Marco Palestra: Alasan Chelsea Menyalip Inter untuk Mendapatkan Bek Sayap €55 Juta yang Menanjak Cepat
Musim panas kali ini, Chelsea kembali bergerak untuk merekrut bintang muda berpotensi tinggi, namun kali ini situasinya tampak sedikit berbeda. The Blues bergerak cepat untuk menggagalkan langkah Inter dalam mendatangkan talenta Atalanta, Marco Palestra, yang kini siap menjadi pemain pertama di era Xabi Alonso dengan nilai transfer sebesar €55 juta (£47 juta/$62 juta).
Bek sayap yang agresif dan serbabisa ini dinobatkan sebagai Bek Terbaik Serie A berkat performa impresifnya saat dipinjamkan ke Cagliari. Pemain berusia 21 tahun itu sebelumnya diprediksi kuat akan bergabung dengan Inter musim panas ini, tetapi Chelsea bergerak cepat dan berhasil mencapai kesepakatan.
Alonso dikabarkan telah memberikan persetujuan untuk transfer ini, karena pemain muda tersebut dianggap sangat cocok dengan sistem tiga atau empat bek yang disukai pelatih asal Spanyol itu, mengingat kemampuannya bermain di kedua sisi lapangan sebagai wing-back maupun full-back.
Tapi mengapa Chelsea begitu agresif untuk menyalip Inter dan berani mengeluarkan dana besar untuk pemain dengan pengalaman tim utama yang masih terbatas? Berikut penjelasannya...
Awal perjalanan
Lahir di Buccinasco, pinggiran kota Milan, pada Maret 2005, Palestra memulai langkah pertamanya menuju karier profesional dengan bergabung ke klub lokal Assago saat berusia lima tahun.
Empat tahun kemudian, Inter merekrutnya ke dalam akademi muda mereka, Accademia Inter. Namun, Nerazzurri hanya mempertahankannya selama satu tahun sebelum Atalanta, klub yang berbasis di Bergamo tidak jauh dari Milan, memboyongnya pada usia 10 tahun setelah terkesan dengan penampilannya. Sejak itu, ia menjadi bagian dari tim muda Atalanta.
Palestra menjadi bek kanan hampir secara kebetulan. Awalnya ia bermain sebagai gelandang kiri, tetapi kemudian dipindah ke posisi bek kanan setelah tampil meyakinkan sebagai pengganti darurat di level U17 pada musim 2021-22. Ia juga pernah bermain lebih maju di posisi sayap, dan perubahan posisi ini menjelaskan fleksibilitasnya di lapangan.
Ia naik cepat melalui level usia muda, tampil menonjol bersama tim U19 sebagai pemain berusia 17 tahun pada musim 2022-23 dengan mencatatkan 10 assist. Catatan itu membuatnya dipromosikan ke tim U23 baru di Serie C untuk musim 2023-24.
Kesempatan besar
Palestra sempat masuk dalam daftar skuad pertandingan Serie A oleh Gian Piero Gasperini di akhir musim 2022-23, namun belum mendapat menit bermain. Debut tim utamanya datang pada Desember 2023 dalam laga Liga Europa melawan Rakow, di mana ia tampil selama enam menit pada usia 18 tahun. Namun, debut itu belum diikuti kesempatan lebih banyak karena ia kembali bermain di tim U23.
Pemain muda ini kemudian dipromosikan ke tim utama menjelang musim 2024-25. Setelah tampil di tiga laga awal Serie A bersama Atalanta, ia lebih banyak duduk di bangku cadangan karena cedera hamstring yang mengganggu paruh kedua musimnya.
Peminjaman ke Cagliari di akhir bursa transfer musim panas 2025 menjadi titik balik kariernya. Di Sardinia, Palestra mendapatkan panggung untuk berkembang dan tampil luar biasa sejak saat itu.
Perjalanan terkini
Sejak awal, Palestra menjadi starter reguler dan tampil menonjol sebagai bek sayap agresif di Cagliari. Ia mencuri perhatian meski bermain di tim yang berjuang menghindari degradasi hingga akhir musim.
Palestra menunjukkan fleksibilitasnya dengan tampil sebagai wing-back kanan, bek kanan, dan bahkan bek kiri, mencatat empat assist sepanjang musim 2025-26. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat menghadapi Fiorentina pada Januari, di mana ia memberikan assist untuk gol pembuka dan mencetak gol kemenangan dalam laga penting yang berakhir 2-1.
Palestra meraih caps senior pertamanya untuk tim nasional Italia pada Maret, turun dari bangku cadangan dalam laga play-off kualifikasi Piala Dunia — termasuk partai final melawan Bosnia dan Herzegovina yang berakhir pahit bagi Azzurri.
Penampilan apiknya sepanjang musim, khususnya dalam aspek menyerang, membuatnya meraih penghargaan Bek Terbaik Serie A di akhir musim. Prestasi ini juga menarik minat klub besar seperti Inter dan, akhirnya, Chelsea.
Kelebihan utama
Meskipun berposisi sebagai bek, Palestra sangat nyaman menguasai bola. Dengan tinggi badan 185 cm, ia mampu menutup area luas dengan cepat, menjadikannya ideal untuk posisi wing-back.
Pada musim lalu, pemain berusia 21 tahun itu menempati peringkat ke-100 persentil untuk percobaan dribel di Serie A (3,11 per pertandingan), menyelesaikan rata-rata 1,58 per 90 menit. Hanya Kenan Yildiz dari Juventus — yang notabene pemain sayap — yang mencatat lebih banyak dribel sukses (70) dibanding Palestra. Begitu berada di posisi ideal, ia juga tak ragu untuk mengirimkan umpan silang berbahaya.
Palestra juga bisa menggunakan kedua kakinya dengan baik, sebuah atribut yang meningkatkan fleksibilitasnya dan menjadi aset berharga bagi Chelsea. Klub asal London itu percaya ia dapat mengisi berbagai posisi di bawah sistem taktis fleksibel ala Alonso.
Direktur olahraga Cagliari, Guido Angelozzi, memberikan pujian tinggi untuk sang pemain muda. "Saya sudah mengenalnya sejak ia masih di tim junior," ujarnya kepada Tuttomercato. "Dia punya segalanya: fisik, kekuatan, kecepatan, kemampuan menggiring bola. Dia pemain yang lengkap dalam segala aspek."
"Dia juga anak yang hebat, hidup untuk sepak bola, memiliki keluarga yang mendukung, dan agen yang baik. Dia punya semua yang dibutuhkan untuk memiliki karier luar biasa."
Aspek yang perlu diperbaiki
Meski berposisi sebagai bek, bertahan bukan selalu prioritas utama bagi Palestra. Pemain Italia ini terkadang kesulitan dalam duel udara dan fokusnya sempat dipertanyakan. Ia juga harus mempersiapkan diri menghadapi kerasnya fisik sepak bola Inggris, meski gaya mainnya terlihat cocok dengan Premier League.
Dalam situasi menyerang, lulusan akademi Atalanta ini perlu meningkatkan ketenangan, akurasi tembakan, dan penyelesaian akhir agar bisa menjadi wing-back komplet seperti rekan barunya nanti, Reece James, pada masa terbaiknya.
Pada usia 21 tahun, wajar bila Palestra masih memiliki sisi yang belum matang. Chelsea berharap kemampuan bertahannya meningkat seiring waktu, sementara potensi besar yang dimilikinya bisa berkembang di bawah bimbingan Alonso.
Apa selanjutnya?
Sebelumnya sempat dikaitkan dengan Arsenal dan Manchester City, Palestra sudah lama diprediksi akan menuju Inter — klub masa kecilnya dan tim yang ia dukung sejak kecil. Namun, Chelsea berhasil menyalip dengan tawaran transfer dan kontrak yang jauh lebih menarik dibanding Nerazzurri.
Langkah cepat Chelsea ini juga menunjukkan pengaruh besar Alonso sebagai manajer baru klub. Sang pelatih asal Spanyol dikabarkan langsung menyetujui transfer ini, dan klub bergerak cepat mencapai kesepakatan dengan Atalanta hanya dalam waktu 24 jam untuk menggagalkan rencana Inter.
Kesepakatan senilai €55 juta ini menjadi keuntungan bersih bagi Atalanta, yang memang sudah memutuskan untuk menjual lulusan akademinya itu setelah masa peminjaman sukses di Cagliari.
Palestra kini siap melangkah ke Stamford Bridge, bukan San Siro, dan Angelozzi yakin pemain muda itu akan sukses di Inggris. “Saya sudah yakin dia akan bermain di Premier League. Mereka mengikuti perkembangan Marco dan tahu dia cocok untuk liga Inggris. Satu-satunya klub Italia yang bisa merekrutnya hanyalah Inter, tapi pada akhirnya mereka kalah dalam tawaran,” ujarnya.
Saat ditanya apakah sang pemain akan sukses di Inggris, ia menegaskan: “Tentu saja. Dia adalah pemain juara di posisinya.”