TRIBUNSTYLE.COM - Perselisihan Ruben Onsu dan Sarwendah yang semula hanya terdengar dari pernyataan masing-masing pihak kini memasuki babak baru.
Situasi tersebut bahkan disebut semakin memanas seiring munculnya langkah hukum terbaru.
Pada Kamis, 25 Juni 2026, Sarwendah mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Kantor KPAI yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi tujuan kedatangannya hari itu.
Sarwendah tidak datang seorang diri.
Ia didampingi oleh kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu.
Sebelumnya, pihak Ruben Onsu menuding Sarwendah membatasi akses untuk bertemu dengan anak-anak mereka.
Menanggapi hal itu, Chris Sam Siwu memberikan penjelasan kepada awak media.
Baca juga: Lagi! Betrand Peto Bongkar Tabiat Sarwendah, Titipin Anak saat Mau Balik dari LN: Lanjut Sama Siapa?
Ia menegaskan bahwa kedatangan mereka ke KPAI bukan untuk memperpanjang perselisihan.
Sebaliknya, tujuan utama mereka adalah menyerahkan sejumlah bukti yang dinilai dapat memberikan gambaran utuh mengenai persoalan tersebut.
Salah satu bukti yang diserahkan berupa riwayat percakapan digital atau chat.
Dokumen itu disebut sebagai bukti tandingan atas klaim yang sebelumnya disampaikan pihak Ruben Onsu.
Bukti tersebut juga menjadi respons terhadap pernyataan kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang.
"Ya, Bang Minola menyampaikan apa, ya kita ikutilah. Bang Minola menyampaikan chat, kita sampaikan chat juga," ujar Chris Sam Siwu.
Namun, persoalan yang dibawa Sarwendah ke KPAI disebut tidak hanya berkaitan dengan komunikasi.
Menurut Chris, seluruh hal yang disampaikan dalam laporan merupakan pengalaman yang dirasakan kliennya sejak awal pernikahan hingga setelah perceraian.
"Yang kami laporkan terkait dengan pengasuhan dan nafkah, ya. Apa materinya? Semua yang klien kami rasakan dari awal pernikahan sampai dengan saat ini," ucap Chris.
Melalui langkah tersebut, pihak Sarwendah berharap hak-hak anak tetap menjadi prioritas utama dan dapat terlindungi di tengah konflik yang masih berlangsung.
"Ini dilakukan supaya Sarwendah memiliki rasa aman, nyaman, dan hak-hak anak menjadi prioritas utama yang harus diselamatkan dari konflik ini," tandas Chris.
(TribunStyle.com/Putri Asti)