Rumah Hanya 200 Meter dari SMAN TU I Tana Tidung, Orang Tua Protes Anaknya tak Lolos SPMB
Cornel Dimas Satrio June 25, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMAN Terpadu Unggulan I Tana Tidung menuai sorotan.

Seorang orang tua calon siswa, Rully, menyampaikan protes setelah putrinya tidak lolos seleksi meski rumah mereka berada sangat dekat dengan sekolah.

Pantauan TribunKaltara.com, Rully mendatangi SMAN Terpadu Unggulan I Tana Tidung di Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kamis (25/6/2026), untuk meminta penjelasan terkait hasil penerimaan.

"Kenapa anak saya tidak diterima di sini, di SMAN TU I Tana Tidung?" ujarnya.

Menurut Rully, jarak rumahnya dengan sekolah hanya sekira 200 meter.

Baca juga: Hari Ini Terakhir SPMB Jalur Domisili di SMAN 1 Tarakan, Tiga Jalur Lainnya Sudah Ditutup

Ia mengaku terkejut saat mengetahui putrinya tidak masuk dalam daftar siswa yang diterima, sementara sejumlah calon siswa dari wilayah lebih jauh justru lolos seleksi.

"Kalau harus ke SMK atau SMA yang ada di Sesayap Hilir, saya tidak mau. Karena jarak sekolah dengan tempat tinggal kami jauh," katanya.

Alternatif sekolah yang tersedia bagi putrinya berada di Kecamatan Sesayap Hilir dengan jarak tempuh sekitar 30 kilometer. Kondisi itu dinilai menyulitkan keluarga dalam mengawasi aktivitas anak sekaligus menimbulkan kekhawatiran soal keselamatan perjalanan.

"Sulit juga kami mengawasi karena jauh, belum lagi kecelakaan jika menggunakan sepeda motor. Jaraknya sangat jauh," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rully juga mempertanyakan mekanisme penerimaan yang diterapkan pada SPMB tahun ini. Ia menilai kebijakan seleksi perlu dievaluasi agar memberikan rasa keadilan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sekolah.

"Kami tinggal dekat sini. Kenapa banyak orang yang rumahnya jauh, bahkan dari desa lain, bisa masuk ke sini?" katanya.

Rully berharap ada solusi sehingga putrinya tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di SMAN Terpadu Unggulan I Tana Tidung. Ia menegaskan akan terus memperjuangkan hak anaknya untuk memperoleh akses pendidikan di sekolah tersebut.

Sistem Berdasarkan Ranking

Pelaksana Tugas Kepala SMAN Terpadu Unggulan I Tana Tidung, Rudi Umardani, menegaskan sekolah tidak memiliki kewenangan menentukan langsung calon siswa yang diterima atau ditolak.

Menurutnya, seluruh proses penerimaan dilakukan melalui sistem otomatis sesuai ketentuan dan kuota yang berlaku.

"Kami tidak memiliki campur tangan dalam menentukan diterima atau tidaknya calon siswa, karena sistem yang bekerja secara otomatis. Daftar peringkat juga bergerak mengikuti hasil perangkingan berdasarkan kuota yang tersedia," jelasnya.

Rudi menjelaskan, daya tampung sekolah tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 216 siswa ditambah dua kursi dari siswa yang tidak naik kelas.

Kuota tersebut dibagi ke jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi. Sisa kursi kemudian dialokasikan melalui jalur domisili.

Ia menekankan, kedekatan rumah dengan sekolah bukan satu-satunya faktor penentu kelulusan.

"Pada skema domisili, tidak semata-mata berdasarkan jarak rumah dengan sekolah. Nilai akademik juga menjadi bagian dari penilaian yang kemudian diperingkatkan oleh sistem," katanya.

Rudi mengatakan, sistem melakukan peringkat otomatis sesuai nilai dan aturan yang berlaku. Karena itu, calon siswa yang tinggal dekat sekolah tetap bisa tergeser jika nilainya lebih rendah dibanding peserta lain.

"Meski tempat tinggal dekat dengan sekolah, jika nilainya berada di bawah calon siswa lainnya, maka posisinya dalam peringkat bisa turun secara otomatis atau masuk zona kuning dan terdistribusi ke sekolah lain," jelasnya.

Rudi mengakui pihak sekolah memahami keresahan orang tua. Namun, sekolah wajib menjalankan tahapan penerimaan sesuai regulasi.

"Kami juga ingin membantu siswa yang belum diterima, tetapi kami tidak bisa melakukan apa-apa karena harus mengikuti aturan yang ada," ujarnya.

Ia menambahkan, Rully bukan satu-satunya orang tua yang datang meminta penjelasan.

"Ada juga orang tua lainnya yang mengeluhkan hal yang sama dan datang langsung kepada kami," tutupnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.