RW 03 Kelurahan Setu Jadi RW Terbaik se-DKI, Sukses Kelola Sampah dengan Kampung Biopori
Dian Anditya Mutiara June 26, 2026 11:33 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Lingkungan di RW 03 Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur meraih penghargaan sebagai RW terbaik se-Jakarta karena berhasil melakukan inovasi pemilahan sampah.

Lingkungan RW 03 Kelurahan Setu melakukan inovasi berupa Kampung Biopori sebagai bentuk komitmen menangani sampah.

Penghargaan tersebut diterima Ketua RW 03 Kelurahan Setu, Maah Setiawan, yang diserahkan langsung oleh Gubernur DKI, beberapa waktu lalu.

Lurah Setu, Dwi Widiastuti, menjelaskan prestasi ini merupakan wujud nyata respons cepat warga terhadap Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah. 

Baca juga: Munjirin Kenalkan Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah di Jaktim

Kebijakan tersebut diperkuat oleh arahan Walilota Jakarta Timur, Munjirin, yang mengimbau seluruh wilayah untuk menggalakkan pemilahan sampah dari sumbernya.

Ia menjelaskan, kunci sukses inovasi Kampung Biopori yakni menyulap lahan-lahan kosong di wilayah RW 03 menjadi area pembuatan lubang biopori berukuran jumbo. 

Fungsinya adalah untuk menampung dan mengolah seluruh sampah organik yang dihasilkan oleh warga sekitar.

“Lahan kosong kita buat lubang biopori jumbo untuk menampung sampah organik dari warga sekitar, di wilayah RW 03 ada 13 RT. Jadi semua sudah kita buatkan lubang biopori yang dibantu oleh Petugas Penangan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Setu," kata Dwi, Jumat (26/6/2026). 

Menurut Dwi, kolaborasi solid antara pengurus RW, RT, PKK, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), tokoh masyarakat, dan petugas PPSU inilah yang berhasil mengantarkan RW 03 meraih predikat terbaik di tingkat DKI. 

Baca juga: Ingin Ikuti Jejak Ahmad Syaikhu, Bakal Cawalkot Bekasi Heri Koswara Fokus Kembangkan Program Biopori

Saat ini, pemerintah kelurahan menargetkan setiap RT di wilayah tersebut memiliki minimal tiga lubang biopori jumbo.

"Ada 20 petugas yang membantu mengerjakan lubang biopori jumbo. Kami harapkan dari lubang biopori yang dibuat bisa mengurangi sampah dari sumber,” sambung Dwi.

Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Setu, Maah Setiawan, melamjutkan, lubang biopori jumbo yang dibuat memiliki ukuran 1×2 meter. 

Lubang dirancang khusus untuk menampung sampah organik, mulai dari sisa makanan, buah-buahan, hingga sayuran. 

"Nantinya, hasil kompos dari lubang biopori ini akan dimanfaatkan kembali oleh warga untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan (urban farming) di tingkat RW hingga kelurahan menjadi pupuk," jelas Maah.

Maah menambahkan, pupuk bisa digunakan oleh warga sekitar untuk menanam dalam kegiatan urban farming baik tingkat kelurahan, hingga RW.

Selain sampah organik, RW 03 memiliki Bank Sampah Samudra dengan total sebanyak 100 nasabah yang setiap hari setor.

“Saya yakin dengan apa yang kami lakukan bisa membantu dan mengedukasi warga untuk memilah sampah yang ada di rumah tangga, hingga mengurangi sampah yang akan dibawa oleh petugas sampah. Setiap bulan-rata-rata menghasilkan 600 kilogram, berupa sampah kardus, botol minum plastik, dan lainnya," tandasnya. (m26)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.