TRIBUNJATIM.COM - Simak ramalan cuaca Jawa Timur pada Jumat 26 Juni 2026.
Terdapat tiga daerah yang mengalami hujan ringan.
Di antaranya adalah Banyuwangi, Kota Surabaya dan Lamongan.
Sedangkan untuk wilayah lainnya cenderung cerah.
Sementara itu, BMKG juga memperingatkan soal potensi hujan lokal dengan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah Jatim.
Di antaranya terjadi di wilayah Jombang, Kediri, Malang dan Mojokerto.
Prakiraan cuaca ini seperti yang dilansir dari BMKG Juanda
Baca juga: Ramalan Cuaca Jatim Rabu 24 Juni 2026, Sejumlah Wilayah Mengalami Hujan Ringan
Baca juga: Daftar Wilayah Indonesia yang Mulai Masuk Musim Kemarau Mei 2026 Versi BMKG
Masyarakat Jawa Timur dalam beberapa pekan terakhir mengeluhkan suhu udara malam hingga pagi hari yang terasa jauh lebih menusuk tulang dibandingkan biasanya.
Fenomena penurunan suhu udara secara drastis ini dikenal luas oleh masyarakat Jawa sebagai fenomena bediding.
BPBD Kota Kediri meminta masyarakat tidak panik.
Kondisi atmosfer ini merupakan siklus alam yang wajar terjadi secara periodik setiap tahunnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, memaparkan bahwa fenomena bediding merupakan penanda kuat bahwa wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim kemarau.
Secara ilmiah, Joko menerangkan karakteristik massa udara dari benua Australia bersifat kering dan minim uap air.
Hal ini berimbas pada menipisnya pembentukan awan di langit nusantara, termasuk di atas langit Kediri Raya.
Tanpa adanya pembentukan awan yang berfungsi sebagai selimut bumi, radiasi panas matahari yang diserap bumi pada siang hari akan langsung dipantulkan kembali dan terlepas bebas ke atmosfer pada malam hari tanpa ada hambatan.
Proses pelepasan panas yang berlangsung cepat inilah yang memicu suhu udara merosot tajam pada malam, dini hari, hingga menjelang subuh.
Berdasarkan data koordinasi antara BPBD dengan BMKG Dhoho Kediri, cuaca dingin ekstrem ini diperkirakan masih akan setia menemani aktivitas warga sepanjang musim kemarau, yakni hingga bulan September mendatang.
Karakteristik lain yang menyertai fenomena ini adalah penurunan tingkat kelembapan udara secara drastis serta embusan angin yang terasa lebih kencang.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com