'Jantung saya berdebar' - Neymar kenang 981 hari absen bersama Brasil dan akui gugup saat comeback melawan Skotlandia
Budi Santoso June 26, 2026 04:53 AM

Neymar mengakui bahwa rasa gugup sempat menguasainya saat menjalani comeback yang telah lama dinantikan bersama tim nasional Brasil, setelah hampir seribu hari absen dari sepak bola internasional. Bintang Santos itu masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua dalam kemenangan 3-0 atas Skotlandia, menandai akhir dari proses pemulihan panjang yang dimulai sejak cedera lutut serius pada tahun 2023.

Kembalinya sang nomor 10 yang penuh emosi

Setelah tepat 981 hari absen penuh ketidakpastian, Neymar akhirnya kembali mengenakan seragam kuning Brasil di ajang Piala Dunia. Ia terakhir kali membela negaranya pada Oktober 2023, ketika mengalami robekan ligamen anterior dan meniskus di lutut kiri saat menghadapi Uruguay. Penyerang tersebut, yang awalnya duduk di bangku cadangan di bawah arahan Carlo Ancelotti, masuk ke lapangan pada menit ke-75 dalam laga yang digelar di Hard Rock Stadium, Miami.

Dengan wajah yang tampak emosional, Neymar mengungkapkan campuran perasaan yang dirasakannya sebelum memasuki lapangan. “Jantung saya berdebar, sangat gugup... tapi bahagia! Bangga, semuanya berjalan baik,” ujarnya dalam wawancara dengan TV Globo.

Menunjukkan kondisi fisik

Ketegangan yang menumpuk selama bertahun-tahun menjalani perawatan dan fisioterapi akhirnya tumpah setelah peluit panjang dibunyikan. Neymar terlihat meneteskan air mata di lapangan dan kemudian menjelaskan bahwa tangisannya merupakan luapan emosi saat kembali merumput, menyebutnya sebagai pelepasan yang diperlukan.

“Saya sangat bahagia bisa kembali mengenakan seragam tim nasional setelah tiga tahun. Kondisi fisik saya baik, syukurlah. Sulit rasanya berada di luar lapangan selama itu, tapi saya tidak benar-benar berhenti. Saya sudah berlatih keras selama 25 hari untuk bisa tampil bugar di pertandingan. Jadi saya sangat bahagia, sangat puas,” ujar sang bintang seperti dikutip UOL.

“Itu adalah campuran emosi ketika saya masuk. Sudah lama sekali saya jauh dari seragam ini, dari tim nasional, tetapi syukur semuanya berjalan baik dan saya bisa kembali.”

Peran keluarga di masa sulit

Pemain berusia 32 tahun itu juga menekankan pentingnya dukungan keluarga selama masa pemulihan. Ia menyebut keluarganya mengetahui “semua perjuangan” yang harus dilaluinya agar bisa kembali tampil di Piala Dunia. Kehadiran anggota keluarga di tribun stadion Miami membuat momen comeback tersebut semakin berkesan bagi sang nomor 10.

“Mereka tahu semua yang saya alami, semua perjuangan agar bisa berada di sini hari ini, dan tujuan kami adalah untuk kembali membela tim nasional, bermain lagi. Sangat emosional melihat mereka di sana, tersentuh dan bahagia dengan kembalinya saya,” katanya.

Siap hadapi fase gugur

Kemenangan 3-0 yang sudah diamankan sebelum Neymar masuk lapangan memastikan Brasil finis sebagai juara Grup C dan melaju ke babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan atas Skotlandia juga menjadi ajang penyempurnaan kerja sama tim sekaligus mengembalikan Neymar ke ritme permainan kompetitif di tanah Amerika. Tim Brasil selanjutnya akan menghadapi runner-up Grup F yang berisi Belanda, Jepang, dan Swedia.

“Seperti yang saya katakan, saya sangat bahagia dan sekarang saatnya fase gugur, kami harus terus menang untuk mencapai tujuan akhir kami,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.