BANGKAPOS.COM -- Terungkap awal mula pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku penyekapan dan penyiksaan terhadap YTR, wanita asal Bandung.
Sosok polisi bernama Ipda Hendi Setiawan, Kanit Reskrim Polsek Jatinangor, memiliki peran penting dalam proses pengejaran hingga penangkapan Taufik Hidayat.
Ipda Hendi ternyata mengenali Taufik, sebelum kasus penyekapan YTR terungkap ke publik, Taufik sudah pernah berurusan dengan Hendi terkait perkara lain.
Ipda Hendi mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal Taufik sejak masih bertugas di Polsek Pacet, Kabupaten Bandung.
Pengalaman menangani pelaku pada kasus sebelumnya menjadi salah satu modal penting yang turut membantu proses identifikasi dan pengejaran hingga Taufik akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian.
"Dulu pelaku memiliki kasus di wilayah hukum Pacet dan kebetulan saya yang menanganinya," kata Hendi saat ditemui Kamis (25/6/2026) di Jatinangor.
Baca juga: Rekam Jejak Ginka Febriyanti, Relawan Prabowo jadi Komisaris Pertamina, Usia Baru 27 Tahun
Ketika kasus penyekapan YTR viral dan foto pelaku beredar luas di media sosial, Hendi langsung mengenali sosok yang dicari polisi tersebut.
"Saya melihat foto pelaku yang viral di media sosial. Setelah saya perhatikan, wajahnya seperti orang yang saya kenal."
"Untuk memastikan, saya menanyakan kepada beberapa masyarakat yang dekat dengan saya, salah satunya Pak Dadang, dan ternyata benar itu Taufik," kata Hendi saat ditemui Tribun Jabar.id, di Mapolsek Jatinangor, Kamis (25/6/2026).
Ia kemudian menghubungi seorang warga Pacet bernama Dadang untuk mencari tahu keberadaan Taufik.
Dadang merupakan mantan bos Taufik dalam sebuah relasi pekerjaan.
"Setiap kali menghubungi, nomornya selalu berganti-ganti. Ketika nomor itu dihubungi kembali, sudah tidak aktif. Jadi hanya pelaku yang tiba-tiba menghubungi Pak Dadang," ujarnya.
Menurut Hendi, komunikasi dengan Dadang menjadi titik awal yang membuka jalan menuju penangkapan pelaku.
"Saat bertemu dengan Dadang, saya meminta Dadang untuk membujuk Taufik. Hingga akhirnya Taufik datang ke kediaman Dadang di Ciparay," ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Hendi mendapat informasi bahwa Taufik sempat berencana melarikan diri ke Pulau Sumatera untuk menghindari pengejaran polisi.
Bahkan, kata Hendi, pelaku sempat mengutarakan niat mengakhiri hidupnya karena merasa tidak memiliki jalan keluar.
Melihat kondisi tersebut, Hendi berusaha meyakinkan Taufik agar menyerahkan diri dan menghadapi proses hukum yang berlaku.
"Saya sampaikan, kalau menyerahkan diri saya jamin keselamatannya. Tetapi kalau tertangkap di jalan, saya tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi," katanya.
Kesempatan itu akhirnya datang pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Dadang menghubungi Hendi dan memberi tahu bahwa Taufik mengajaknya bertemu.
Mendapat informasi tersebut, Hendi langsung mengarahkan Dadang agar mengikuti skenario yang telah disusun untuk memastikan pelaku datang ke lokasi yang mudah dipantau.
"Saya arahkan Pak Dadang untuk menemui pelaku dengan cara-cara tertentu yang sebelumnya sudah kami sepakati. Tujuannya agar keberadaan pelaku bisa diketahui dan dia mau datang ke lokasi yang kami tentukan," katanya.
Sekitar pukul 18.00 WIB, Dadang kembali menghubungi Hendi dan memastikan Taufik bersedia datang ke lokasi yang telah diarahkan, yakni di sekitar kediaman Dadang.
Baca juga: Alasan Taufik Hidayat Potong Bibir Wanita yang Disekap di Bandung, Tuding Selingkuh, Keluarga Bantah
Mendapat kepastian itu, Hendi segera menghubungi anggota Resmob Polda Jawa Barat untuk bergerak menuju lokasi yang sama. Ia juga langsung berangkat menuju titik pertemuan.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 18.30 WIB, Dadang tiba bersama Taufik. Saat itulah Hendi bersama anggota Resmob Polda Jabar langsung melakukan penangkapan.
"Begitu Pak Dadang dan Taufik datang, pelaku langsung kami amankan bersama anggota Resmob Polda Jabar," ujarnya.
Setelah diamankan, Taufik sempat dibawa terlebih dahulu ke rumah Dadang sebelum selanjutnya diserahkan dan dibawa ke Markas Polda Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Peran Hendi dalam kasus tersebut menjadi salah satu kunci terungkapnya keberadaan Taufik yang sebelumnya sempat berpindah-pindah tempat dan sulit dilacak aparat.
Taufik yang sebelumnya dikabarkan berpindah-pindah tempat persembunyian dan sempat lolos dari pengejaran aparat, akhirnya bersedia menyerahkan diri sebelum diamankan polisi.
"Pelaku sempat berniat kabur ke Sumatera dan berniat mengakhiri hidup, namun akhirnya berhasil dibujuk," ucap Hendi.
Bagi Hendi, keberhasilan mengungkap dan menangkap pelaku kasus yang menyita perhatian masyarakat tersebut menjadi momen yang sangat berkesan menjelang Hari Bhayangkara ke-80.
"Alhamdulillah qodarullah, semuanya berkat doa-doa dari orang-orang yang sayang kepada saya hingga akhirnya diijabah oleh Allah. Ini menjadi kado untuk HUT ke-80 Bhayangkara," katanya.
Polda Jawa Barat membantah narasi yang menyebut Taufik Hidayat (30), tersangka kasus penganiayaan berat dan penyekapan terhadap YTR (29), menyerahkan diri kepada aparat kepolisian.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa Taufik Hidayat ditangkap oleh Tim Resmob Polda Jabar pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di kawasan Perumahan Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
"Bukan menyerahkan diri, tapi kami tangkap di sekitar Bandung Raya (Ciparay)," ujarnya, Rabu (24/6/2026), di Polda Jabar.
Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan keterangan Dadang Ahyar Ismail (53), mantan atasan Taufik, yang sebelumnya mengaku telah membujuk pelaku untuk menyerahkan diri.
Menurut Hendra, Dadang merupakan salah satu saksi penting dalam pengungkapan kasus tersebut dan keterangannya masih akan didalami penyidik.
"Itu salah satu saksi dan akan kami lakukan pemeriksaan. Ini secara visual sudah dilakukan pemeriksaan tapi akan ada tindaklanjut lagi," katanya.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, mengungkapkan bahwa sebelum ditangkap, Taufik sempat berpindah-pindah lokasi pelarian, termasuk ke Tangerang dan Cimahi.
"Dia (Taufik) sempat pergi ke Tangerang. Pelaku itu merasa bahwa Tangerang tempat yang aman. Tapi, di sana dia bingung dan merasa tak aman hingga kembali lagi ke Jabar."
"Kami sempat menanyakan ke Taufik ini dan dia mengaku merasa takut, curiga sama semua orang, dan tak tahu mau ke mana hingga akhirnya sampailah di Majalaya dan tertangkap," katanya.
(Bangkapos.com/TribunPriangan.com/TribunnewsMaker.com)