MPA dan Redkar Garda Terdepan Cegah Karhutla di Kotim, Pemkab Tekankan Peran Relawan hingga di Desa
Sri Mariati June 26, 2026 11:05 AM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Memasuki musim yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini.  

Peran Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), pun dinilai menjadi ujung tombak karena berada paling dekat dengan masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Kotim, Wim RK Benung, mewakili Bupati Kotim Halikinnor, saat memberikan arahan pada kegiatan terkait pencegahan kebakaran, Jumat (26/6/2026). 

Menurut Wim, keberadaan MPA dan Redkar sangat strategis karena menjadi pihak pertama yang mengetahui potensi maupun kejadian kebakaran di lingkungan masing-masing.  

Karena itu, keterlibatan mereka tidak hanya dibutuhkan dalam penanganan kebakaran permukiman, tetapi juga dalam mencegah dan menangani karhutla sejak dini. 

"Keterlibatan MPA atau Redkar sangat dibutuhkan dalam pelayanan pencegahan dan penanggulangan dini kebakaran. Bukan hanya kebakaran permukiman, tetapi juga ikut melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla," ujar Wim. 

Ia mengatakan, langkah pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menekan jumlah kawasan rawan kebakaran di Kotim.  

Dengan begitu, wilayah yang selama ini kerap terdampak karhutla dapat berubah menjadi kawasan yang lebih aman dan tangguh menghadapi bencana. 

Selain semangat pengabdian, Wim menilai para relawan juga harus terus meningkatkan kemampuan teknis.  

Bekal pengetahuan dan keterampilan menjadi modal penting agar relawan mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi berbagai kondisi kebakaran. 

"Relawan tetap harus memiliki bekal pengetahuan serta keterampilan yang memadai dan mumpuni. Hal itu berguna dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan dini karhutla maupun kebakaran bangunan yang bisa terjadi kapan saja," tegasnya. 

Lebih lanjut, Pemkab Kotim mengajak seluruh lapisan masyarakat memperkuat sinergi dalam mitigasi bencana.  

Menurutnya, upaya mencegah karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat hingga ke tingkat desa. 

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana terus meningkat sehingga risiko maupun dampak kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan semaksimal mungkin. 

"Kita berharap pemahaman masyarakat tentang mitigasi bencana karhutla bisa ditingkatkan, sehingga risiko dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan," pungkas Wim.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.