Peringati 10 Muharram, Kang Cucun Resmikan Rutilahu dan Santuni 1.448 Anak Yatim di Bandung
Muhamad Syarif Abdussalam June 26, 2026 09:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, memaknai peringatan Hari Asyura atau 10 Muharram 1448 Hijriah secara mendalam.

Pria yang akrab disapa Kang Cucun ini menginisiasi gerakan sosial serentak di 12 wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat untuk membagikan santunan kepada 1.448 anak yatim pada Kamis (25/6/2026).

Bantuan yang diserahkan meliputi paket perlengkapan sekolah serta uang saku tunai. Langkah ini diambil sebagai wujud kepedulian nyata demi membawa kegembiraan bagi anak-anak yatim di bulan yang disucikan ini.

Agenda kemanusiaan ini tersebar di belasan titik strategis. Lokasi tersebut meliputi Soreang, Solokanjeruk, Bojong, Majalaya, Nagrak, Maruyung, Rancaekek, Jalan Anyar, Kantor DPC PKB Kabupaten Bandung Barat, dan Kantor DPC PKB Kabupaten Bandung.

Di sela-sela kegiatan, Kang Cucun menyampaikan amanat khusus serta salam hangat dari Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin). Ia mengajak segenap kader dan elemen masyarakat untuk terus mengobarkan semangat berbagi serta memperkokoh kepedulian, khususnya kepada anak yatim dan kelompok rentan.

"Saya menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar. Beliau berpesan agar semangat berbagi dan gotong royong terus dirawat sebagai kekuatan utama bangsa," ujar Kang Cucun.

Bagi legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II tersebut, Hari Asyura bukan sekadar seremonial tahunan dalam kalender Islam, melainkan sebuah ruang untuk mempertebal rasa empati dan memperbanyak maslahat bagi sesama masyarakat.

"Hari Asyura adalah momentum emas untuk mengetuk pintu langit melalui doa anak-anak yatim. Sebagai pimpinan DPR RI dan kader PKB, saya meyakini bahwa politik harus hadir dalam bentuk tindakan nyata," ucapnya.

Tidak hanya menyantuni anak yatim, Kang Cucun juga meresmikan langsung selesainya perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Bapak Iwan di Desa Cipedes.

Tempat tinggal yang kini berubah menjadi hunian sehat tersebut merupakan buah kerja keras program bedah rumah yang dikawal oleh tim Rumah Aspirasi Kang Cucun. Agenda ini mempertegas bahwa kerja-kerja advokasi yang dilakukannya tidak cuma menyentuh bantuan sosial jangka pendek, tetapi juga perbaikan infrastruktur primer bagi warga kelas bawah.

“Santunan serta program bedah rumah rutilahu yang kita resmikan hari ini merupakan bagian dari komitmen politik kehadiran, yakni memastikan negara dan para pemimpinnya selalu dekat dengan rakyat, terutama mereka yang membutuhkan," tegas Kang Cucun.

Ia menambahkan, situasi ekonomi dan sosial yang masih mengimpit sebagian warga saat ini menuntut masifnya gerakan filantropi yang konsisten dan berjangka panjang.

"Semangat berbagi hari ini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sebuah kebutuhan sosial yang mendesak. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk tidak menunda berbuat baik. Semakin banyak yang berbagi, semakin kuat pula ikatan sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat," katanya.

Tokoh nasional asal Bandung ini berharap aksi santunan serta peresmian hunian di Desa Cipedes pada momen Muharram ini bisa memicu ombak solidaritas sosial yang lebih masif di wilayah-wilayah lain.

Ia pun menekankan bahwa bulan Muharram seyogianya menjadi cermin evaluasi kolektif terhadap berbagai dinamika sosial yang belum tuntas, khususnya terkait pemenuhan hak anak dan ketersediaan tempat tinggal yang manusiawi.

"Peringatan Muharram ini harus memicu gerakan hijrah sosial, sebuah transformasi kolektif untuk memastikan lingkungan kita aman, ramah bagi anak-anak, serta menghadirkan tempat tinggal yang sehat bagi keluarga berpenghasilan rendah seperti halnya kediaman Bapak Iwan. Tidak boleh ada lagi kekerasan terhadap anak, dan tidak boleh ada lagi warga kita yang terpaksa tinggal di rumah yang tidak layak. Melindungi dan membahagiakan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.

Dalam fondasi Islam, menolong sesama yang sedang kesusahan dan mengasihi anak yatim memiliki kedudukan yang sangat transendental. Oleh sebab itu, uluran tangan berupa santunan dan pembenahan fisik rumah yang disalurkan secara tulus ini tidak sekadar mengukir senyum di wajah penerimanya, melainkan juga menjadi keran berkah sekaligus perekat persaudaraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.