TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemotongan sejumlah pohon di kawasan Simpanglima Semarang yang belakangan menjadi sorotan publik turut mendapat perhatian dari DPRD Kota Semarang.
Komisi C DPRD Kota Semarang berharap penataan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang diikuti dengan peremajaan pohon.
Baca juga: Manajemen Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Hotel Grand Arkenso Simpanglima Semarang
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto mengaku belum mengetahui secara rinci konsep penataan yang sedang dilakukan di kawasan Simpanglima.
"Ya, karena saya juga belum tahu gambarannya itu," kata Danur.
Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti bentuk penataan yang akan dilakukan setelah pemotongan pohon tersebut.
"Kita kan belum tahu persis gambarannya seperti apa. Tapi kok kita berpositif thinking-nya tuh begini, barangkali itu nanti ada penataan ulang sama pembersihan toh itu?" ujarnya memastikan.
Danur mengatakan, apabila pemotongan dilakukan dalam rangka penataan kawasan, maka pemerintah sebagai pemangku kebijakan tentu telah memiliki perencanaan lanjutan, termasuk penanaman kembali pohon.
"Kemarin kan katanya begitu toh? Itu kan katanya penataan toh? Kalau penataan, karena dia itu kan pemangku kebijakan, pastinya kan nek jenenge wong motong 'yang namanya orang memotong (pohon)' kan mestinya ditanduri 'ditanami' neh ya," katanya.
Pihaknya pun berharap area tersebut akan dilakukan penanaman pohon kembali. Ia berharap jenis pohon yang nantinya ditanam kembali dapat disesuaikan dengan kebutuhan kawasan perkotaan dan tetap mendukung fungsi ekologis Simpanglima sebagai ruang terbuka hijau.
"Nah, mungkin kalau masukan saya mungkin tandurine pokoknya disesuaikan dengan pohon-pohon yang sekarang gitu. Apakah pohon itu bisa menyerap CO2 dengan banyak dan berbagai macam (manfaatnya)nya. Termasuk karena itu kan di tengah kota ya, di pusat kota," tuturnya.
Ia menilai, apabila memang dilakukan penataan dan peremajaan vegetasi, jenis pohon yang ditanam perlu mempertimbangkan kebutuhan lingkungan perkotaan.
"Jadinya malah nanti kalau memang itu benar-benar ditata dengan baik dan nanti ada peremajaan, bahasanya peremajaan pohon tentunya pohonnya itu nanti disesuaikan dengan kebutuhan yang ada," ucapnya.
Danur menegaskan, harapannya tidak hanya pada penataan kawasan, tetapi juga adanya peremajaan pohon yang telah dibersihkan.
"Intinya selain penataan nanti juga mungkin ada peremajaan pohon. Saya mengharapkan mungkin ada peremajaan pohon yang kemarin dibersihkan," katanya.
Menurut dia, keberadaan pohon tetap penting sebagai paru-paru kota dan bagian dari ruang terbuka hijau yang harus dijaga.
"Karena RTH (ruang terbuka hijau) kota itu kan ada ketetapannya. Nah dikurangi kan kudune yo ora isa to, malah kudune kan ditambah 'tidak bisa dikurangi, malah justru harus ditambah'," ujarnya.
Sebelumnya, pemotongan sejumlah pohon di kawasan Simpang Lima menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.
Di antaranya diunggah akun @dinaskegelapan_kotasemarang yang menyoroti hilangnya pohon-pohon peneduh yang telah lama berdiri di kawasan tersebut.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Semarang menjelaskan, penanganan pohon dan penataan infrastruktur di kawasan Simpang Lima melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah sesuai kewenangannya masing-masing.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto mengatakan, pihaknya saat ini hanya menangani perbaikan infrastruktur berupa lantai di sekitar shelter kuliner Simpanglima.
"Ya untuk PKL. Kami (DPU) hanya membetulkan lantai saja. Tapi penataannya di (Dinas) Perdagangan," kata Suwarto.
Terkait pemotongan pohon, Suwarto menyebut kewenangan tersebut berada di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
Baca juga: Senangnya Yudi, Pulang Bawa Kipas Angin usai Ikuti Zumba di CFD Simpanglima Semarang
"Kalau yang kemarin ada pohon-pohon dipotong) Itu nanti yang pohon-pohon kewenangannya di Disperkim," ujarnya.
Ia juga menyebut kemungkinan akan dilakukan penanaman kembali setelah proses penataan kawasan selesai.
"Ya nanti ditanemin (pohon) lagi sama Perkim mungkin ya," katanya. (idy)