikan efektivitas tata kelola perusahaan pelat merah milik Pemprov Jatim.
"Kami dari Komisi C akan melakukan follow up terkait dengan hasil dari rekomendasi tersebut," ujar Adam dalam acara BUMD Series di Surabaya, Kamis (25/6/2026).
Menurut politisi Partai Golkar tersebut, pada bulan Juli mendatang, Komisi C akan merilis hasil tindak lanjut tersebut, sembari menunggu Key Performance Indicator (KPI) dari masing-masing BUMD.
Menurut data yang ada, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim saat ini mengelola tujuh BUMD dengan saham mayoritas, yakni:
Selain itu, terdapat dua perusahaan penyertaan modal, yaitu PT SIER (25 persen) dan PT Askrida (2,953 persen).
Adam menekankan bahwa peningkatan kinerja setiap perusahaan tidak bisa disamaratakan, karena perbedaan spesifikasi bisnis dan tantangan yang dihadapi.
"Memang harus ada telaah pasti," tambahnya.
Di sisi lain, perwakilan Biro Perekonomian Jawa Timur, Kombong Pasulu, mengungkapkan data historis penyertaan modal dari pendirian hingga akhir 2025 mencapai Rp 4,15 triliun.
Dalam kurun waktu yang sama, dividen yang masuk ke kas daerah tercatat sebesar Rp 6,94 triliun.
Kegiatan diskusi yang digelar Solidaritas Pemuda Mahasiswa Merah Putih ini, turut menyoroti pentingnya keterbukaan informasi.
Kordinator kegiatan, Aqyas Sholeh, berharap tidak ada lagi tirai pembatas antara pemerintah dan publik mengenai kondisi BUMD yang selama ini dianggap eksklusif.
Kesimpulan: DPRD Jatim memastikan perbaikan tata kelola BUMD melalui evaluasi KPI dan pengawalan ketat rekomendasi Pansus demi meningkatkan kontribusi PAD.