'Tidak Cukup' - Andy Robertson dan Steve Clarke Akui Skotlandia 'Pulang' Setelah Kekalahan Menyakitkan dari Brasil Bikin Tartan Army dalam Ketidakpastian di Piala Dunia
Budi Santoso June 26, 2026 06:22 AM

Steve Clarke mengakui bahwa Skotlandia "mungkin akan pulang" setelah kekalahan telak 3-0 dari Brasil dalam laga terakhir fase grup Piala Dunia mereka. Tartan Army benar-benar kalah kelas dari tim asuhan Carlo Ancelotti di Miami, sehingga harapan mereka untuk melaju ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah kini tinggal tipis.

Clarke mengakui mimpi Piala Dunia telah berakhir

Clarke tidak menahan diri dalam menilai peluang Skotlandia setelah kekalahan menyakitkan di Grup C. Kesalahan di lini belakang dimanfaatkan dengan kejam oleh Selecao, dengan Vinicius Junior mencetak dua gol dan Matheus Cunha menambah satu gol untuk memastikan posisi puncak bagi raksasa Amerika Selatan tersebut. Hasil ini membuat Skotlandia finis di posisi ketiga dengan tiga poin dan selisih gol yang merugikan.

Berbicara setelah pertandingan, Clarke yang tampak kecewa mengatakan: "Jika Anda memberi tim seperti Brasil peluang seperti yang kami berikan, Anda akan dihukum. Dan itulah yang terjadi. Saya rasa kami mungkin akan pulang. Kami tahu mereka mematikan di sepertiga akhir lapangan, dan kami memberikan mereka dua gol pertama, mungkin juga gol ketiga. Jadi kami memberikan mereka gol-gol itu, tetapi di sisi lain, mereka juga melewatkan beberapa peluang, dan Angus [Gunn] harus melakukan beberapa penyelamatan bagus. Kami menciptakan satu atau dua peluang, tapi tidak ada yang benar-benar bersih."

Prognosis suram dari Robertson

Kapten Andy Robertson juga pesimistis mengenai peluang Skotlandia untuk menjadi salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Meski sempat menang 1-0 atas Haiti di laga grup sebelumnya, kekalahan besar dari Brasil sangat merusak selisih gol mereka, membuat mereka berada dalam kondisi tidak menentu di Piala Dunia ini menurut sumber di dalam tim.

“Saya rasa ini tidak cukup,” ujar sang kapten. “Saya rasa kami belum melakukan cukup. Waktu yang akan menjawabnya. Mungkin kami salah. Mungkin kami masih punya kesempatan. Beberapa hari ke depan akan terasa sangat berat dan panjang. Inilah situasi yang kami ciptakan sendiri. Kami harus menerimanya.”

Kesenjangan teknis yang terlihat melawan tim elit

Kekalahan ini menyoroti perbedaan kualitas yang besar antara kedua negara. Meskipun Skotlandia berjuang keras, mereka kekurangan kreativitas untuk menembus pertahanan Brasil yang solid. John McGinn tetap menjadi satu-satunya pemain Skotlandia yang mencetak gol di turnamen sejauh ini, setelah golnya melawan Haiti, sementara tim gagal memberikan ancaman berarti saat menghadapi Maroko maupun Brasil.

Clarke mengaku kecewa untuk para pemainnya namun menekankan pentingnya pelajaran yang bisa diambil: "Saya kecewa untuk mereka karena mereka tidak menunjukkan kemampuan terbaik yang sebenarnya bisa mereka capai. Saya rasa kita semua tahu itu. Siapa pun yang mengikuti tim ini dalam beberapa tahun terakhir tahu bahwa kami tidak mencapai level yang seharusnya. Ketika Anda melihat fisik, kekuatan, dan teknik dari tim seperti Maroko dan Brasil, Anda bisa melihat bahwa kami harus melakukan sesuatu. Kami harus berusaha lebih baik dalam menghasilkan pemain muda yang mampu tampil di panggung dunia."

Menunggu kepastian di Amerika Serikat

Dengan nasib yang kini tidak berada di tangan mereka sendiri, Tartan Army harus menunggu hasil pertandingan grup lainnya. Secara statistik, peluang mereka untuk lolos turun drastis setelah hasil di grup lain, membuat para pendukung yang datang ke Amerika bertanya-tanya apakah petualangan mereka harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

Saat ditanya apakah ia memiliki pesan untuk para penggemar di Amerika Serikat, Clarke menjawab: "Saya tidak yakin itu bagian dari tugas saya sebagai pelatih kepala. Para penggemar luar biasa, mereka benar-benar fantastis. Jangan lupa bahwa kelompok pemain inilah yang membawa para penggemar ini ke Amerika, kelompok pemain ini yang lolos ke turnamen. Itulah alasan jurnalis Skotlandia berada di sini. Kalau tidak, kita semua akan duduk di sofa, menonton Piala Dunia tanpa Skotlandia. Jadi, para penggemar menghargai apa yang telah dilakukan para pemain ini untuk mereka. Mereka telah menikmati waktu yang luar biasa, mereka adalah duta besar yang hebat untuk negara, tetapi mereka tidak akan berada di sini tanpa kelompok pemain itu, dan bagi saya, itu adalah hal yang sangat penting."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.