Viral Penolakan Gorong-Gorong di Jembatan Sentong Bondowoso, Ini Penjelasan Warga dan Kades
Haorrahman June 25, 2026 09:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Video memperlihatkan adu mulut antara warga dan pekerja proyek pembangunan gorong-gorong di selatan Jembatan Sentong, Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, viral di media sosial Facebook.

Dalam video yang beredar, sejumlah warga terlihat menghentikan aktivitas pekerja di lokasi proyek. Narasi yang menyertai video menyebut penghentian pekerjaan terjadi karena masyarakat terdampak belum mendapatkan sosialisasi terkait pembangunan tersebut.

"Kata masyarakat sekitar jembatan, jika gorong-gorongnya cuma sebelah, harusnya yang dikasih gorong-gorong itu di sebelah kiri. Karena untuk menampung luapan banjir di musim hujan adalah yang sebelah kiri," demikian keterangan dalam video yang beredar di media sosial.

Baca juga: Exponak Bondowoso Tampilkan Ratusan Ternak Unggulan, Tamanan Raih Juara Umum

Sosialisasi

Kepala Desa Sukowiryo, Beni Meilandika, membenarkan bahwa warga yang terlihat dalam video tersebut merupakan warga desanya. Namun, ia menegaskan aksi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan gorong-gorong.

Menurutnya, persoalan utama yang memicu protes warga adalah kurangnya sosialisasi sebelum pekerjaan dimulai.

"Intinya bukan menolak, hanya kurangnya sosialisasi," kata Beni saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).

Beni menjelaskan, pembangunan gorong-gorong memang direncanakan berada di sisi timur jalan. Namun warga mengusulkan agar saluran tersebut dibuat tembus hingga ke seberang jalan agar fungsi drainase lebih optimal.

"Agar aliran air lancar. Karena di sana sering terdampak banjir kalau musim hujan," ujarnya.

Baca juga: Polres Bondowoso Tangkap Buronan Perampasan Motor di Tol Kalikangkung Jateng

Masukan warga berkaitan dengan kondisi lingkungan di sekitar Jembatan Sentong yang kerap mengalami genangan saat musim hujan. Mereka menilai sistem drainase perlu dirancang mampu menampung dan mengalirkan debit air secara maksimal agar tidak memicu banjir di kawasan permukiman.

Karena itu, warga meminta agar aspirasi mereka dipertimbangkan sebelum pembangunan dilanjutkan.

Baca juga: Kasus Pemukulan Perawat RSUD Bondowoso, Polisi Tetapkan ASN Jadi Tersangka

Pertemuan

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Pemerintah Desa Sukowiryo berencana mempertemukan warga dengan pihak pelaksana proyek dalam waktu dekat.

Langkah ini dilakukan agar terjadi kesepahaman terkait desain gorong-gorong sekaligus memastikan pembangunan dapat kembali berjalan tanpa hambatan.

Proyek Terkait Pembangunan Kembali Jembatan Sentong

Pembangunan gorong-gorong tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan kembali Jembatan Sentong atau Jembatan Nangkaan yang ambruk pada akhir Februari 2026.

Sejak jembatan itu putus, arus lalu lintas di jalur utama penghubung Jember-Bondowoso dialihkan ke jalur alternatif. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan di kawasan sekitar jembatan.

Pantauan di lokasi, Kamis (25/6/2026) menunjukkan area pembangunan gorong-gorong tampak sepi. Tidak terlihat aktivitas pekerja pascaviralnya video adu mulut antara warga dan pelaksana proyek yang beredar di media sosial.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.