Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha mengatakan pemerintah menerima data evaluasi dari platform pengaliran (streaming) Spotify di Jakarta pada Kamis (25/6), yang menunjukkan bahwa musik Indonesia telah berhasil menguasai 80 persen tangga lagu teratas (top chart).
Giring mengatakan data tersebut rencananya akan dibawa oleh pemerintah, melalui Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif, ke Konferensi Musik Indonesia pada Oktober mendatang di Makassar.
"Kami sangat bahagia mendengar (paparan) data dari Spotify bahwa musik Indonesia sudah menuju ke tempat yang jauh lebih baik," kata Giring Ganesha kepada ANTARA usai menghadiri acara "Spotify Loud & Clear Indonesia 2026" di Jakarta pada Kamis.
Giring menilai informasi data digital ini memberikan dampak penting bagi arah kebijakan industri kreatif nasional.
Pemerintah bermaksud menggunakan data tersebut untuk menyusun rekomendasi kebijakan agar ekosistem musik tanah air bisa tumbuh lebih adil dan merata.
Kepala Bagian Musik Spotify Asia Tenggara Kossy Ng memaparkan dalam diskusi panel bahwa dampak dari tingginya apresiasi pendengar ini adalah kenaikan pertumbuhan royalti musik dari Indonesia sebesar 16 persen secara tahunan.
Spotify saat ini berfokus memperkuat fitur digital agar masyarakat bisa membangun hubungan emosional yang lebih personal dengan musisi idola mereka.
"Ini sebenarnya bukan sekadar tentang 'streams' (pemutaran lagu). Kami tidak ingin hanya meningkatkan jumlah pemutaran. Apa yang mereka (para musisi) bicarakan pada diskusi panel ini mengenai koneksi pendengar yang lebih mendalam adalah hal yang tepat yang sedang coba kami bangun," ujar Kossy Ng.
Penyanyi Idgitaf yang juga menjadi pembicara dalam diskusi panel itu, mengonfirmasi dampak positif fitur digital platform tersebut dalam menjaga keterhubungan dengan komunitas pendengarnya di berbagai daerah.
"Saya sangat senang bahwa Spotify memiliki banyak fitur yang membantu musisi terhubung dengan penggemar, termasuk lewat siniar (podcast) video. Jadi ketika mereka kecewa karena kami tidak datang ke kota mereka, setidaknya mereka bisa mendengar lagu atau menonton videonya," tutur Idgitaf.
Dukungan terhadap perkembangan positif ekosistem musik digital juga disuarakan oleh grup musik Reality Club. Vokalis Reality Club, Fathia Izzati, yang hadir sebagai pembicara diskusi panel bersama rekan segrupnya Faiz Novascotia Saripudin dan Nugi Wicaksono, menyampaikan optimisme mereka mengenai kesehatan industri musik tanah air saat ini.





