TRIBUN-MEDAN.com - Seorang ayah, Febry nekat menembus kebakaran api saat rumahnya terbakar demi selamatkan anaknya. Peristiwa kebakaran itu terjadi di Jalan Denai, gang Drom, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai, Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Awalnya, Febry berniat mengurus kartu tanda penduduk (KTP). Namun, ia mendapat kabar bahwa rumah kontrakannya terbakar.
Febry pun langsung bergegas menuju ke kontrakannya di Jalan Denai, gang Drom, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai.
Sesampainya di rumah, Febry melihat api sudah menjalar ke bangunan rumahnya. Febry sadar, saat itu anak sulungnya sedang pulas tertidur ruang tamu.
Baca juga: Profil Mahyaruddin Salim Batubara, Wali Kota Tanjung Balai Harta Kekayaan Rp 7, 1 Miliar
Tanpa pikir panjang, seorang ayah tak tega anaknya terjebak kerumunan si jago merah, langsung masuk ke dalam rumah.
Alhasil, usaha Febry selamatkan anaknya di dalam rumah berhasil. Ia pun keluar dari rumahnya sambil mengendong anaknya dengan membalut kain selimut.
"Saat itu saya sedang mengurus KTP, tapi mendengar kabar ada kebakaran di rumah, saya langsung bergegas menuju ke rumah, pas pula anak pertama sedang tertidur di ruang tamu. Jadi keselamatan anak ku dulu," ucap Fabry dengan tatapan kosongnya, Kamis (25/6).
Setelah menyelamatkan anak sulungnya, Febry mencoba menyelamatkan barang berharga miliknya, namun api yang marak itu membuat ia tak berdaya. "Barang berharga kami enggak tertolong lagi, mau diselamatkan api sudah membesar, jadi engga bisa masuk lagi," ungkapnya.
Baca juga: RESPONS KPK Ketika Hakim Minta Usut Peran Eks Ketum Hipmi Ahmad Buchari di Korupsi DJKA
Sementara itu, istrinya berada di sebelahnya tak kuasa menahan air mata melihat barang berharga di dalam rumah kontrakan itu ludes terbakar.
Febry menjelaskan bahwa api bermula dari rumah pemilik kontrakan, namun api yang membesar ini langsung menyambar ke bangunan kontrakannya.
"Karena bangunan ini bersebelahan dan satu atap, jadi api dengan cepat menyebar," lanjutnya.
Ayah tiga anak ini menjelaskan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dialaminya serta anak. "Anak pertama dan anak kedua sama saya, anak ketiga tempat saudaranya. Lemas badan saya melihat api tersebut," katanya sambil menjelaskan.
Sementara itu, warga sekitar pun melakukan penyiraman air terhadap kobaran api tersebut dengan alat seadanya. Banyaknya barang yang mudah terbakar di dua rumah itu membuat api semakin membesar sehingga menghanguskan seisi bangunan.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran kota Medan dengan cepat menerjunkan lima unit mobil damkar sehingga api berhasil dijinakkan. Petugas pun melakukan pendinginan dengan menyeser bangunan rumah yang masih tersisa bara api.
Baca juga: Harta Kekayaan Rico Waas Melejit Rp 1,6 Miliar Selama Jabat Wali Kota Medan
Dua Unit Rumah Ludes Terbakar
Sebanyak dua unit rumah permanen di kawasan padat penduduk hangus dilahap si jago merah. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Leorencius Manurung mengatakan kebakaran hebat itu melanda dua unit rumah permanen dan satu rumah warga mengalami dampak kebakaran.
"Rumah warga yang terdampak itu gudang penyimpanan barang barang kayu, namun kami melakukan upaya penyiraman dan pendinginan," ucap Leorencius Manurung saat ditemui Tribun Medan dilokasi, Kamis (25/6).
Menurutnya, kebakaran hanguskan dua rumah ini masih belum diketahui apa penyebabnya. Pihaknya pun masih melakukan investigasi ke pemilik rumah. Namun untuk proses pemadam kebakaran itu, pihaknya mengalami kendala dikarenakan kondisi listrik masih menyala.
"Saat proses penyiraman ada kabel listrik yang melintang, sehingga pergerakan anggota menjadi terbatas, namun bisa kita siasati dengan memperhatikan langkah supaya bisa melakukan pemadam api," ungkapnya.
"Untuk saat ini tidak ada korban jiwa, semuanya selamat hanya saja barang berharga dari pemilik rumah tidak tertolong," pungkasnya.
Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 500 Juta
(Tribun-Medan.com)